Pemerintah Daerah Kota Bima melalui SKPD Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kota Bima bekerjasama dengan Fakultas Pertanian Universitas Mataram melakukan pelatihan penerapan teknologi pertanian/perkebunan modern bercocok tanam melalui Program Iptek bagi Wilayah (IbW). IbW Tahun 2012 merupakan tahun pertama Kota Bima, dengan target wilayah pelaksanaan yaitu Kecamatan Rasanae Timur meliputi Kelurahan Lampe, Dodu dan Oi Fo'o. Program IbW ditujukan untuk memberdayakan masyarakat sehingga terbentuk Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi baru di kawasan timur Kota Bima. Tujuan ini akan tercapai dengan cara melakukan pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan kawasan berbasis Ipteks dengan pendekatan ysng terencana, dimana masyarakat dilibatkan dalam proses perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pemanfaatan hasil. Kegiatan pelatihan dibagi ke dalam 6 (enam) jenis kegiatan, yaitu Pembuatan Pupuk Organik, Budidaya Pupuk Organik, Budidaya Sayuran Organik, Budidaya Jagung Manis Organik, Budidaya Tanaman Buah-buahan dan Budidaya Lebah Madu. Pelaksanaan pelatihan dilakukann sebanyak 2 kali, dimana untuk tahap pertama untuk 4 (empat) jenis kegiatan yaitu Pembuatan Pupuk Organik, Budidaya Pupuk Organik, Budidaya Sayuran Organik dan Budidaya Jagung Manis Organik. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 4 - 5 Juli 2012 berlokasi di Gedung Aula BKPP Kota Bima dan masing-masing di saung kelompok tani sasaran. Peserta kegiatan masing-masing 20 orang untuk setiap jenis pelatihan dengan jumlah peserta sebanyak 80 orang. Di Kelurahan Dodu dilaksanakan pelatihan budidaya padi organik dan pembuatan pupuk organik, sedangkan di Kelurahan Lampe dilaksanakan pelatihan budidaya jagung manis organik dan budidaya sayuran organik. Penentuan masing-masing pelaksanaan kegiatan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing lokasi sasaran. Materi pelatihan diberikan oleh narasumber dari Tim Fakultas Pertanian UNRAM yang dipimpin oleh Ir. Ahmad Sauqi, M.Si. Keuntungan dilakukan pelatihan budidaya padi organik, sayuran organik dan jagung manis organik antara lain yaitu untuk meningkatkan nilai jual dari komoditas yang akan dibudidayakan. Mengingat tanaman organik memiliki harga yang mahal dan meningkatkan derajat kesehatan manusia. Selain ramah lingkungan keuntungan lain yang yaitu biaya rendah karena pupuk yang digunakan berasal dari alam (pupuk organik), warna dan daya simpan cukup baik, untuk padi rasa nasi empuk dan pulen. Pelaksanaan kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat merubah pandangan para petani untuk memanfaatkan jerami, tanaman sisa hasil panen, rumput, daun kering, serbuk gergaji, sampah rumah tangga dan kotoran ternak sebagai bahan untuk pembuatan pupuk organik. Pemanfaatan pupuk organik memiliki banyak manfaat terhadap kesuburan tanah yaitu tanah ringan untuk diolah, mudah ditembus akar, menyediakan kelembaban, memperbaiki kehidupan biologi tanah dan sifat tanah lebih stabil. Kedepannya, diharapkan pelaku utama / kelompoktani dapat meningkatkan produksi pembuatan pupuk organik sehingga selain untuk memenuhi kebutuhan kelompoktani sendiri, juga dapat dijual dalam skala besar. Oleh : Sri Handayani, S.Pi (admin Kota Bima - NTB)