Loading...

PEMANFAATAN ARANG SEKAM PADI SEBAGAI BRIKET ALTERNATIF BAHAN BAKAR

PEMANFAATAN ARANG SEKAM PADI SEBAGAI BRIKET ALTERNATIF BAHAN BAKAR
PEMANFAATAN ARANG SEKAM PADI SEBAGAI BRIKET ALTERNATIF BAHAN BAKAR PENDAHULUAN Latar belakang Pemanfaatan sekam di Indonesia saat ini masih sangat terbatas antara lain untuk media tanaman hias, pembakaran bata merah, atau sebagai pelindung balok es. Selain itu, sekam juga dimanfaatkan sebagai media pupuk, serta inkubasi ayam. Sekam mempunyai kandungan selulosa yang cukup tinggi sehingga dapat memberikan pembakaran yang merata dan stabil, dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi panas sebagai pengganti minyak tanah. Briket sekam padi memiliki potensi untuk dimanfaatkan dan dikembangkan di Indonesia. Limbah sekam padi terdapat dalam jumlah yang melimpah, murah, dan renewable. Pemanfaatan sekam sebagai bahan baku briket dilatar belakangi tingginya limbah hasil panen padi. Berbagai varietas padi menghasilkan limbah sekam yang berbeda-beda. Pada proses penggilingan padi, sekam akan terpisah dari butir beras dan menjadi bahan sisa atau limbah penggilingan. Kadar sekam adalah 20-30% dari bobot gabah yang digiling, dedak atau abu 15 %, dan beras giling 50-53,5 %. (Hambali dkk, 2007). Sekam padi kebanyakan dibuang dan dibakar. Banyak petani yang belum mampu memanfaatkan karena minimnya kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan. Oleh karena itu, dampak yang ditimbulkan adalah pencemaran lingkungan karena sekam padi tidak dapat terelakkan. Strategi efektif pemanfaatan limbah sekam ini dapat dilakukan dengan alat dan teknologi yang sederhana.. Briket bioarang yang dihasilkan dari sekam padi memiliki kelebihan, yaitu sangat baik digunakan untuk bahan bakar yang merata dan stabil. Selain sebagai sumber energi, abu hasil pembakaran briket dapat digunakan untuk abu gosok oleh petani dan manfaat lainnya. Pembakaran briket biorang tidak menghasilkan emisi gas beracun seperti NOx dan SOx yang dihasilkan pada pembakaran briket batu bara. Keuntungan lain adalah tersedia bahan bakar (bioenergi) untuk keperluan petani, penghematan bahan bakar fosil, dan potensi penguatan perekonomian petani. Salah satu upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia pelaku pembangunan pertanian untuk mendukung agribisnis dipedesaan adalah dengan Menjadikan potensi arang sekam, alternatif bahan bakar pilihan karena limbah sekam yang dihasilkan luar biasa banyaknya. (Sumber: BB Pascapanen Balitbangtan TINJAUAN PUSTAKA Sekam, Komposisi dan Pemanfaatannya Sekam padi merupakan lapisan keras yang meliputi kariopsis yang terdiri dari dua belahan yang disebut lemma dan palea yang saling bertautan. Pada proses penggilingan beras sekam akan terpisah dari butir beras dan menjadi bahan sisa atau limbah penggilingan. Sekam dikategorikan sebagai biomassa yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti bahan baku industri, pakan ternak dan energi atau bahan bakar. Dari proses penggilingan padi biasanya diperoleh sekam sekitar 20-30%, dedak antara 8- 12% dan beras giling antara 50-63,5% data bobot awal gabah. Sekam padi merupakan lapisan keras yang menutupi kariopsis yang terdiri dari dua belahan yang saling bertautan yang disebut lemma dan palea (Nugraha, 2008). Menurut Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian, tanpa tahun). Sekam dikategorikan sebagai biomassa yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti bahan baku industri, pakan ternak dan energi atau bahan bakar. Komposisi kimiawi sekam Komponen Persentase Menurut Suharno (1979) Kadar air 9,02 Abu 17,71 Karbohidrat kasar 33,71 Menurut DTC-IPB Karbon (zat arang) 1,33 Hidrogen 1,54 Oksigen 33,64 Silika (S1O2) 16,98 Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Briket Lama Penyalaan Briket Kecepatan pembakaran dipengaruhi oleh struktur bahan, kandungan karbon terikat dan tingkat kepadatan bahan. Jika briket memiliki kandungan senyawa volatile (zat yang mudah menguap) yang tinggi, maka briket akan mudah terbakar dengan kecepatan pembakaran tinggi (Jamilatun, 2008). Proses briket arang sekam menjadi bahan bakar Pembuatan briket arang sekam memerlukan dua proses tahapan. Proses pertama adalah pembuatan arang sekam padi. Proses ini akan dilanjutkan dengan proses pengolahan arang sekam menjadi briket bahan bakar. Cetakan briket arang sekam dapat dibuat sendiri, dari papan kayu, pipa pralon atau dari tabung bambu. Briket yang dicetak dengan buluh bambu berbentuk silinder, sedangkan cetakan dari papan kayu dapat berbentuk balok atau kubus. Selain bahan di atas, pencetakan dapat dilakukan dengan gelas plastik aqua atau gelas plastik bekas puding, berdasarkan pengamatan cetakan gelas plastik ini lebih mudah saat melepas briket dari cetakan. Campurkan tepung kanji dan air panas dalam ember besar kemudian aduk hingga rata hingga menjadi adonan lem yang lengket. Adonan ini akan merekatkan butiran-butiran sekam hingga menyatu saat dicetak. Jika air terlalu panas dan langsung dicampurkan dengan tepung kanji kering biasanya sebagian tepung tidak tercampur dengan baik, nampak seperti gumpalan-gumpalan putih di antara adonan lem Agar keduanya tercampur dengan baik, tepung kanji bisa dilarutkan dulu sebelumnya dengan sedikit air dingin hingga rata seperti santan. Baru kemudian sedikit demi sedikit dituangkan air panas sambil diaduk. Dengan cara ini hasil lem kanji akan lebih rata dan bagus. Siapkan sekam padi yang sudah diproses menjadi arang terlebih dahulu. Campurkan adonan lem kanji tadi dengan arang sekam padi dengan perbandingan 1 : 7, aduk hingga merata. Untuk mendapatkan tekstur briket yang halus, arang sekam bisa ditumbuk terlebih dahulu. Langkah berikutnya adalah pencetakan briket. Masukkan adonan ke dalam cetakan bambu atau papan kayu. Padatkan adonan dengan tekanan tangan atau bantuan kayu. Setelah dikeluarkan dari cetakan, tempatkan di papan penjemuran, atur dengan rap Langkah terakhir adalah langkah pengeringan. Jemur briket yang masih basah ini di panas matahari hingga kering. Penjemuran bisa memakan waktu beberapa hari, pastikan hasilnya benar-benar kering. Setelah kering briket siap dikemas atau digunakan. Cara Menyalakan Briket Sekam Padi. Untuk menyalakan briket sekam padi sama dengan cara menyalakan arang. Buat api dari potongan kayu-kayu kecil dibantu dengan bahan starter lain yang mudah terbakar seperti kertas atau sabut kelapa. Setelah menyala, tambahkan briket ke dalam api sedikit demi sedikit. Penyusun : Dede Rohayana DAFTAR PUSTAKA Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian, tanpa tahun) Sekam dikategorikan sebagai biomassa yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti bahan baku industri, pakan ternak dan energi atau bahan bakar Hambali dkk, 2007. Pada proses penggilingan padi, sekam akan terpisah dari butir beras dan menjadi bahan sisa atau limbah penggilingan Nugraha, S. dan Setiawati, J. 2001, Peluang Agribisnis Arang Sekam. Balai Penelitian Pascapanen Pertanian Departemen Pertanian, Jakarta Jamilatun, S. 2011. Kualitas Sifat-sifat Penyalaan dari Pembakaran Briket Tempurung Kelapa, Briket Serbuk Gergaji Kayu Jati, Briket Sekam Padi, dan Briket Batubara, Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia “Kejuangan” Pengembangan Teknologi Kimia untuk Pengolahan Sumber Daya Alam Indonesia, Program Studi Teknik Kimia, Universitas Ahmad Dahlan. Yogyakarta. .