Idealnya setiap Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K), memiliki halaman atau lahan yang bisa dimanfaatkan sebagai sarana belajar, selain secara estetika sebagai penghias kantor itu sendiri. Dengan segala keterbatasan, kita tetap harus mampu mengelola dan mempercantik lahan atau halaman yang kita miliki. Sehingga akan memberikan daya tarik tersendiri, karena apa yang terlihat merupakan simbolisasi dari kegiatan yang ada di dalamnya. Demikian halnya dengan BP3K Kecamatan Pebayuran yang telah berusaha menunjukan eksistensinya melalui berbagai kegiatan yang dilaksanakan di halaman BP3K. Salah satu kegiatan yang telah dilaksanakan adalah menanam cabai merah dengan menggunakan plastik mulsa hitam perak atau yang di kenal dengan plastik mulsa PHP. Secara umum penggunaan mulsa ini bukanlah teknologi baru karena telah banyak digunakan oleh petani terutama di daerah pegunungan, yang merupakan daerah penghasil sayuran. Tetapi bagi petani di wilayah BP3K Kecamatan Pebayuran, plastik mulsa PHP merupakan teknologi baru. Hampir seluruh areal di wilayah Kecamatan Pebayuran merupakan persawahan dan padi sawah adalah komoditas yang diunggulkan di Kecamatan Pebayuran, karena komoditas sayuran belum banyak diusahakan oleh petani. Meskipun padi merupakan komoditas unggulan, sebagai pilihan petani, perlu pengenalan teknologi untuk komoditas lainnya. Pengenalan teknologi baru ini diharapkan dapat meningkatkan penghasilan tambahan keluarga, optimalisasi pekarangan, kesehatan keluarga, serta kecukupan gizi keluarga. Kegiatan pemanfaatan lahan pekarangan yang percontohan dan sosialisasinya telah dilaksanakan di BP3K pada Bulan Juni 2012, mendapat sambutan petani. Hal ini terlihat dari antusiasnya serta banyaknya pertanyaan tentang budidaya cabai dengan mulsa PHP. Dari kegiatan ini, ternyata memberikan nilai manfaat yang lebih dari yang kita perkirakan. Optimalisasi pekarangan yang semula hanya sebagai estetika semata, ternyata mampu memberikan masukan bagi petani untuk memperluas bidang usahanya. Diharapkan kegiatan ini menjadi salah satu wahana belajar bagi petugas dan petani di Pebayuran, juga menambah incame bagi BP3K dengan hasil produksinya. Selain itu ada satu hal penting bahwa kegiatan ini merupakan salah satu metoda dalam diseminasi teknologi pertanian bagi petani, yang merupakan kewajiban bagi petugas di BP3K Kecamatan Pebayuran. Materi ditulis oleh : Arif Risman, SP. THL Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi