Periode Pengeringan (Drying Period). Periode ini diperlukan apabila bawang baru diambil dari ladang dengan kandungan air permukaan yang berlebihan, jika cuaca mendukung saat panen (matahari bersinar terik), bawang cukup diletakkan di lahan dan proses-proses pengeringan tidak perlu dilakukan. Pengeringan dihentikan jika berat telah menyusut sekitar 15- 20%. Setelah bawang merah dipanen tindakan selanjutnya adalah dilakukan dengan segera adalah pelayuan dan pengeringan. Hal ini mencegah kerusakan umbi akibat busuk atau serangan penyakit. Cara yang dapat ditempuh untuk mengeringkan bawang merah yaitu dengan menjemur dan menggunakan Teknologi system pengeringan dan penyimpanan (instore drying).Pelayuan dan pengeringan dilakukan pada saat cuaca cerah dan sinar matahari optimal. Pelayuan dilakukan setelah panen dengan menjemur bawangmerah dibawah sinar matahari selama 2 – 3 hari atau diangin- anginkan selama 2-4 minggu sampai daun menjadi setengah kering. Usahakan pada saat pelayuan umbi bawang tidak terkena sinar matahari secara langsung, sehingga yang layu hanya daun dan leher umbi bawang merah. Pengeringan prosesnya hampir sama dengan pelayuan, hanya waktunya lebih lama 7-10 hari atau juga bisa dengan cara menggantung diatas para-para dan dibalik setiap 2 hari. LANGKAH KERJA :1. Mempersiapkan alas kepang untuk alas umbi pada saat pelayuan dan pengeringan.2. Mengikat daun bawang sebanyak 1 genggam menjadi 1 ontel/ 1 ikat/ 1 gedeng 3. Melakukan pelayuan dan pengeringan dilakukan di lahan pertanaman 4. Melakukan pelayuan secara tradisional selama 2-3 hari atau sesuai kondisi daun (sudah setengah kering), posisi daun di atas menutupi umbi sehingga tidak terkena sinar matahari langsung 5. Melakukan pengeringan yang prosesnya hampir sama, hanya waktunya lebih lama 7-10 hari atau juga bisa dengan cara menggantung diatas para para dan dibalik tiap 2 hari. ZULKIFLI. SP. Admin Kab. Bima (Hartanto Ts.SPt.MM)