PELATIHAN KETERAMPILAN MASYARAKAT "BUDIDAYA GAHARU" DI KABUPATEN BANGKA SELATAN
Gaharu di Indonesia mulai dikenal masyarakat pada sekitar tahun 1200. Nilai guna gaharu semula hanya terbatas sebagai bahan pengharum tubuh dan ruangan dengan cara dibakar serta sebagai bahan kelengkapan upacara ritual keagamaan masyarakat beragama Hindhu dan Islam. Sejalan perkembangan peradaban kehidupan masyarakat, ilmu pengetahuan kimia dan teknologi industry yang didukung pula dengan perubahan paradigma dunia kedokteran dan pengobatan, gaharu kini dibutuhkan sebagai bahan industri obat herbal untuk pengobatan stress, asma, rematik, radang lambung dan ginjal, anti biotic TBC, liver serta tumor dan kanker. Dengan semakin berkembangnya manfaat akan gaharu maka di kabupaten Bangka Selatan diadakan Pelatihan Keterampilan Masyarakat "Budidaya Gaharu". Pelatihan ini kerjasama antara BAKORLUH Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan BPPKP Kabupaten Bangka Selatan dan dibiayai oleh Dana Dekonsentrasi Kementerian Kehutanan Tahun 2012.. Pelatihan tersebut dilaksanakan selama 3 (Tiga) hari terhitung mulai dari tanggal 01 - 03 November 2012 dan bertempat di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Rias Toboali. Pelatihan tersebut diikuti oleh 30 orang peserta, yaitu 27 orang petani dan 3 orang penyuluh. Pelatihan Keterampilan Masyarakat ini bertujuan : menggali potensi yang dimiliki daerah setempat secara mandiri; mengembangkan potensi daerah untuk peningkatan kesejahteraan; memecahkan masalah yang dihadapi; meningkatkan pengetahuan dan pemahaman petani dalam pembudidayaan tanaman hutan serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pembudidayaan gaharu. Adapun narasumber pelatihan berasal dari : Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka Selatan serta Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Bangka Selatan. By : Mika Ekawati, S. P.