Loading...

PEKARANGAN SEBAGAI ALTERNATIF UNTUK MENINGKATKAN KETAHANAN PANGAN DI TINGKAT RUMAH TANGGA

PEKARANGAN SEBAGAI ALTERNATIF UNTUK MENINGKATKAN KETAHANAN PANGAN  DI TINGKAT RUMAH TANGGA
Dengan makin terbatasnya lahan pertanian, maka optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan menjadi salah satu pilihan strategis untuk meningkatkan penyediaan pangan rumah tangga. Indonesia memiliki potensi lahan pekarangan yang sangat besar, hal ini dapat dimanfaatkan sebagai salah satu penyedia sumber pangan yang bergizi dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Pekarangan adalah lahan terbuka yang terdapat di sekitar rumah tinggal, dimana dalam pemanfaatan lahan pekarangan dapat memberikan manfaat bagi kehidupam keluarga seperti sumber pangan. Dengan kita memiliki pekarangan yang luas dapat dilakukan dengan menanam di tanah langsung (bedengan) dan dikombinasikan dengan menggunakan pot, polybag, dan vertikulture untuk yang memiliki halaman yang sempit. Selain itu Kementerian Pertanian mendorong juga dalam penyediaan pangan melalui pendekatan diversifikasi pangan melalui pemanfaatan lahan pekarangan dan marginal melalui program Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Kegiatan P2L ini merupakan upaya untuk meningkatkan ketersediaan, keterjangkauan dan pemanfaatan pangan untuk memenuhi kebutuhan pangan yang beragam bergizi dan berimbang serta meningkatkan pendapatan rumah tangga/kelompok melalui usaha budidaya. Dalam pelaksanaan kegiatan perkarangan yang perlu mendapatkan perhatian agar halaman yang sempit dapat dimanfaatkan dengan menanam dengan media tanam seperti pot, polybag dan vertikultur. Sedangkan dengan memanfaatkan lahan dapat menggunakan lahan kosong atau lahan tidur dengan luas lahan yang dapat digunakan sekitar 25 m2 (dua puluh lima meter persegi) yang berada dipekarangan. Adapun jenis tanaman yang dapat di budidaya pada lahan pekarangan sebagai berikut : Buah-buahan dalam pot atau tabulampot (tanaman buah dalam pot) seperti jambu air, jambu bol, sawo, manga dan jeruk Tanaman sayuran buah dan sayuran daun seperti cabai, terong, tomat, sawi dan selada Tanaman obat seperti kunyit, kumis kucing, dan temu-temuan (temu kunci, temulak dan lain-lain) Pada budidaya yang biasanya banyak ditanam yaitu pada tanaman sayuran, untuk itu terlebih dahulu perlu disiapkan bibit tanaman, dengan melakukan penyemaian terlebih dahulu untuk memulai pertanaman sayuran dengan media tanam menggunakan polybag. Beberapa jenis sayuran yang harus disemai terlebih dahulu diantaranya sawi, selada, seledri, cabai rawit, cabai besar atau keriting, dan lainnya. Untuk mengetahui cara tanaman dengan menggunakan media tanam tadi berikut langkah-langkah menyiapkan bibit tanaman sayuran sebagai berikut : Siapkan media semai berupa campuran tanah, arang sekam, dan kompos dengan perbandingan 1:1:1 Campuran media ditempatkan di bak semai. Sebelum disemai, benih direndam air hangat (300 0C) selama sekitar 10 menit. Buang benih yang mengapung Tebar benih di bak semai, tutup tipis dengan media semai, lalu siram. Lakukan penyiraman pagi dan sore hari. Bibit yang siap dipindah (tanam ) umumnya umur 7-15 hari (tergantung jenis tanaman) Ciri bibit siap dipindah yaitu pertumbuhan bagus dan memiliki sedikitnya 3 helai daun utama. Menanam berbagai jenis sayuran di lahan pekarangan akan menghasillkan berbagai sumber pangan untuk kebutuhan gizi keluarga, selain itu dengan adanya pekarangan dapat memberikan keuntungan bagi setiap rumah tangga serta dapat membuat lingkungan disekitar rumah lebih nyaman dan sehat. Dengan demikian diharapkan pemanfaatan pekarangan sebagai alternatif untuk meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga adalah langkah yang cerdas dan berpotensi memberikan banyak manfaat. Berikut adalah beberapa cara pekarangan dapat digunakan untuk tujuan tersebut: Penanaman Sayuran: Pekarangan dapat digunakan untuk menanam berbagai jenis sayuran seperti tomat, cabai, kangkung, bayam, dan lain-lain. Dengan memiliki kebun sayur di pekarangan, keluarga dapat memperoleh pasokan sayuran segar yang cukup untuk konsumsi sehari-hari. Tanaman Buah-buahan: Selain sayuran, pekarangan juga bisa dimanfaatkan untuk menanam buah-buahan seperti jeruk, pisang, mangga, atau pepaya. Dengan demikian, keluarga dapat memiliki akses mudah dan murah terhadap buah-buahan yang kaya akan nutrisi. Rempah-rempah dan Tanaman Obat: Tanaman rempah-rempah seperti jahe, kunyit, dan serai, serta tanaman obat seperti daun kelor atau lidah buaya, dapat ditanam di pekarangan untuk digunakan sebagai bahan tambahan dalam memasak dan juga untuk pengobatan alami. Kompos: Pekarangan juga dapat digunakan untuk membuat kompos dari sisa-sisa dapur dan kebun. Kompos ini dapat digunakan sebagai pupuk organik untuk meningkatkan kesuburan tanah di pekarangan, sehingga tanaman dapat tumbuh lebih subur dan menghasilkan hasil yang lebih baik. Penghematan Biaya: Dengan menanam sendiri sebagian besar kebutuhan pangan di pekarangan, keluarga dapat menghemat biaya belanja bulanan mereka. Selain itu, tanaman yang ditanam sendiri cenderung lebih sehat dan berkualitas karena tidak terpapar pestisida dan bahan kimia lainnya. Keberlanjutan: Memanfaatkan pekarangan untuk meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga juga merupakan langkah yang berkelanjutan. Dengan mengurangi ketergantungan pada pasokan pangan dari luar, keluarga dapat mengurangi jejak karbon mereka dan mendukung keberlanjutan lingkungan. Untuk mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan, keluarga dapat menciptakan sumber pangan yang berkelanjutan, sehat, dan ekonomis di lingkungan mereka sendiri. Langkah ini tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga, tetapi juga memberikan manfaat bagi kesehatan, lingkungan, dan ekonomi keluarga secara keseluruhan. (NS)