Tomat merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura yang mempunyai sifat tidak tahan lama karena mudah rusak dan busuk. Buah tomat memiliki kadar air tinggi yang menyebabkan buah tomat cepat mengalami kerusakan. Tomat setelah dipanen masih melakukan proses metabolisme menggunakan Cadangan makanan yang terdapat dalam buah. Selain aktivitas metabolisme kerusakan dapat juga disebabkan kontaminasi mikroba, pengaruh suhu, udara dan kadar air. Pemanenan buah tomat dilakukan satu persatu dan dipilih buah yang siap petik.
Kriteria masak petik yang optimal dapat dilihat dari warna kulit buah, ukuran buah, keadaan daun tanaman dan batang tanaman, yakni :
a) kulit buah berubah dari warna hijau menjadi kekuning-kekuningan
b) bagian tepi daun tua telah mengering
c) batang tanaman menguning/mongering
Penanganan pasca panen tomat meliputi:
1. Pengumpulan Hasil Panen
Lokasi pengumpulan harus dekat dengan tempat pemanenan sehingga tidak terjadi penyusutan atau penurunan kualitas akibat pengangkutan dari dan ke tempat pengumpulan. Selain itu tempat pengumpulan juga harus terlindung dari sinar matahari agar hasil panen tidak cepat layu karena penguapan.
Cara efektif mengumpulkan hasil panen:
1) Siapkan keranjang/peti, kontainer, tenda panen/saung, sarung tangan, karung untuk tempat sampah, alas plastik/terpal
2) Tenda panen/saung untuk tempat penampungan hasil panen buah tomat, harus terlindung dari air hujan serta sinar matahari langsung, sirkulasi dara baik, bersih dari sampah, dan lokasinya dekat atau di dalam kebun tomat
3) Isi keranjang/peti tidak boleh terlalu padat dengan tujuan untuk mengurangi terjadinya tekanan.
2. Trimming dan Cleaning
Trimming adalah mengambil dan membuang bagian yang tidak terpakai, seperti tangkai, daun kering jika tidak diperlukan. Sedangkan cleaning Adalah membersihkan buah dari kotoran, debu, tanah, dan pestisida yang menempel pada buah. Perlakuan trimming dan cleaning ini untuk mendapatkan buah tomat yang bersih dan sesuai dengan permintaan pasar.
Cara membersihkannya yaitu:
1) Mengambil dan membuang bagian yang tidak terpakai, seperti tangkai, daun kering jika tidak diperlukan
2) Lalu setiap buah yang kotor dilap dengan menggunakan lap bersih untuk menghilangkan kotoran, debu, tanah, dan pestisida yang menempel pada buah.
3. Sortasi dan grading
Sortasi dan grading bertujuan memilah buah tomat sesuai dengan mutu dan ukuran. Hal ini perlu dilakukan karena buah tomat memiliki mutu dan ukuran yang bervariasi. Variasi tersebut dapat disebabkan oleh faktor genetik, lingkungan dan agronomi. Setelah perlakuan grading dan sortirasi, dapat ditentukan harga, kegunaan, dan jenis pasar yang cocok untuk buah tomat. Hasil panen disortasi dengan memisahkan buah yang memiliki kualitas baik dengan buah yang rusak, cacat atau terluka. Di tempat pengumpulan, buah tomat kemudian disortir berdasarkan warna, ukuran, dan mutunya. Dengan melakukan sortasi dapat menekan penurunan kualitas buah tomat sekitar 20%.
Grading berdasarkan warna kulit buah tergantung jarak pasar. Kriteria buah yang dipanen disesuaikan dengan tujuan pemasaran atau untuk konsumsi. Untuk pemasaran jarak dekat, buah tomat dapat dipanen sewaktu buah tomat berwarna kekuningan. Untuk tujuan pengolahan (processing, pengalengan), konsumsi buah segar ataupun bumbu dapur, dipanen setelah masak fisiologis, ditandai dengan kulit buah yang berwarna merah. Memanen buah yang masih hijau namun ukuran buahnya telah maksimal, pilihan yang baik untuk memperpanjang umur simpannya, karena nilai gizinya tidak berbeda dan cocok untuk pengiriman jarak jauh.
Penulis
BPP Kecamatan Muara, Dinas Pertanian Tapanuli Utara
Sumber: