Loading...

PEBIBITAN KELAPA SAWIT

PEBIBITAN KELAPA SAWIT
Kelapa sawit merupakan komoditas perkebunan yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi di pasaran. Dalam budidayanya, cara pembibitan kelapa sawit tidak bisa dipisahkan karena cukup berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas dan kuantitas hasil produksi tanaman kelapa sawit. Kelapa sawit yang memiliki nama latin Elaeis guineensis Jacq ini tidak hanya berorientasi pada pasar lokal tapi juga pasar global sehingga para pengusaha kelapa sawit dituntut untuk bisa menghasilkan kualitas produk yang tinggi tanpa mengganggu kelestarian lingkungan. pada dasarnya ada dua langkah utama dalam proses pembibitan tanaman yang berumur tahunan ini. Kedua langkah utama tersebut adalah pembibitan awal dan pembibitan utama. Jenis pembibitan yang biasa disebut sebagai pembibitan dua tahap ini merupakan cara yang lebih banyak digunakan oleh para petani kelapa sawit. Lalu mengapa pembibitan dua tahap ini banyak dipilih? Ada beberapa alasan yang melandasi mengapa para petani kelapa sawit lebih banyak menggunakan metode pembibitan dua tahap. Pertama, dibandingkan dengan pembibitan satu tahap, pembibitan dua tahap atau double tage memberikan lebih banyak keuntungan dari segi naungan maupun luasnya. Dengan pembibitan dua tahap, proses perawatan tanaman mulai dari penyiraman, pemupukan, dan seterusnya menjadi lebih mudah. Metode pembibitan double stage juga dapat meminimalisir resiko kematian tanaman akibat radiasi matahari langsung. 1. Prenursery atau pembibitan awalPada tahap awal pembibitan kelapa sawit, kecambah kelapa sawit harus dipelihara dalam tempat atau wadah yang diatur sedemikian rupa. Proses pemeliharaan bibit atau kecambah ini berlangsung 3 bulan. Pada saat bibit berumur 3 bulan, bibit tersebut akan memiliki sekitar 4-5 helai daun. Lalu pemeliharaan seperti apa yang harus dilakukan selama 3 bulan tersebut? Ada beberapa hal yang harus diperhatikan mulai dari pemilihan lokasi atau media tanam, penanaman, naungan, penyiraman, hingga penyeleksian bibit untuk memasuki tahap pembibitan utama atau main nursery.Saat memilih polybag sebagai media spesifik pembibitan awal, polybag yang lebih kecil setinggi 17,5 cm dan diameter 10 cm lebih direkomendasikan. Polybag berlubang perforasi tersebut kemudian diisi dengan media tanam berupa tanah gambut atau tanah mineral bertekstur lempung. Kotoran atau pupuk RP juga bisa dicampurkan pada media tanam. Isian tanah bercampur pupuk atau kotoran harus mencapai jarak 1 cm dari bibir wadah atau polybag. Selanjutnya, polybag yang menjadi media pembibitan kelapa sawit disusun dengan jarak sekitar 70 cm satu sama lain. Selain menambahkan papan penegak polybag, tanah bedengan tempat polybag ditaruh juga harus ditinggikan.Dengan begitu, genangan air tidak akan mengganggu polybag dan isinya. Beralih ke kecambah kelapa sawit, seleksi kecambah yang normal dengan abnormal harus dilakukan. Bagaimana menandai kecambah abnormal? Ada beberapa hal yang bisa menjadi acuan, seperti:• Bentuk kecambah yang terlihat rusak atau abnormal• Radicula atau bagian berwarna putih dan plumula atau bagian berwarna kuning belum terlihat jelas• Plumula atau radicula terlihat busuk atau searah• Adanya tanda-tanda pertumbuhan jamur pada kecambahSetelah seleksi kecambah, proses awal pembibitan kelapa sawit selanjutnya adalah menanam kecambah pada polybag yang disiapkan. Ada beberapa poin penanaman yang perlu diikuti, yaitu:a. Menanamkan kecambah yang diseleksi dengan memperhatikan posisi radicula dan plumula. Saat ditanam, radicula harus mengarah ke bawah sedangkan plumula harus mengarah ke atasb. Hindari penanaman yang terlalu dalam. Jadi, kecambah harus ditanam dengan kedalaman sekitar 2 cm dari permukaan tanah di polybagc. Menyiram kecambah dan tanah hingga jenuhd. Memberikan naungan sesuai dengan area dan cuaca di daerah tersebut. Penghilangan naungan sendiri bisa dilakukan secara bertahap saat daun kedua, ketiga, dan seterusnya keluar. Masih pada tahap prenursery, kecambah yang ditanam pada polybag harus dipelihara mulai dari disirami, disiangi, hingga dipupuk agar terhindar dari hama dan penyakit. Pada umumnya, proses penyiraman bisa dilakukan dua kali dalam sehari yaitu pagi sebelum pukul 10.30 dan sore setelah pukul 15.00. Karena kecambah, volume air juga perlu disesuaikan, yaitu sekitar 0,25-0,5 liter untuk setiap bibitnya. Sebelum memasuki proses pembibitan kelapa sawit tahap selanjutnya, kecambah yang telah berumur 3 bulan diseleksi kembali untuk bisa ditindaklanjuti pada main nursery. 2. Pembibitan Utama atau Main nurserySeperti proses sebelumnya, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan saat memindahkan kecambah ke lokasi yang lebih lebar. Lokasi tersebut harus memiliki kriteria tertentu seperti bebas genangan, tidak jauh dari jalan besar atau lainnya untuk memudahkan pengawasan, dan sebagainya. Perkiraan kebutuhan bibit bisa ditentukan berdasarkan luas lahan. Untuk satu hektarnya, petani perlu menyediakan sekitar 50-60 bibit kelapa sawit.Saat kecambah hasil seleksi tahap awal akan ditanam, media tanam harus disiram pada hari sebelumnya. Penanaman bibit yang berumur 3-4 bulan tersebut kemudian bisa dilakukan dengan membuat lubang sebagai tempat menanamkan bibit kelapa sawit beserta tanahnya yang sebelumnya di polybag. Tidak seperti tahap sebelumnya, pada main nursery naungan sudah tidak diperlukan lagi. Tidak hanya itu, volume air untuk bibit tanam tahap ini juga lebih banyak, yaitu sekitar 2 liter air per bibit untuk per harinya. Jika pada proses pembibitan kelapa sawit sebelumnya pupuk yang lebih diperlukan adalah pupuk N cair, pada tahap ini pupuk yang dianjurkan adalah pupuk majemuk seperti NPKMg dan Kieserite. Untuk mengendalikan hama dan penyakit, bibit kelapa sawit harus disemprot dengan insektisida. Tidak seperti tahap awal yang hanya memerlukan satu kali seleksi, di tahap ini ada 4 tahapan seleksi yang dilakukan sesuai dengan usia bibit, yaitu setelah seleksi prenursery, usia 4 bulan, 8 bulan, dan saat pemindahan bibit ke lapangan. Seperti halnya seleksi di tahap sebelumnya, ada kriteria tertentu di tiap-tiap tahapan seleksi bibit yang penting untuk diperhatikan seperti bibit tegak, daun membelah, permukaan tidak rata, dan sebagainya. Setelah seleksi terakhir di tahap pembibitan kelapa sawit yang kedua ini, bibit bisa diangkut dan dipindahkan ke alir tanaman. Itulah proses tahapan dalam pembibitan tanaman kelapa sawit. Daftar Pustaka :1. http://kelapasawit.ptnasa.net/cara-pembibitan-kelapa-sawit/2. http://kelapasawit.ptnasa.net/pembibitan-kelapa-sawit/ Oleh : Hilmansyah, SP. PPL Tebing Tinggi Uleh