Tanggamus; Pejabat Bupati Tanggamus, Mulyadi Irsan, di dampingi Inspektur Ernalia, Asisten II Sukisno, Kepala Bapperida Hendra Wijaya Mega, Kepala Dinas Pariwisata Suyanto, Kepala Diskominfo Suhartono, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Retno Noviana Damayanti, Kepala Bagian perekonomian dan SDA Firma Linda, Camat Kotaagung Timur, M. Ilham Nurmay, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Tanggamus, Rahmat Hidayat, Kepala Bidang Penyuluhan Herimansyah, Kepala Bidang Peternakan Dinas Perkebunan dan Peternanakan Robi Zidni Jaya, Koordinator BPP Kotim Roni Sepriyono, Babinsa dan aparatur Pekon Kampung Baru meninjau panen padi sawah di desa atau Pekon Kampung Baru, Kecamatan Kota Agung Timur (Kamis, 18/4). Kehadiran para petinggi ini sebagai dukungan dan perhatian terhadap sektor pertanian, yang menjadi tulang punggung ekonomi di Tanggamus. Panen padi ini menggunakan mesin panen combine harvester mini yang di kelola oleh UPJA Milineal Kecamatan Kota Agung TimurPanen padi ini menggunakan mesin panen modern yaitu combine harvester mini. Mesin ini digerakan oleh Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) Milineal Kota Agung Timur. Pj Bupati sangat antusian ini dibuktikan dengan menaiki mesin combine saat memanen. Koordinator BPP Kotim Roni Sepriyono mengatakan PJ Bupati tanpa ragu dan takut menaiki dan mengopearsikan combine. "Dengan menggunakan mesin combine dapat meningkatkan efesinsi dan efektivitas panen padi sehingga kehilangan hasil padi akibat teknis panen dapat ditekan sekecil mungkin." Tegas Roni. Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Pekon Kampung Baru Basuni mengatakan terimakasih kepada pihak pemerintah terutama Pertanian yang telah memberikan bantuan berupa benih, pupuk dan obat obatan. "Ini sangat membantu kami para petani," ungkap Basuni. Basuni menambahkan keberhasilan para petani di Pekon Kampung Baru juga tak terlepas dari peran aktif para Penyuluh Pertanian Lapangan di Kota Agung Timur. "Mereka para penyuluh sangat merspon bila ada kendala di petani. Komunikasi aktif dan cepat mencarikan solusinya," terangnya. Semoga, lanjut Basuni para penyuluh jangan pernah bosan membina para petani terutama dalam binaan Gapoktan yang ia pimpin. Oleh TIM BPP KOTIM