Loading...

PEMANENAN PADI (Oryza sativa) SECARA BAIK DAN BENAR

PEMANENAN PADI (Oryza sativa) SECARA BAIK DAN BENAR
Panen Padi (Oryza sativa) Secara Baik Dan Benar – Panen Padi merupakan kegiatan akhir dari setiap budidaya dan permulaan dilakukan penanganan pascapenen. Bertujuan mendapatkan hasil gabah pada tingkat kematangan optimal,mencegah kerusakan dan kehilangan hasil seminimal mungkin. Penentuan waktu dan cara panen padi yang tepat akan memberikan keuntungan dengan hasil gabah memuaskan,dalam menghasilkan gabah dan beras berkualitas baik serta meminimalisir kehilangan hasil gabah. Aspek-aspek Panen Padi Hal yang perlu diketahui sebelum padi siap panen, yaitu pemasakan/pematangan bulir padi. Proses pemasakan bulir padi terdapat 4 stadia masak: Stadia masak susu dengan tanda-tanda yaitu, tanaman padi masih berwarna hijau tetapi malai-malainya sudah terkulai, ruas batang bawah kelihatan kuning, gabah bila dipijit dengan kuku keluar cairan seperti susu, stadia masak susu terjadi pada saat 10 hari setelah fase berbunga merata. Stadia masak kuning. Tanda-tandanya seluruh tanaman tampak kuning dari semua bagian tanaman, hanya bulu-bulu sebelah atas yang masih hijau, isi gabah sudah keras, tetapi mudah pecah dengan kuku, stadia masak kuning terjadi 7 hari setelah stadia masak susu. Stadia masak penuh. Tanda-tandanya batang-batang mulai kering, isi gabah tidak dapat/sukar dipecahkan, pada varietas-varietas yang mudah rontok stadia ini belum terjadi kerontoka, stadia masak penuh terjadi 7 hari setelah stadia masak kuning. Stadia masak mati. Tanda-tandanya isi gabah keras dan kering, varietas yang mudah rontok pada stadia ini sudah mulai rontok, stadia masak mati terjadi 6 hari setelah masak penuh. Pemanenan untuk gabah konsumsi dilakukan pada stadia masak kuning. Sedangkan gabah untuk pembenihan dilakukan pemanenan pada stadia masak penuh. Adapun tanda-tanda padi siap panen adalah: Umur optimal malai 30 – 35 hari terhitung sejak hari sesudah berbunga (HSB). Kerontokan gabah sekitar 16 – 30 % (Cara mengukurnya dengan meremas dengan tangan). Kadar Air Gabah telah mencapai 22 – 23 % pada musim kemarau dan kadar air 24 – 26 % di musim penghujan Pengamatan Visual dilakukan dengan cara mengamati serta melihat kenampakan padi pada hamparan sawah. Panen akan optimal bila 90-95 % butir gabah pada malai padi sudah berwarna kuning atau kuning keemasan Pengamatan Teoritis dilakukan dengan cara mengamati serta melihat jenis varietas padi dan mengukur kadar air dengan Moisture tester Alat-alat Panen Padi Dalam melakukan proses pemanenan, alat-alat yang digunakan untuk memanen yaitu : Sabit/sabit bergerigi Umumnya digunakan untuk memotong varietas unggul baru yang .biasanya digunakan untuk menekan kehilangan hasil sebesar 3%. Mesin modern seperti reaper atau combine harvester biasanya dianjurkan pada daerah -daerah yang kekurangan tenaga kerja dan dioperasikan dilahan dengan kondisi baik (tidak tergenang, tidak berlumpur dan tidak becek). Ditulis oleh: NINGRUM SUPRIATIN (Penyuluh Pertanian Pelaksana Pemula Pada Dinas Pertanian Dan Pangan Kab.Trenggalek) Ditulis dari berbagai sumber