Pembangunan Kehutanan merupakan kegiatan yang sangat fundamental dalam kehidupan masyarakat di atas bumi ini, karena hutan merupakan sumber dari segala segala sumber kehidupan, di lain pihak sampai sejauh ini sektor kehutanan masih dikungkungi dengan berbagai permasalahan sehingga mendatangkan bencana besar bagi segala penghuni bumi ini. Untuk itu, demi untuk menghindari segala hal yang tidak diinginkan, maka pemerintah secara terus-menerus memikirkan dan mencetuskan program-program kegiatan seperti Reboisasi, Rehabilitasi, Konservasi Lahan, Penghijauan Sektor Kota dan berbagai gerakan-gerakan yang langsung melibatkan masyarakat seperti Gerakan Menanam Sejuta Pohon, Gerakan One Man One Tree, Gerakan Perempuan Menanam, dan lain-lain. Ini merupakan bebrbagai upaya yang dilakukan untuk memberikan dampak positif terhadap kehidupan masyarakat dan pelestarian lingkungan. Hutan adalah merupakan paru-paru bumi yang mampu menetralisir iklim global yang saat ini mulai dirasakan dan berpengaruh nyata terhadap sendi-sendi kehidupan petani dalam pengelolaan usaha taninya, sehingga petani sebagai pelaku utama dalam pembangunan kehutanan perlu dibekali dengan ilmu dan pengetahuan agar mereka mampu menangkap, mencermati dan menganalisa gejala alam yang ada dan mampu mengambil tindakan tepat dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan-kemungkinan buruk yang terkait dengan pengelolaan hutan yang kurang tepat. Agar kegiatan pembekalan ilmu dan pengetahuan dapat dilakukan dengan efektif dan efisien dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat maka pelaksanaannya dilakukan dengan sasaran melalui kelompok-kelompok masyarakat yang ada. Pembekalan ini dilakukan dalam bentuk "Pelatihan Keterampilan Masyarakat Kehutanan" yang diikuti oleh Tokoh Masyarakat, Kelompoktani Kehutanan, Paramuka, Kelompok Pecinta Alam, LSM, dan Generasi Muda. Tujuan Keterampilan Masyarakat Kehutanan ini adalah (1) untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pemberdayaan kelompok kehutanan (2) menambah pemahaman masyarakat dalam menjaga dana melestarikan kawasan hutan dan (3) meningkatkan pengawasan dan menjaga timbulnya kerusakan hutan. Pelatihan dilaksanakan atas kerjasama Badan Koordinasi Penyuluhan Propinsi Sulawesi Selatan dengan Kantor Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kab. Barru dengan dasar Surat Sekretariat Bakorluh Propinsi Sulawesi Selatan Nomor 155/264/KP/V/2011 tanggal 10 Mei 2011, dilaksanakan selama 4 (empat) hari dari tanggal 19 Juli sampai 22 Juli 2011 bertempat di BP3K Tanete Rilau, diikuti oleh 30 orang peserta. Kegiatan pelatihan dibuka oleh Ir. Nasruddin (Asisten III Setkab Barru sekaligus menjabat sebagai Pelaksana Tugas KP4K Kab. Barru). Sebagai inti dari arahannya menyampaikan "bagaimana kita sebagai masyarakat memiliki ilmu dan pengetahuan serta mampu terlibat langsung dalam upaya pengelolaan hutan yang tepat dalam mendukung terciptanya lingkungan hutan yang produktif berdasarkan konsep pelestarian sumberdaya alam sehingga mewariskan mata air kepada anak cucu kita, bukannya air mata". (Fatma/KP4K Barru).