PELATIHAN TEMATIK BAGI PENYULUH DAN PETANI KECAMATAN LAU
Konsep kemandirian petani yang sederhana adalah bagaimana keinginan dan kemampuan petani dalam mengolah lahannya dengan baik dan benar sesuai aturan serta mampu memanfaatkan sumberdaya yang dimiliki secara optimal tanpa ada paksaan dari berbagai pihak dengan tujuan meningkatkan hasil Produksi tanaman dan mencapai kesejahteraannya. Salah satu tahapan dalam budidaya tanaman yaitu pengendalian hama dan penyakit tanaman. Pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan bahan-bahan alami. Banyak bahan alami yang ternyata dapat digunakan untuk membuat pestisida nabati. Sehubungan dengan hal tersebut Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Lau melaksanakan kegiatan Pelatihan Tematik bagi Penyulu dan Petani (Selasa, 6/6) di Aula BPP Kec. Lau. Kegiatan ini merupakan kegiatan DAK Non Fisik Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros Tahun 2023. Pelatihan Tematik yang diikuti oleh Penyuluh Pertanian se kecamatan Lau, Petani dan Kelompok Wanita Tani, dengan materi pelatihan berupa Pembuatan BIOSAKA dan Pembuatan Pupuk Organik Cair dari limbah buah. Materi dibawakan oleh Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Kecamatan Lau, (Darwis, SP.) bersama Koordinator BPP Kecamatan Lau. Pada kesempatan ini Suwardi Cacang, SP., M.Si mewakili Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros menyampaiakan bahwa “diharapkan dari hasil pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penyuluh dan petani serta KWT dalam teknik pembuatan BIOSAKA dan Pembuatan pupuk cair dari limbah buah, sehingga masalah dampak penggunaan pestisida kimia yang belakangan sering terdengar dapat teratasi secara perlahan dengan penggunaan bahan-bahan alami. Dengan pertanian organik maka lahan dan manusianya juga dapat terjaga kesehatannya” Segala potensi yang sudah tersedia sangat mendukung bagi petani untuk menambah kemampuan, keterampilan dan pengetahuan dalam memanfaatkan sumber daya yang ada agar dapat diolah lebih efisien demi meningkatkan Produksi dan produktivitas tanaman. Upaya meningkatkan dan menjaga kestabilan produksi pertanian, khususnya tanaman pangan, sangat perlu diterapkan teknologi yang murah dan mudah bagi petani. Teknologi tersebut dituntut ramah lingkungan dan dapat memanfaatkan seluruh potensi sumberdaya alam yang ada di lingkungan pertanian, sehingga tidak memutus rantai sistem pertanian. Dengan adanya kegiatan pelatihan ini petani pada khususnya dapat lebih mampu menjalankan pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, sehingga ekosistem yang ada juga dapat berlangsung secara alami. Disusun Oleh : Wahida, SP., M.Si (Koordinator BPP Kec. Lau) Penyuluh Pertanian Ahli Madya Dinas Pertanian & Ketahanan Pangan Kab. Maros - Sulawesi Selatan