Loading...

PELAKSANAAN APPALILI DI KABUPATEN GOWA SULAWESI SELATAN

PELAKSANAAN APPALILI DI KABUPATEN GOWA SULAWESI SELATAN
Appalili adalah salah satu kebudayaan dari beberapa kebudayaan besar yang sering dilaksanakan oleh kerajaan Gowa yang biasa digelar Sombaya ri Gowa antara lain Maudu Adaka ri Gowa, Accera Kalompoang dan Appalili. Tradisi adat budaya Appalili yang dilaksanakan oleh pemangku adat di kerajaan Gowa telah dilaksanakan secara turun temurun dalam bentuk upacara adat untuk menandai Musim Tanam dengan harapan semoga hasil-hasil pertanian secara umum dapat berhasil untuk mencapai kesejahteraan, keadilan dan kemakmuran bagi rakyat yang ada di Butta Gowa. Pada intinya Appalili ini dilaksanakan oleh pemerintah bersama rakyatnya yang dilakukan sekali dalam setahun setiap memasuki awal turun hujan yang biasanya jatuh pada bulan oktober. Penyelenggaraan Appalili tahun 2011 kembali dilaksanakan oleh pemerintah Kabupaten Gowa yang penyelenggaraannya dikemas dalam bentuk musyawarah atau pertemuan antara pemerintah dengan petani dan pemangku kepentingan (Stake Holder) mulai dari tingkat Desa/Kelurahan, Kecamatan dan tingkat Kabupaten. Keputusan-keputusan yang dirumuskan dalam Musyawarah Appalili yang berhubungan dengan jadwal tanam, kebutuhan benih dan Varietas, maka dapat dijadikan acuan bagi pemangku kepentingan untuk menyiapkan sarana dan prasarana yang berkaitan dengan kegiatan produksi pertanian. Penyelenggaraan Musyawarah Appalili dilaksanakan pada hari kamis, tanggal 10 Nopember 2011, jam 10.00 wita- selesai. Penyelenggaraan Musyawarah Appalili dilaksanakan di Dusun Sileo II, Desa Paraikatte, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa. Peserta Musyawarah Appalili tingkat Kabupaten Gowa tahun 2011 terdiri dari : 1.1. Pengurus KTNA tingkat kabupaten Gowa 1.2. Pengurus Gapoktan se Kabupaten Gowa 1.3. Penyuluh Pertanian se Kabupaten Gowa 1.4. PHP se Kabupaten Gowa 1.5. Jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Gowa 1.6. Dinas lingkup Pertanian dan Dinas/ Unit kerja terkait. 1.7. Nara Sumber/ Tenaga Ahli 1.7.1. Kepala Dinas Pertanian TPH Propinsi Sulawesi Selatan yang didampingi oleh Kepala Balai Proteksi TPH Sulawesi Selatan, Kepala BPTP Sul-Sel, Pimpinan Sang Hyang Seri Sul-sel, PT. Pertani Sul-Sel, para distributor dan produsen pupuk perwakilan Sul-Sel dan kelompok fungsional Penyuluh Pertanian. 1.7.2. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gowa yang didampingi oleh kepala dinas lingkup pertanian Kabupaten Gowa, Kepala Dinas PSDA Kabupaten Gowa, para Kepala bidang lingkup Dinas Pertanian dan kelompok fungsional Penyuluh Pertanian Kabupaten Gowa. Diskusi dipimpin oleh ketua KTNA Kabupaten Gowa. Hasil musyawarah appalili yang telah disepakati antara lain : 1. jadwal waktu hambur benih, tanam, panen padi dan palawija mt. 2011/2012 dan mt. 2012 2. jadwal penyediaan dan penyaluran benih dan pupuk bersubsidi. 3. penentuan varietas dan jenis tanaman serta kewaspadaan terhadap serangan organisme pengganggu tanaman (opt). 4. jadwal kebutuhan air irigasi dan pengolahan tanah. Untuk mencapai sasaran peningkatan produksi dan produktivitas padi dan jagung ini, maka dibutuhkan langkah-langkah strategis, diantaranya : 1. Revitalisasi Ekstensifikasi dan Intensifikasi melalui perluasan areal tanam dan peningkatan Indeks pertanaman dari 200% menjadi 300% dan penerapan teknologi budidaya sesuai anjuran. 2. Memperbanyak percontohan dan pengujian seperti Dem area, dan sekolah lapang pengelolaan tanaman terpadu pada sentra produksi. 3. Memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk penyediaan sarana produksi dan pemasaran 4. Mengawal penyediaan, penyaluran dan penggunaan sarana produksi untuk menghindari penyalahgunaan wewenang oleh para pelaku usaha yang tidak bertanggung jawab 5. Meningkatkan intensitas dan frekuensi kegiatan penyuluhan sebagai akselerasi penerapan teknologi Intensifikasi Padi Aerob Terkendali-berbasis organik (IPAT-BO). Sumber Berita : Dinas Pertanian Kabupaten Gowa