Loading...

PELATIHAN PENYULUHAN PERTANIAN DI BPP SUKAKARYA

PELATIHAN PENYULUHAN  PERTANIAN DI BPP SUKAKARYA
Pelatihan penyuluhan pertanian adalah kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh BP4KKP Kabupaten Bekasi yang dilaksanakan setiap bulan di masing-masing wilayah dan bertempat di BPP yang ada di wilayah tersebut. Untuk Wilayah IV pada Bulan Februari dilaksanakan di BPP Sukakarya pada Hari Senin Tanggal 21 Februari 2011. Pada pertemuan tersebut di hadiri oleh seluruh Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) dan THL TBPP yang ada di Wilayah IV yang terdiri dari 5 Kecamatan yaitu: Sukatani, Sukakarya, Cabangbungin, Muaragembong dan Pebayuran. Adapun yang berkesempatan hadir sebagai Tim pelatih dari BP4KKP Kabupaten Bekasi adalah Bapak Nur Arifin, SP dan Bapak Drs. H. Suhardi. SP. MSi. Seorang Penyuluh pertanian pada dasarnya adalah aparat yang membangun pertanian, pendidik/ penasehat yang mengabdikan dirinya untuk kepentingan para petani-nelayan beserta keluarganya sehingga seorang penyuluh harus tahu tugas pokok dan fungsinya. Drs. H. Suhardi. SP. MSi menjelaskan bahwa penyuluhan pertanian merupakan proses pembelajaran baik bagi pelaku utama maupun pelaku usaha sehingga mampu menolong dirinya serta keluarga dan orang-orang yang ada disekitarnya. Senantiasa mengakses informasi pasar, menyerap teknologi dan mencari sumber modal untuk menunjang usaha agar dapat mencapai kesejahteraan petani serta penyuluh itu sendiri. Peningkatan produksi hasil pertanian juga dapat ditunjang dengan adanya IPTEK yang tersedia dan penerapan yang tepat guna. Seorang penyuluh pertanian harus mempunyai Rencana Kegiatan yang tertuang di dalam Rencana Kerja guna menunjang Kebijakan Pembangunan Pertanian. Rencana Kegiatan tersebut harus memuat beberapa unsur sebagai berikut: SIADIBIBA: Siapa yang akan melaksanakan?; Apa tujuan yang ingin dicapai?; Dimana dilaksanakan?; Bilamana/ kapan waktu pelaksanaan?; Berapa banyak hasil yang ingin dicapai (kuantitas dan kualitas)?; Berapa korbanan yang diperlukan (Biaya, tenaga, dll)?; Serta bagaimana melaksanakannya (melalui kegiatan apa)?. (Sumber: Buku Kerja Penyuluh Pertanian 2010). Nur Arifin, SP menambahkan perlunya jadwal LAKU (Latihan dan Kunjungan) dimana ada kelompok tani yang harus dikunjungi setiap harinya. Jadwal dibuat harus dilaksanakan karena dapat menunjang keberhasilan petani dalam meningkatkan hasil produksi pertaniannya. Pembinaan-pembinaan yang dilakukan seorang penyuluh dapat mendekatkan diri kepada petani sehingga penyampaian teknologi-teknologi baru dapat diserap dengan lebih mudah. Dengan demikian pelatihan penyuluhan pertanian sangat membantu para penyuluh pertanian dalam melaksanakan tugasnya serta menjadi ajang silaturahmi, bertukar informasi, menambah wawasan dan pengetahuan. Semoga pertanian mampu menopang kesejahteraan para petani dan keluarganya. Amin! (Yenie Nofiantie, SP, THL TBPP Kecamatan Sukakarya, BP4KKP Kab. Bekasi).