PEMAMPAATAN PUPUK BOKASHI DI KELOMPOK TANI BINA HARAPAN NAGARI TANJUNG BONAR AUR (TBA) SELATAN
Tahun Anggaran 2018 Dinas Pertanian Kabupaten Sijunjung melalui kegiatan Peningkatan pengawalan dan pendampingan Upsus satker (10) Provinsi Sumatera Barat dialokasikan pada 8 Kecamatan kegiatan SL demplot, pada setiap kecamatan terdiri dari 5 WKPP . Wilayah Kerja Penyuluhan Pertanian (WKPP) Tanjung Bonai Aur Selatan merupakan salah satu WKPP pelaksana demplot SL dengan komoditi padi sawah. Disadari pada akhir- akhir ini produktivitas padi cendrung menurun hal ini banyak paktor baik secara internal ( teknis ) maupun secara eksternal ( non teknis):- mahal harga pupuk- tidak tersedianya distribusi pupuk pada setiap wilayah- degradasi kesuburan tanah oleh pemakaian pupuk kimia secara berlebihan- residu Hama / penyakit- tenaga kerja /upah yang mahal- konversi lahan - cuaca dan iklim Salah satu diantaranya punya pengaruh dan dampak kecenderungan produksi menurun adalah kurangnya / tidak diberikannya pupuk kompos sebagai komponen peningkatan produksi pada lahan petani ( kelompoktani). Kita tahu bahwa kompos / bokashi mempunyai mampaat yang luar biasa jika kita berikan pada tanaman . Beberapa mampaat bahan kompos / pupuk bokashi : 1.Bahan kompos merupakan sisa sisa dari bahan tanaman , pelapukan maupun kotoran ternak yang mengandung Nutrisi alami utk pertumbuhan tanaman 2.Bahan organic akan menjadi berkualitas apabila dilakukan permentasi dengan penggunaan decomposer seperti M4, Tricodarma, maupun dari MOL3.Pembuatan Bokhasi mudah dilaksanakan4.Pupuk Bokashi / kompos merupakan bahan organic yang sudah dipermentasikan yang berfungsi utk :-Kesuburan tanaman-Mengandung Nutrisi-Mengikat ion / mineral tanah-Memperbaiki struktur tanah-Memperbaiki sifat fisik , biologi dan kimia tanah Materi Pembelajaran :1.Macam- macam bahan organic2.Mampat pupuk Bokasi bagi tanaman3.Teknik pembuatan pupuk bokasi4.Aplikasi bokashi bagi tanama Teknik Pembuatan Pupuk Bokhasi 1.Alat dan Bahan Bahan – bahan :a.Jerami 200 kg termasuk berbagai jenis rumput, dipotong-potong sepanjang 5-10 cm.b.Dedak 10 kgc.Sekam/arang sekam 200 kgd.Pupuk kandang 100 kge.Gula pasir 10 sendok makanf.Em4 100 ml (10 sendok makan)g.Air secukupnya (air sumur) Alat – alat : Parang, sekop, pengukur suhu.2.Langkah Kerjaa.Larutkan Em4 dan gula ke dalam air. Larutan tersebut sebelum di gunakan di biarkan selama 15 menit. b. Jerami, arang sekam/sekam, dedak, dan pupuk kandang di campur secara merata.c.Siramkan larutan Em4 secara perlahan-lahan ke dalam adonan secara merata sampai kandungan air adonan mencapai 30 %. Bila adonan di kepal dengan tangan, air tidak keluar dari adonan dan bila di lepas maka adonan akan mekar.d.Adonan di gundukkan di atas tempat kering dengan ketinggian 15-20 cm kemudian di tutup dengan karung goni selama 3-4 hari.e.Pertahankan suhu gundukkan adonan 40-50o C. Jika suhu lebih dari 50o C f.bukalah karung penutup dan gundukan adonan dibolak-balik, kemudian di tutup lagi dengan karung goni. Suhu yang tinggi dapat mengakibatkan bokashi menjadi rusak karena terjadi proses pembusukan. Pengecekan suhu dilakukan setiap 5 jam.g.Setelah 4 hari, bokashi telah selesai fermentasi dan siap digunakan sebagai pupuk organic. Aplikasi lapangan 1.Bokasi diberikan 3-4 genggam (150-200 gr) untuk setiap meter persegi tanah. 2. disebar merata kemudian tanah diolah dengan cangkul/bajak, tanah yang kurang subur dapat diberikan lebih. Diharapkan kelompoktani Bina Harapan Nagari Tanjung Bonai Aur Selatan ini Khususnya dan kelompoktani lainnya di WKPP TBA Selatan dapat menerapkan pemampaatan pupuk bokasi untuk tanaman khususnya padi sawah yang diberikan sebelum tanam 2-4 ton /ha sehingga produktivitas bisa meningkat untuk peningkatan dan kesejahteraan petani dan keluarganya. Ditulis oleh : Yusuf, S.PKP ( Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian Kab. Sijunjung )Sumber informasi diolah dari berbagai sumber