Loading...

Pemanfaatan Kulit Pisang Sebagai Bahan Utama Pembuatan Pupuk Organik Cair

Pemanfaatan Kulit Pisang Sebagai Bahan Utama Pembuatan  Pupuk Organik Cair
Pendahuluan Pisang merupakan sa;ah satu tanaman yang sangat popular dan banyak dibudidayakan petani. Buah pisang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat karena memiliki banyak manfaat kesehatan bagi tubuh juga sangat mudah dijumpai di pasar tradisional maupun pasar modern. Olahan dari buah pisang sudah banyak diketahui masyarakat, misalnya seperti keripik pisang, kolak pisang, bolu ataupun kue yang berbahan dasar pisang maupun digunakan sebagai hiasan untuk mempercantik tampilan olahan tersebut. Sayangnya, hanya isi buah pisang saja yang dimanfaatkan sedangkan kulit pisangnya dibuang begitu saja. Minimnya pengetahuan tentang daur ulang dari kulit pisang, membuat kulit pisang menjadi limbah yang cukup berpengaruh bagi lingkungan sekitar. Padahal apabila kulit pisang diolah dengan baik dapat menghasilkan berbagai aneka olahan lezat dan dapat diolah menjadi pupuk organik cair. Pupuk Organik Cair (POC) adalah jenis pupuk organik yang terbuat dari limbah organik cair. Pupuk organik cair memiliki keunggulan yaitu unsur hara yang dikandungnya mudah diserap oleh tanaman. POC dapat digunakan untuk mendorong pertumbuhan tanaman dan meningkatkan kesuburan tanah. Cara pembuatan POC Kulit Pisang Bahan dan Alat yang dibutuhkan untuk membuat POC adalah botol bekas, kulit pisang, air pisang, dan gula pasir. Tahap pembuatannya adalah pertama, cuci hingga bersih botol bekas yang akan digunakan, Kedua, haluskan kulit pisang dengan cara diblender atau dicincang hingga menjadi potongan kecil-kecil. Ketiga masukkan gula pasir kedalam botol plastik dengan perbandingan gula pasir : volume botol (1 sendok gula pasir : 250 ml volume botol). Keempat, larutkan gula pasir dengan air bersih di dalam botol (volume air bebas). Kelima kulit pisang yang telah dihaluskan, kemudian dimasukkan ke dalam botol bekas yang berisi larutan gula pasir. Keenam tambahkan air bersih kedalam botol hingga batas leher botol. Ketujuh, botol dapat ditutup dengan rapat dan didiamkan selama lebih dari 7-10 hari. Kedelapan, buka tutup botol setiap hari agar gas yang terkandung dalam botol dapat keluar. Kesembilan pupuk siap digunakan pada tanaman setelah didiamkan lebih dari 7 hari. Faktor yang memengaruhi Keberhasilan pembuatan POC Adapun faktor yang mempengaruhi keberhasilan pembuatan pupuk organik cair (POC) yaitu suhu, intensitas cahaya matahari, kelembaban, dan waktu pembuatan. Penempatan POC selama proses fermentasi menjadi penting agar POC tidak terkena sinar matahari langsung di mana suhu dapat meningkat bila terkena sinar matahari langsung dan dapat membunuh bakteri pengurai bahan pembuatan POC ini. Hasil Uji Kandungan POC Kulit Pisang Hasil Penelitian Cahyawati et al., (2022) menunjukkan bahwa sampel pupuk organik cair yang telah berhasil diproduksi kemudian diuji di laboratorium dan hasil pengujian pupuk tersebut hanya terbatas pada uji kandungan hara makro nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K). Dari hasil analisis tersebut didapat kandungan nitrogen 0.09%, fosfor 113,34 mg/L, dan kalium 560,07 mg/L. Hasil analisa unsur N, P, dan K pupuk tersebut secara keseluruhan memang belum memenuhi standar pupuk yang telah ditetapkan oleh Peraturan Menteri Pertanian No. 70 tahun 2011 yaitu sebesar 3-6%, yang dinilai oleh banyak kalangan bahwa penetapan angka tersebut sangat sukar terpenuhi. Sementara itu, Putri et al. 2022 mengatakan bahwa kulit pisang memiliki banyak kandungan seperti magnesium, sodium, fosfor, dan sulfur yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Pembuatan pupuk organik dengan bahan kulit pisang dapat menghasilkan pupuk padat maupun pupuk cair. Berdasarkan analisis pada pupuk organik padat dan cair jika menggunakan kulit pisang kepok seperti yang dilakukan oleh Nasution (2013) di Laboratorium Riset dan Teknologi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, maka diketahui bahwa kandungan unsur hara yang terdapat di pupuk padat kulit pisang kepok yaitu, C-organik 6,19%; N-total 1,34%; P2O5 0,05%; K2O 1,478%; C/N 4,62% dan pH 4,8 sedangkan pupuk cair kulit pisang kepok yaitu, C-organik 0,55%; N-total 0,18%; P2O5 0,043%; K2O 1,137%; C/N 3,06% dan pH 4,5. Lebih lanjut dikatakan bahwa Kulit pisang juga mengandung potassium yang tinggi serta menjadi kunci nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman. Kulit pisang yang sudah kering mengandung 42% potassium lebih banyak dari kotoran hewan (pupuk kandang) yang hanya mempunyai kadar 0,2%. Pentingnya peran potassium untuk membantu distribusi air dan nutrisi antar sel tanaman. Tanaman akan menjadi lebih sehat dan memproduksibunga menjadi lebih banyak serta menimbulkan warna yang mencolok. Dengan menggunakan pupuk organik cair dari kulit pisang yang mengandung berbagai mikro dan makronutrien Manfaat Pupuk Organik Kulit Pisang Para petani akan mendapatkan berbagai manfaat yang beragam. Selain dapat memanfaatkan limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan memiliki nilai jual yang tinggi, kulit pisang juga memiliki kandungan potasium yang sangat tinggi sehingga membantu dalam membentuk bunga yang lebih besar dan cerah. Kandungan kalium pada kulit pisang kering yaitu sekitar 42%. Kalium merupakan salah satu unsur hara mikronutrient yang berfungsi untuk meningkatkan pembungaan dan juga menguatkan perakaran tanaman. Selain itu, nutrisi kulit pisang yang lain seperti magnesium dan fosfor juga berperan penting dalam perkembangan tanaman. Cara Mengaplikasikan Pupuk Organik Kulit Pisang Untuk pengaplikasiannya ke tanaman, pupuk cair ini harus dilarutkan dengan air terlebih dahulu. Perbandinganya adalah 1:10. Satu liter pupuk cair berarti harus dilarutkan dengan 10 liter air. Pengaplikasiannya sama seperti penggunaan pupuk pada umumnya. Namun, yang harus diketahui, pupuk kulit pisang ini sangat rendah nitrogen sehingga pengaplikasiannya perlu dikombinasikan dengan pupuk lain yang kaya nitrogen agar nutrisi tumbuhan dapat tercukupi. Simpulan Pupuk organik cair (POC) merupakan bentuk pupuk organik dari sampah organik yang berupa cairan. Kelebihan pupuk organik cair adalah unsur hara yang terdapat didalamnya lebih mudah diserap tanaman. Bahan baku pupuk cair yang sangat bagus dari sampah organik yaitu bahan organik basah seperti kulit pisang. Setelah bahan organic terdekomposisi maka bahan menjadi kaya akan unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Pengolahan menjadi kulit pisang menjadi pupuk merupakan pilihan yang sangat dianjurkan. Selain dapat membantu petani dalam mengurangi pupuk kimia pada tanaman, pupuk organik juga lebih efisien dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama. Pustaka Aji R. 2019. Cara Mengolah Kulit Pisang Menjadi Pupuk Orgnik. (online). https://desangunut.gunungkidulkab.go.id/first/artikel. Diakases tanggal 5 Pebruari 2024. Cahyawati, A. N., Kusuma, L. T. W. N., Widiyawati, S., Lustyana, A. T., Putro, W. W., Setyanto, N. W., . & Budiarko, A. P. (2022). Pemanfaatan Sampah Organik Menjadi Pupuk Organik Cair Dengan Pendekatan Effective Microorganisms Yang Berbasis Sustainable Manufacturing. TEKAD: Teknik Mengabdi, 1(1), 23-30. Nasution, F. J., Mawarni, L., & Meiriani, M. (2013). Aplikasi Pupuk Organik Padat dan Cair dari Kulit Pisang Kepok untuk Pertumbuhan dan Produksi Sawi (Brassica Juncea L.). Jurnal Agroekoteknologi Universitas Sumatera Utara, 2(3), 99570. Putri, A., Redaputri, A. P., & Rinova, D. (2022). Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Sebagai Pupuk Menuju Ekonomi Sirkular (UMKM Olahan Pisang Di Indonesia). Jurnal Pengabdian UMKM, 1(2), 104-109 Rokhlani Penyuluh Pertanian Madya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kab. Tegal