Sektor pertanian termasuk di dalamnya adalah peternakan merupakan salah satu sektor yang diunggulkan di Indonesia. Indonesia dikenal sebagai Negara Agraris yaitu Negara yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Namun identitas tersebut kini mulai luntur, hal tersebut diakibatkan generasi muda berkualitas zaman sekarang enggan lagi untuk mengelola lahan pertanian dan peternakan, akhirnya lahan - lahan tersebut direlokasi sebagai bangunan perumahan hingga bangunan bertingkat. Generasi muda lebih menyukai hal-hal yang bersifat teknologi, kreasi, seni dan olahraga dibandingkan harus berkotor-kotoran, membajak, berkebun di tegalan atau harus beternak, karena mereka pikir gengsi dan juga harga diri lebih penting dari pada meningkatkan pertanian Indonesia. Permasalahan serupa ini juga berlaku bagi generasi muda di wilayah Kabupaten Cilacap. Kepala BP2KP Kabupaten Cilacap, Ir. Sujito,M.Si, ketika membuka Pelatihan Peluang Bisnis dan Pembuatan Ransum Sapi Potong di Balai Penyuluhan Kecamatan Kesugihan, Senin 4 Juni 2012, memberikan apresiasi atau penghargaan yang setinggi-tingginya, kepada para pemuda tani, atas peran aktifnya terjun di sektor pertanian, khususnya sub sector peternakan, dalam turut mengembangkan budidaya ternak Sapi di wilayah kecamatan Kesugihan. Sesuai sasaran dan target pembangunan pertanian, pemerintah telah mencanangkan 4 ( empat) Sukses Pembangunan Pertanian pada tahun 2014, yang meliputi 1. Pencapaian Swasembada dan Swasembada Berkelanjutan, 2. Peningkatan diversifikasi pangan, 3. Peningkatan NIlai Tambah, Daya Saing dan Ekspor, serta 4. Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat. "Khusus untuk target pertama, pada pencapaian swasembada daging sapi, pemerintah telah menetapkan target produksi sebesar nol koma 55 juta ton pada tahun 2014. Sedangkan target produksi Daging Sapi pada tahun 2012 ini sebanyak 447 ribu 569 ton secara Nasional". Jelas Sujito Untuk mewujudkan pencapaian produksi daging sapi tersebut, tentu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, sehingga memerlukan kerja keras semua pihak yang terkait, termasuk para penyuluh peternakan serta para pelaku utama dan pelaku usaha di sub sektor peternakan ini. Sapi potong merupakan salah satu ternak penghasil daging terbesar, setelah ternak unggas di Cilacap, namun produksinya belum mampu memenuhi kebutuhan, karena populasinya relatif rendah yaitu sebanyak 4 ribu 368 ekor yang dipotong dengan produksi daging 812 ribu 448 kilogram, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Cilacap pada tahun 2010. Diperkirakan sampai dengan tahun 2012 ini juga tidak terlalu banyak mengalami perubahan yang berarti. Swasembada daging sapi dapat terwujud, jika system dan usaha agribisnis sapi potong dapat produktif, menguntungkan dan berkelanjutan, sehingga diperlukan dukungan inovasi teknologi produksi sapi potong yang tepat guna spesifik lokasi. Karena pada penyampaian materi pelatihan pemuda tani yaitu Peluang Bisnis Ternak Sapi dan pembuatan ramsum makanan pada ternak sapi ini diharapkan, dapat sebagai inovasi dan motivasi bagi generasi muda, khususnya pemuda tani dalam mengembangkan usaha ternak sapinya. (ap)