Manfaatkan pekarangan sebagai penyuplai gizi keluarga untuk mendukung Ketahanan Pangan Rumah Tangga menuju keluarga yang sehat, produktif dan berkualitas. Hidup sehat merupakan dambaan bagi setiap individu, sebab hanya dalam kondisi sehat orang bisa berfikir cemerlang dan tentu saja akan lebih produktif. Pada sebagian kalangan masyarakat berpemikiran bahwa, untuk bisa hidup sehat pasti diperlukan biaya yang tidak sedikit karena tubuh memerlukan berbagai macam asupan gizi, baik yang diperoleh dari produk/makanan impor maupun makanan-makanan yang telah siap saji. Namun tidak demikian halnya bagi orang yang mau berbuat, tahu bagaimana cara berbuat dan bagaimana berusaha memanfaatkan apa yang dimiliki, tentunya opini tersebut dapat dipatahkan. Kunci murah dan mudah untuk dapat hidup sehat sangatlah sederhana jika setiap orang mau meluangkan waktu untuk melakukan pengelolaan dalam pekarangan rumah. Jika dikelola dengan baik pekarangan rumah dapat memberikan manfaat bagi kehidupan keluarga seperti tempat bermain, tempat rekreasi, sumber pangan dan juga sebagai sumber pendapatan. Pemanfaatan lahan pekarangan baik di daerah pedesaan maupun perkotaan bisa mendukung ketahanan pangan rumah tangga dengan memberdayakan potensi disekitar lingkungan tempat tingal kita masing-masing. Pemanfaatan lahan pekarangan rumah merupakan salah satu alternatif untuk mewujudkan kemandirian pangan dalam rumah tangga. Hal ini dikarenakan dengan pemanfaatan lahan pekarangan berarti masyarakat akan menjadi terbiasa dan terdidik untuk memanfaatkan potensi yang ada walau hanya sejengkal tanah, soal kebutuhan pangan dan gizi keluarga tidak perlu dipusingkan lagi, pendapatan keluarga juga akan bertambah. Bagi rumah tangga yang mempunyai pekarangan luas khususnya dipedesaan pekarangan akan lebih mudah dikembangkan dan dimanfaatkan seperti untuk bercocok tanam, beternak, dan membuat kolam ikan. Namun lain halnya bagi masyarakat perkotaan yang lahan pekarangan sempit bahkan tidak ada sama sekali. Masalah luas atau sempit hendaknya jangan dijadikan patokan untuk bisa atau tidak dalam pemanfaatan pekarangan rumah kita yang penting ada kemauan pasti akan dapat terlaksana. Untuk pekarangan yang luas tentu lebih bisa memilih jenis dan model pengelolaan pekarangannya, namun bagi masyarakat yang pekarangannya sempit dapat diterapkan sistem TABULAPOT ( Tanaman Buah/Bumbu Dalam Pot). Bila hal ini dapat kita lakukan dan mengaturnya sesuai dengan penataan eksterior tentunya pekarangan rumah akan tampak asri dan juga bermanfaat untuk upaya diversifikasi pangan dan gizi yang secara langsung dapat berkontribusi mewujudkan ketahanan pangan dan meningkatkan kualitas kesehatan. Pemilihan komoditi yang akan di kembangkan tentunya harus juga mempertimbangkan pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi keluarga serta pengembangannya secara komersial berbasis kawasan. Sungguh besar arti dan manfaat untuk kebutuhan dan kelangsungan hidup jika pekarangan di sekitar kita dapat dimanfaatkan. Berikut ini fungsi dan manfaat pekarangan, yaitu : Pemenuhan Gizi Keluarga : ada beberapa tanaman, ternak dan ikan yang dapat dipelihara di pekarangan dan menghasilkan makanan yang dibutuhkan keluarga. Seperti umbi-umbian sebagai sumber vitamin, sedangkan ternak dan ikan sebagai sumber protein dan lemak. Sebagai Lumbung Pangan : hasil dari usaha pekarangan dapat diambil sewaktu-waktu dan tidak ada musim pacekliknya. Apotik Hidup : pekarangan dapat ditanami berbagai tanaman obat yang berkhasiat, jika anggota keluarga sewaktu-waktu sakit dapat ditanggulangi sementara dengan obat yang ada di pekarangan. Menambah Penghasilan : pekarangan yang dikelola dengan baik, hasilnya dapat dijual sebagai sumber pendapatan keluarga karena banyak komoditas tidak membutuhkan lahan yang luas untuk membudidayakannya. Menghasilkan bahan bangunan : jenis tanaman pohon seperti bambu, kelapa, nangka dan tanaman lainnya yang ditanam di pekarangan dapat dijadikan bahan bangunan dan kerajinan rumah tangga. Sebagai tempat rekreasi keluarga : pekarangan yang ditata dan dirawat secara teratur akan memberikan keindahan dan rasa tentram bagi orang yang melihatnya serta membuat kita betah tinggal di rumah. Dengan adanya pemanfaatan lahan pekarangan ini sedikit dapat mengurangi pengeluaran belanja bulanan dan memberdayakan para wanita tani. Sehingga dalam mencukupi kebutuhan pangan, gizi dan nutrisi keluarga tidak terlalu menjadi beban masyarakat.