Loading...

Pelatihan Teknologi Agribisnis Hortikultura Modern untuk negara-negara ASEAN

Pelatihan Teknologi Agribisnis Hortikultura Modern  untuk negara-negara ASEAN
Indonesia sebagai negara agraris memiliki kemajuan baik inovasi maupun teknologi dalam budidaya pertanian khususnya komoditas hortikultura. Oleh sebab itu, Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan pelatihan hortikultura negara-negara ASEAN yang akan diselenggarakan selama 14 hari di Balai Besar Pertanian (BBPP) Lembang pada 26 Maret sampai 6 April 2017. Pembukaan Teknologi Agribisnis Hortikultura Modern dilaksanakan oleh Kepala Pusat Pelatihan Pertanian BPPSDMP Kementan dan dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Pertanian Kehutanan dan Perikanan Jepang, Kepala BBPP Lembang, perwakilan dari Biro Kerjasama Luar Negeri, serta pejabat eselon III dan IV lingkup BPPSDMP. Pelatihan teknologi agribisnis hortikultura modern ini diikuti oleh 20 orang perwakilan negara asing dari negara-negara di Asia Tenggara diantaranya dari Singapura, Myanmar, Malaysia, Cambodia, Brunei Darussalam, Vietnam, Thailand, Laos, dan Indonesia. Selain untuk mempererat hubungan antar negara- negara di ASEAN, pelatihan tersebut ditujukan untuk menjawab tantangan kemajuan bidang hortikultura di masing-masing negara. Sekretariat ASEAN selaku penyelenggara pelatihan pertanian yang didanai dari Pemerintah Jepang mempercayakan Indonesia menjadi tempat penyelenggara pelatihan. Dalam pelatihan selama empat belas hari tersebut, peserta akan belajar teknologi hortikultura yang telah dikembangkan oleh BBPP Lembang. Selain pemberian teori di dalam kelas, ada juga praktik lapangan untuk mengetahui bagaimana pengembangan budidaya hortikultura hingga bagaimana pengemasan dan pemasarannya serta kunjungan lapangan ke petani hortikultura yang sukses di Lembang dan diluar Lembang. Kepala Pusat Pelatihan, BPPSDMP, Widi Harjono pada sambutan pembukaannya menyatakan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan petani maka perlu membangun lembaga penyuluhan yang kredibel guna meningkatkan pelayanan yang lebih baik bagi petani, sektor swasta dan pemegang saham lainnya. Kompetensi dan profesionalisme penyuluhan dapat dilakukan salah satunya melalui kegiatan pelatihan pertanian. Di samping peserta mendpatkan ilmu tentang kemajuan teknologi hortikultura di Indonesia, kita juga bisa belajar dari negara lain, sehingga terjadi pertukaran pengalaman dan pengetahuan. Harapan akhir dari pelaksanaan pelatihan ini adalah terjadinya hubungan yang berkelanjutan sehingga akan membangun jejaring pemasaran yang lebih luas. (nurlaily).