Loading...

PELATIHAN RUTIN PENYULUH DI BPP JATINANGOR SUMEDANG

PELATIHAN RUTIN PENYULUH DI BPP JATINANGOR SUMEDANG
"Keterbatasan jangan menjadi hambatan peningkatan pengetahuan, keterampilan dan kinerja penyuluh. Pertemuan gelar tikar bukan merupakan hal aneh bagi penyuluh, karena di lapangan hal seperti ini sudah sering kita lakukan. Kita patut bersyukur atas fasilitasi yang diberikan Kementrian Pertanian untuk membangun BPP ini. Saat ini kita memang masih melaksanakan pelatihan dengan cara gelar tikar, insyaallah pada tahun 2011 kita memperoleh dukukan dana APBD untuk penyediaan peralatan mobelair, sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama mudah-mudahan kita sudah memiliki meja dan kursi untuk kegiatan pelatihan". Itulah sepenggal kalimat yang disampaikan Ibu Rohmulyati, SP Kepala Unit Pelaksana Teknis Badan Penyuluhan Pertanian Wilayah Jatinangor saat memberikan pengarahan pada acara pelatihan rutin penyuluh di BPP Jatinangor Kabupaten Sumedang. Pelatihan penyuluh pertanian sendiri merupakan acara rutin yang diselenggarakan 2 minggu satu kali yang diikuti oleh Penyuluh Pertanian, THL-TBPP, Stap UPTB, Penyuluh Kehutanan se wilayah UPTB Jatinangor. metode yang digunakan disesuaikan dengan kondisi antara lain semi loka, ungkapan pengalaman, ceramah, diskusi dan praktek. Khusus pelatihan bulan tanggal 6 April 2011, materi pelatihan lebih difokuskan pada upaya pencapaian sasaran peningkatan produksi padi sebesar 7% antara lain budidaya padi dengan pendekatan PTT, metode penyuluhan, dan pembuatan serta penggunaan alat bantu penyuluhan. fasilitator perlatihan adalah Jabatan Fungsional Penyuluh Pertanian pada Badan Ketahanan Pangan Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sumedang. Rencana tindak lanjut yang disepakati antara lain: Untuk menunjang pencapaian sasaran produksi, penyuluh pertanian akan mengintroduksikan komponen teknologi PTT sesuai dengan kondisi daerah komponen teknologi yang menjadi prioritas antara lain sistem tanam legowo, cara tanam dan pemupukan spesifik lokalita Metode pembinaan selain melalui SLPTT juga digunakan metode demonstrasi, kunjungan tempat usaha, studi banding dan metode lain sesuai kebutuhan lapangan Setiap penyuluh bersepakat untuk membuat alat bantu penyuluhan dalam bentuk peta singkap, kartu kilat dan tempelan.