Loading...

Pelatihan Masyarakat Pertanian Bagi Petani Desa Repan Kecamatan Rangsang Kabupaten Kepulauan Meranti

Pelatihan Masyarakat Pertanian Bagi Petani Desa Repan  Kecamatan Rangsang Kabupaten Kepulauan Meranti

Desa Repan terletak disalah satu desa di kecamatan Rangsang memiliki potensi lahan hortikultura yang sangat luas dan merupakan lahan gambut. Lahan gambut memiliki berbagai masalah seperti rendahnya pH dan kesuburan tanah. Masalahnya menjadi tantangan bagi semua pihak termasuk masyarakat, pemerintah, dan penyuluh pertanian. Dengan luasnya lahan dan jumlah petani yang minim menjadi tantangan kedepan untuk terus meningkatkan mengembangkan kegiatan pertanian desa Repan, dimana sebelumnya rata-rata masyarakat bekerja sebagai petani karet, kelapa, Sagu dan Nelayan. Tetapi disektor hortikultura ini sangat minim sekali pelaku usaha tani karena kurangnya pengetahun dasar untuk memulai kegiatan usaha tani tanaman hortkultura disebabkan oleh minimnya pengetahuan, pengelolaan lahan, informasi dan inovasi terbaru benih, bibit tanaman, teknis agronomi dan agrisbisnis pemasaran. Padahal sektor ini menjanjikan pemasaran dan permintaannya yang luar biasa seperti tanaman cabe, bawang, bumbu dapur dan buah-buahan untuk dijual dipasar yang ada dikabupaten Kepulauan Meranti. Karena sampai saat ini kebutuhan barang- barang tersebut selalu didatangkan  dari kabupaten lain bahkan posisi Desa Repan khusunya dan umumnya kecamatan Rangsang ini berada ditempat strategis.

Penyuluh pertanian Di BPP rangsang mulai rutin terus melakukan kegiatan penyuluhan melalui penyuluhan, pelatihan dan lain sebagainya untuk memberikan informasi serta wawasan  tentang agronomi dan pengelolaan lahan marjinal tanah gambut menjadi lahan yang lebih subur untuk kegiatan budiaya kelapa ataupun tanaman hortikultura di Kecamatan Rangsanag pada umunya dan khususya di Desa Repan . Pelatihan masyarakat pertanian bagi petani Desa Repan Kecamatan Rangsang Kabupaten Kepulauan Meranti diadakan di kantor Desa Repan yang dihadiri oleh pemerintah Kecamatan Rangsang, Penyuluh Pertanian, pendamping desa, BPD Repan dan petani. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan petani mampu meminimalkn penggunaan pupuk kimia, dapat menyuburkan tanaman dengan asam amino kearifn local desa, petani dapat menghasilkan produk unggulan tanaman desa untuk dipasarkan kemasyarakat meranti maupun keluar daerah kbupaten meranti.

Pelatihan memberikan informasi, inovasi kepada petani untuk menerapkan hal-hal baru yang sangat bermanfaat bagi keberlangsungan kegiatan petani bahwa kondisi potensi lokal harus kita angkat dan dimanfaatkan karena memiliki dampak yang sangat  baik bagi lingkungan meningkatkan hasil produksi. Tujuan akhir yaitu petani bisa menyerap informasi inovasi dan pemahaman petani sehingga dalam membuat pupuk asam amino peraktek secara langsung yang nantinya mereka akan terapkan dan aplikasikan ketanaman untuk kesuburan tanah dan hasil pertanian mereka.