Pelatihan pestisida nabati dilaksanakan di BPK Danga Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo pada tanggal 11 s/d 12 Januari 2012. Peserta pelatihan adalah para petani yang berasal dari 2 Kecamatan Sebanyak 30 orang. Dalam acara pelatihan ini peserta juga diberikan tugas untuk melanjutkan pelatihan/praktek di kelompok masing-masing sebagai Rencana Tindak lanjut(RTL) A. PENGERTIAN Pestisida Nabati adalah pestisida yang diramu oleh siapa saja sesuai dengan lingkungan fisik dan sosial budaya setempat. B. TUJUAN a. Tujuan umum * Meningkatkan kemampuan kelompok dan petani itu sendiri agar dapat memanfaatkan sumber daya alam di sekitar lingkungan dimana kita berada. * Dapat memutuskan tingkat ketergantungan kita pada produk - produk pusat. b. Tujuan khusus * Dapat merubah struktur tanah secara bertahap. * Secara berangsur mengurangi bahan makanan yang bebas kimia (mengkonsumsi produk hasil pertanian yang bebas kimia, prosentase kandungan kimia dibawah 30 %). C. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN PESTISIDA NABATI a. Kelebihan * Pestisida nabati dapat diramu oleh siapa saja dan dimana saja kita berada sesuai dengan lingkungan sosial budaya kita masing - masing. * Mudah diperoleh, murah harganya (karena dapat di cari di masing - masing wilayah). * Tidak ada jangka waktu aplikasi dan waktu konsumsi * Dalam mengaplikasi pestisida nabati tidak perlu menggunakan pengaman atau masker. * Tidak mematikan serangga tapi hanya mengusir atau memindahkan serangga dari tanaman yang diberi dengan pestisida nabati. * Struktur tanaman secara bertahap dapat berubah (subur) tidak padat. * Tidak terjadi kelebihan dosis akibat aplikasi pestisida nabati (kalau kekurangan tidak menunjukan perubahan fisik pada tanaman). * Dapat di aplikasi lebih dari 2 (dua) sampai dengan 3 (tiga) kali dan tidak ada akibat negatif dari larutan tersebut. b. Kelemahan * Tidak efisien tempat dan waktu. * Pestisida nabati harus di aplikasi lebih dari 2 (dua ) kali atau 3 ( tiga ) kali. * Bila setelah aplikasi terjadi hujan maka harus di ulang 2 ( dua ) atau sampai 3 ( tiga ) kali. * Baunya busuk. * Tidak tahan simpan lama di tingkat konsumen. D. ALAT DAN BAHAN a. Alat Ø Pisau dapur Ø Mol bumbu Ø Ember bak Ø Gentong b. Bahan Ø Daun nimba Ø Ubi gadung (ondo) Ø Sere merah Ø Tuba Ø Wao weke Ø Lengkuas Ø Sisal Ø Lidah buaya Ø Kulit waru Ø Urin ( apa saja) Ø Air belerang Ø Kelapa busuk Ø .Moke putih yang telah asam(pengganti alkohol). E. CARA PEMBUATAN v Bahan - bahan tersebut diiris dan dipisahkan masing - masing jenisnya, kemudian driendam masing-masing dalam wadah selama 1 x 24 jam lalu dicampur dalam wadah besar dan divermentasi selama 2 minggu. v Cara vermentasi : Larutan EM 4 dicampur dengan air gula merah 1 : 10 lalu diaduk dengan air dingan idalam wadah sebanyak 10 liter,dan diaktifkan selama 24 jam. v Larutan EM 4 yang sudah diaktifkan dicampurkan dengan bahan-bahan yang telah direndam didalam satu wadah,dan ditutup rapat selama 2 minggu.. v Larutan tersebut siap diaplikasi.