Loading...

Pemanfaatan Kohe Kambing sebagai Pupuk Organik

Pemanfaatan Kohe Kambing sebagai Pupuk Organik

Pemanfaatan Kohe Kambing sebagai Pupuk Organik

Menjelang musim tanam, petani di Desa Bumi Agung Marga, Kec. Abung Timur, Kab. Lampung Utara melakukan pemanfaatan pupuk organik dari ternak kambing. Kotoran hewan, seperti kotoran sapi, kotoran ayam, dan kotoran kambing memiliki unsur hara yang sangat bagus bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Pupuk organik mampu menyediakan unsur hara mikro hingga makro, pupuk organik memiliki kemampuan dalam perbaikan granulasi tanah yang berpasir dan tanah yang padat sehingga kualitas aerasi dapat ditingkatkan, drainase tanah dapat meningkat dan kemampuan tanah dalam menyimpan air semakin tinggi. Pupuk organik mengandung asam humat (humus) yang mampu meningkatkan kapasitas tukar kation tanah. Pupuk organik dapat meningkatkan pH tanah dan meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah, dan yang terakhir adalah pupuk organik tidak menyebabkan polusi air serta tanah (Soemargono et al., 2021).

Kohe kambing atau kotoran kambing memiliki banyak manfaat, di antaranya:

·       Pupuk organik: Kohe kambing dapat diolah menjadi pupuk organik yang kaya akan unsur hara makro dan mikro, seperti nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, magnesium, belerang, natrium, besi, tembaga, dan molibdenum. 

·       Meningkatkan kualitas tanah: Kohe kambing dapat memperbaiki struktur tanah, membuat tanah lebih gembur, dan meningkatkan mikroorganisme baik di dalam tanah. 

·       Merangsang pertumbuhan tanaman: Kohe kambing dapat merangsang pertumbuhan batang, daun, dan buah tanaman.

·       Meningkatkan produktivitas tanaman: Kohe kambing dapat meningkatkan produktivitas tanaman dan kualitasnya.

·       Mengurangi tercucinya nitrogen: Kohe kambing dapat mengurangi tercucinya nitrogen pada tanaman, sehingga tanaman dapat tumbuh lebih baik.

·       Menekan biaya pupuk: Kohe kambing dapat diolah menjadi pupuk organik yang dapat menekan biaya pupuk. 

Pencacahan kohe kambing adalah langkah awal untuk mengolah kotoran tersebut menjadi pupuk organik yang berkualitas, yang bisa dilakukan secara manual atau menggunakan mesin pencacah/chopper untuk menghaluskan dan menghancurkan gumpalan kohe. Alasan pengolahan pupuk organik terutama pupuk yang berasal dari kotoran kambing menggunakan bantuan berupa mesin adalah karena kotoran kambing memiliki tekstur yang keras sehingga tidak akan efektif jika ditaburkan secara langsung pada tanaman (Saputra dan Karcana, 2022).

Penggunaan mesin chopper dalam menghancurkan dan mengolah kotoran kambing untuk menjadi pupuk organik sangat berpengaruh signifikan. Penggunaan mesin chopper dalam kegiatan produksi pupuk dapat menghemat jumlah tenaga kerja (SDM) dan mempersingkat waktu kerja. Aplikasi mesin chopper dapat meningkatkan kualitas dari pupuk organik yang dihasilkan karena butiran kotoran kambing dapat hancur merata dan halus.

 

Tujuan dan Manfaat Pencacahan Kohe Kambing

  • Memudahkan Pengolahan: 

Kotoran yang sudah dicacah akan lebih mudah dicampur dan difermentasi, mengurangi waktu dan tenaga yang dibutuhkan. 

  • Meningkatkan Kualitas Pupuk: 

Hasil cacahan yang lebih halus akan menghasilkan pupuk organik dengan kualitas yang lebih baik dan kesuburan tanah yang lebih tinggi. 

  • Mengurangi Aroma Amoniak: 

Pencacahan dan proses fermentasi akan membantu mengurangi bau amoniak yang menyengat dari kotoran segar. 

  • Mengurangi Biji Gulma: 

Proses ini dapat membantu meminimalkan biji-biji gulma yang terkandung dalam kohe, sehingga tidak akan tumbuh saat pupuk digunakan. 

 

 Daftar Pustaka

Saputra, A.,A. dan Karcana. (2022). Perancangan mesin pencacah kotoran kambing kapasitas 1 ton/jam. Seminar Nasional Sains dan Teknologi ,Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta , 2 November 2022.

Soemargono, Purnomo E.S, dan Nove K.E. 2021. Teknologi Tepat Guna Pembuatan Pupuk Organik Padat Dan Cair Berbasis Kotoran Ternak Sapi. Surabaya: CV. Mitra Abisatya.

 

 

22 Mei 2025,

Penulis:

Tim BPP Abung Timur, Kab. Lampung Utara