Wakil Presiden RI Boediono menekankan kepada seluruh pemerintah daerah agar memperhatikan dengan serius pertanian rakyat. Sebab pertanian di Indonesia didominasi oleh kegiatan pertanian rakyat yaitu skala kecil dengan jumlah yang sangat banyak cirri khas dari sektor pertanian pangan kita harus selalu menjadi pertimbangan penting setiap saat kita mengambil keputusan kebijakan pangan, ujar Wapres RI Boedino menekankan pada pembukaan Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-XXI di halaman kantor Badan Pusat Informasi Jagung (BPIJ) Provinsi Gorontalo (20/10/2011). Menurut Wapres Boediono, peningkatan produktivitas pertanian rakyat harus menjadi strategi dasar. Sebab di sini dipadukan sasaran pertumbuhan dan pemerataan. Usaha skala besar perlu tetapi kebijakan ini tidak boleh lepas dari dan harus selalu disinkronkan dengan tidak boleh bertabrakan dan justru harus mendukung, strategi dasar kita yang mengandalkan padat peningkatan produktivitas pertanian rakyat. Dualisme pembangunan pertanian beserta dampak-dampak soasial ekonominya yang buruk harus dihindari. Tutur Wapres Boediono. Di sisi lain, Wapres RI Boediono memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan HPS di Provinsi Gorontalo. Termasuk gebrakan komitmen Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota Gorontalo. Secara khusus, saya ingin menyampaikan penghargaan kepada Gubernur Gorontalo, para Bupati dan Walikota di Provinsi Gorontalo, beserta segenap jajaran Pemerintah Daerah, dan seluruh masyarakat Gorontalo yang telah menjadi tuan rumah yang ramah dan baik bagi perhelatan penting ini, kata Wapres RI Boediono. Hal senada juga disampaikan Menteri Pertanian RI Suswono. Menurutnya, Gorontalo merupakan daerah yang sangat sungguh-sungguh dalam membangun pertanian. Oleh Karena itu pemerintah memberikan apresiasi terhadap komitmen pemerintah daerah dan masyarakat Gorontalo dalam membangun pertanian. Peringatan HPS yang dipusatkan di Provinsi Gorontalo merupakan salah satu bentuk Apresiasi atas komitmen tersebut, kata Suswono. Sebelumnya, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengemukakan, saat ini luas lahan pertanian sejak berdiri menjadi Provinsi pada tahun 2001 hingga saat ini Provinsi Gorontalo telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan produksi pertanian, dengan dua komoditi utama, yaitu padi dan jagung. Dalam kurun waktu 10 tahun, Provinsi Gorontalo berhasil meningkatkan produksi baik padi dan jagung, di mana komoditi padi kita sudah mampu memenuhi kebutuhan dalam daerah serta untuk jagung sejak tahun 2004 Gorontalo sudah melakukan ekspor, ujar Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail. (La Ode Uma, S.Pi/Admin Cybex.Bakorluh Provinsi Gorontalo)