Loading...

Pemanfaatan Jerami Sebagai Sumber Pupuk Organik Efektif Padi Sawah

Pemanfaatan Jerami Sebagai Sumber Pupuk Organik Efektif Padi Sawah
Era revolusi hijau menyebabkan penggunaan pupuk anorganik yang terus menerus bahkan dosisnya sudah melebihi ambang batas ekonomi. Petani terpacu untuk terus meningkatkan hasil pertaniannya tanpa mempedulikan akibatnya pada lahan pertanian miliknya. Tanpa disadari unsur-unsur hara di dalam tanah terus diambil oleh tanaman tanpa ada upaya untuk menggantinya kembali. Unsur-unsur yang terambil dari dalam tanah dan tidak tergantikan itu adalah unsur-unsur mikro, yang jarang terperhatikan oleh petani, padahal meskipun mikro (kecil) namun manfaatnya tidak bisa dikesampingkan. Petani hanya memenuhi unsur-unsur makro berupa N, P dan K yang tersedia di pupuk anorganik. Kondisi lahan pertanian sekarang menunjukan kandungan bahan organik yang rendah, hal ini menimbulkan banyak masalah, antara lain: efisiensi pupuk yang rendah, aktivitas mikroba tanah yang rendah, dan struktur tanah yang kurang baik. Akibatnya produksi padi cenderung turun dan kebutuhan pupuk terus meningkat. Solusi mengatasi permasalah ini adalah dengan menambahkan bahan organik/ kompos ke lahan-lahan sawah. Kompos harus ditambahkan dalam jumlah yang cukup hingga kandungan bahan organik kembali ideal seperti semula. Jerami merupakan sumber bahan organik yang murah untuk memperbaiki mutu tanah namun banyak petani yang menyepelekan pentignya jerami sebagai bahan organik yang lambat laun akan mengembalikan kesuburan tanah dan dapat membantu memperbaiki struktur tanah. Penggunaan jerami padi ke dalam tanah sawah dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan pupuk anorganik. Jerami padi sebanyak 5 ton mengandung 38 kg N, 3 kg P, 113 kg K, dan 209,5 kg Si. Bilamana jerami padi dikembalikan ke dalam tanah maka dapat mengurangi kebutuhan pupuk K anorganik yang relatif banyak, dan ketersediaan K akan meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan penyakit tanaman. Salah satu usaha untuk menambahan bahan organik dengan memanfaatkan jerami sebagai pengganti pupuk untuk meningkatkan kesuburan tanah secara lebih efisien biaya. Pemanfaatan jerami sebagai bahan pupuk memang secara langsung dapat dimanfaatkan untuk diolah sebagai pupuk organik. Pengolahan tanah dengan mengikutkan jerami dibajak bersama tanah, kemudian diberikan cairan pengurai bakteri untuk merombak dan mengurai sisa bahan organik/jerami menjadi kompos sehingga proses pengurai jerami dapat lebih cepat. Dengan demikian, kesuburan tanah akan dapat meningkat dan struktur tanah dapat diperbaiki, sehingga petani tidak perlu lagi menambah pupuk kimia dengan jumlah banyak.