Loading...

PEMANENAN DAN PASCA PANEN TANAMAN ANGGUR

PEMANENAN DAN PASCA PANEN TANAMAN ANGGUR
Pemanenan tanaman anggur umumnya tidak seragam, tergantung dari varietas anggur yang ditanam, iklim dan ketinggian tempat dimana anggur itu ditanam. Pemanenan adalah kegiatan memetik buah yang telah siap panen atau mencapai kematangan fisiologis sesuai persyaratan yang telah ditentukan dengan tujuan untuk memperoleh hasil sesuai dengan tingkat kematangan buah.Secara umum, tanaman anggur yang ditanam di daerah sedang sampai dingin, tanaman sudah dapat dipanen pada umur 3-4 tahun. Sedang anggur yang ditanam di daerah tropis, pemetikan buah sudah dapat dilakukan sekitar 18-24 bulan sejak benih ditanam. Tanaman anggur yang ditanam di daerah yang mempunyai ketinggian tempat yang berbeda dapat dipanen buahnya pada waktu yang berbeda pula. Tanaman yang ditanam di dataran rendah biasanya sudah dapat dipetik buahnya 80 hari setelah bunga mekar atau kira-kira 120-125 hari setelah pemangkasan. Sedang bagi tanaman yang diusahakan di dataran tinggi, usia panen akan bertambah. Setiap ketinggian tempat penanaman anggur bertambah 100 m dpl, usia panen akan bertambah 4 hari. Buah anggur bisa dipanenan sebanyak 2- 3 kali, asal tanaman dipangkas secara rutin sesuai aturan pemangkasan anggur. Misal jika tanaman anggur itu dipangkas pada bulan Maret, maka buah anggur sudah siap dipetik pada bulan Juni atau Juli. Kualitas dan rasa buah yang dipanen akan memuaskan, asal pada bulan-bulan itu cuaca kering dan mqtahari bersinar sepanjang hari. Sedang bila tanaman dipangkas bulan Agustus, maka buah anggur siap dipanen pada bulan Nopember atau Desember. Biasanya buah anggur yang diperolehnya kurang bagus karena pada bulan-bulan tersebut cuaca sering hujan. Buah anggur yang diperolehnya biasanya kematangannya tidak merata, buah mudah busuk dan retak serta kulitnya pecah. Prinsipnya, supaya pemanenan buah diperoleh hasil yang memuaskan, pemetikannya bisa siatur sedemikian rupa sehingga buah dipetik pada saat muism kemaru atau tidak ada hujan dan matahari bersinar sepanjang hari. Pastikan agar pembungaan dan pematangan buah jatuh pada saat cuaca kering dan udara cerah karena matahari bersinar sepanjang hari. Tanaman anggur yang ditanam pada daerah yang curah hujannya pendek (3-4 bulan setahun), pengaturan tanaman anggur agar berbuah 2-3 kali per tahun tidak begitu merepotkan, asalkan daerah penanaman anggur mendapat pengairan yang mencukupi. Perlu diketahui, buah anggur tidak dapat matang dalam pemeraman karena buah ini tergolong buah nonklimaterik. Oleh karena itu, buah anggur harus dipetik pada umur yang tepat atau dipetik saat matang. Tanaman anggur yang ditanam di dataran tinggi, anggur bisa matang 105 hari setelah berbunga atau 125 hari sejak tanaman dipangkas berat. Sedang tanaman yang diusahakan di dataran rendah, biasanya anggur lebih cepat matang dan rasanya lebih manis dibanding anggur yang ditanam di dataran tinggi. Buah Siap Dipanen Sebagai tanda bahwa buah anggur itu siap dipetik, alias sudah masak, warna buah telah berubah. Contoh, jenis anggur merah akan mengalami perubahan warna buah dari hijau menjadi merah mengkilap dan ditutupi lapisan lilin mirip bedak tebal. Tekstur buah apabila dipijat dengan jari terasa kenyal, tidak keras dan tidak terlalu lunak. Selain itu, buah mengeluarkan aroma masak yang khas, butir buah mudah dipisahkan dari dompolannya dan bentuk buah menjadi bulat lonjong. Panenannya sebaiknya dilakukan pada keadaan cuaca cerah dengan hati-hati. Caranya, buah digunting dengan alat gunting yang tajam dan bersih pada bagian pangkal tangkainya (dompolan), yaitu dengan memegang tandan buahnya, lalu potong tangkainya. Lapisan lilin (bedak) yang menutupi buah jangan dibersihkan karena berguna untuk menjaga buah agar tetap segar dan untuk mencegah serangan organisme pengganggu buah, terutama hama dan penyakit Setelah buah dipanen dikumpulkan atau dimasukkan ke dalam keranjang yang bersih. Jika memungkinkan, buah yang sudah dipanen itu digantung atau diangin-anginkan supaya kesegaran buah bisa tahan lebih lama. Penggantungan itu cukup satu dompol satu dompol di tempat penyimpanan atau gudang yang bersih dan bebas dari bagu-bauan. Pasca Panen Pasca panen adalah kegiatan sortasi, pengkelasan, pengemasan dan penyimpanan buah berdasarkan ukuran dan standar mutu yang telah ditentukan. Tujuannya untuk menghasilkan buah dengan standar mutu yang baik dan seragam. Prosedur pelaksanaan pasca panen dapat dilakukan, pertama-tama hasil panen dikumpulkan di tempat yang strategis, yaitu ditaruh di tempat yang teduh dan dekat dengan jalan dan sarana pengangkutan. Setelah itu, buah dimasukkan ke dalam kotak karton, peti kayu atau keranjang plastik yang bagian dasarnya dialasi atau dilapisi dengan serpihan kertas koran yang bersih. Hasil panen yang sudah dimasukkan ke dalam karton diangkut secara hati-hati ke gudang penampungan hasil. Pekerjaaan berikutnya, di gudang penampungan hasil ini buah-buah diklasifikasikan berdasarkan ukuran butir buah atau dompolan buah. Setelah itu, buah dikemas dalam kotak karton, peti kayu atau keranjang plastik yang dialasi atau dilapisi serpihan kertas korang yang bersih. Buah-buah yagn sudah dikemas dalam kotak karton ini diberi stiker (label identitas) yang ditempelkan pada wadah kemasan, kemudian segera diangkut ke tempat pemasaran. Jika buah akan disimpan dahulu sebelum dipasarkan, buah disimpan dalam ruangan yang bersuhu dingin (cold storage) Jika buah akan dikirim ke tempat yang jauh, buah dimasukkan ke dalam peti yang terbuat dari karton atau kayu yang mempunyai lubang angin untuk menstabilkan atau untuk menyesuaikan suhu udara dalam peti dengan suhu udara luar sehingga suhu udara dalam peti tidak terlalu panas/pengap. Sebab, jika suhu udara dalam peti terlalu panas akan mempercepat rusaknya buah. Pada dasar peti diberi lapisan lunak seperti serpihan koran bersih. Buah disusun secara rapi di dalam peti yang sudah diberi lapisan lunak tersebut. Rongga-rongga antara dompolan buah diberi juga lapisan lunak, demikian juga di atas dompolan buah diberi lapisan lunak lagi. Setelah itu, peti yang berisi anggur dibiarkan terbuka 6-8 jam, barulah peti ditutup (Muchdat Widodo)) ================================================================== Penulis : Ir.Muchdat Widodo,MM Penyuluh Madya, Pusat Penyuluhan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembang- an SDM pertanian Sumber : 1. Ir.Sri Kuntarsih,MM.Standar Operasional Prosedure (SOP) Anggur Red Prince Kota Probolinggo, Jawa Timur. Direktorat Budidaya Tanaman Buah, Direktorat Jenderal Hortikultura, Jakarta, 2007. 2. Bernard T.Wahyu Wiryanta. Membuahkan Anggur di Dalam Pot dan Pekarangan.PT.AgroMedia Pustaka, Jakarta Selatan, 2004 3. Setiadi. Bertanam Anggur. Penebar Swadaya, Depok-Jawa Barat, 2008.. Admin - ridoan Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}