Barru- sebanyak 20 orang penyuluh pendamping program P2KP (Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan) Kab. Barru mengikuti pelatihan yang digelar Badan Ketahanan Pangan Kab. Barru, 4 dan 5 April 2012 lalu. Peserta berasal dari 7 Kecamatan, terdiri dari 20 Desa dan Kelompok Wanita Tani pelaksana. Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan Kab. Barru, Ir. Arfain,M.Si. "Pelatihan ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kemampuan para pendamping P2KP. Tujuan utama pelaksanaan kegiatan ini adalah agar nantinya para peserta dapat menyampaikan ilmu dan informasi kepada para anggota kelompok penerima pelaksana program P2KP," jelas Arfain, saat membuka acara. Untuk itu, tukas Arfain, materi yang disajikan cukup bervariasi termasuk materi hasil pembelajaran dari Apresiasi Penyuluh Pendamping Kabupaten/Kota Wilayah Timur yang dilaksanakan di Makassar. Materi-materi tersebut dibawakan langsung oleh nara sumber Kepala Bidang Penganekaragaman Konsumsi Pangan Badan Ketahanan Pangan Propinsi Sulsel, Kepala BPTP Makassar, dan Koordinator Pendamping P2KP Kab. Barru (Ir.Hj.Fatmawati, B,M.Hum). Sesuai materi yang disampaikan, lanjut Arfain, secara keseluruhan sangat penting untuk diketahui dan dipahami dengan baik oleh para pendamping P2KP. "Sekali lagi, saya berharap agar informasi yang didapat dari pelatihan ini dapat diteruskan ke anggota," tegasnya. Koordinator Pendamping P2KP Kab. Barru, Ir.Hj.Fatmawati B,M.Hum mengatakan, ada tiga hal yang ingin dicapai dari pelatihan tersebut. Antara lain, untuk meningkatkan kemampuan pendamping dalam menggali dan menganalisis kebutuhan serta permasalahan di lapangan. Termasuk upaya pemecahan masalah, dengan memanfaatkan sumber daya atau potensi yang tersedia. Tujuan lainnya, untuk meningkatkan kemampuan pendamping dalam memandu dan membina kelompok dengan pola sekolah lapangan ataupun pertemuan kelompok. Serta untuk merumuskan materi pelatihan yang akan digunakan pada pelatiha-pelatihan tingkat desa. Ruang lingkup kegiatan P2KP yang sudah memasuki tahun ketiga ini masih mengarah pada pemberdayaan kelompok wanita melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan dan pengembangan usaha rumah tangga serta pengelolaan pangan lokal berbasis tepung-tepungan, sosialisasi dan promosi penganekaragaman konsumsi pangan melalui sosialisasi kepada anak usia dini melalui penyajian kurikulum sekolah, poster, leaflet, alat peraga dan jajanan berupa olahan pangan lokal di kantin-kantin sekolah. Fatma menambahkan, pelatihan bagi penyuluh pendamping tersebut berlangsung hanya 2 hari. Kendati demikian, materi yang disampaikan tetap maksimal. "intinya, P2KP diharapkan berjalan dengan lancer, efisien dan tepat sasaran sesuai dengan program pemerintah, untuk menambah pendapatan keluarga sekaligus perbaikan ekonomi masyarakat,"papar Fatma. //sy.alide// Sumber : Ir. Hj.fatmawati B,M.Hum (Fungsional PP Kab. Barru)