Tradisi mengonsumsi jamur sudah berjalan sejak lebih dari 1.000 tahun yang lalu. Hampir seluruh penduduk di berbagai belahan bumi ini pernah merasakan nikmatnya masakan yang berasal dari jamur. Bahkan, masyarakat di negara maju sudah mewajibkan untuk mencantumkan jamur di dalam daftar belanja bulanan mereka. Dengan demikian, kondisi ini mendptakan pasar internasional yang cukup besar. Walaupun Indonesia termasuk terlambat ikut bermain di pasar jamur internasional karena baru rnulai melakukan ekspor pada dekade 1970-an, peranannya sebagai pemasok jamur sudah mendapar pengakuan dari sesama negara produsen jamur konsumsi. Pada masa kejayaannya, sebuah perusahaan jamur di VVonosobo, Jawa Tengah, pernah tercatat sebagai produsen iamur terbesar diAsiaTenggara. Hampir sebagian besar produksi rnereka diekspor keAmerika Serikat, Kanada.TimurTengah, dan Jepang. Volume dan nilai ekspor jamur konsumsi Tahun Bentuk Ekspor Nilai (US$000) Volume (ton) 1994 Segar Olahan 8.827 17.010 14.314 32.682 1995 Segar Olahan 4.870 18.580 6.497 38.521 1996 Segar Olahan 1.626 21.205 2.326 36.319 1997 Segar Olahan 1.685 18.207 2.044 23.494 1998 Segar Olahan Segar Olahan 116 6.7587.495 168 7.924 122 2000 176 10.343 2001 Campuran 26.430 - 2002 Campuran 18.229 - 2003 Campuran 16.139 - 2004 Campuran 21.452 - Sumber : BPS 2000 Sumber : Budi Daya Jamur, AgroMedia