Loading...

PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN MENJADI SUMBER GIZI DAN PUNDI RUPIAH (KWT MEKAR LESTARI DESA RATU ABUNG)

PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN MENJADI SUMBER GIZI DAN PUNDI RUPIAH (KWT MEKAR LESTARI DESA RATU ABUNG)

Dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan, kita perlu memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada, salah satunya adalah lahan pekarangan sebidang tanah yang sering terabaikan, namun menyimpan potensi luar biasa untuk mewujudkan kemandirian keluarga. Pemanfaatan lahan pekarangan merupakan kedaulatan pangan di tingkat rumah tangga. Lahan sempit di sekitar rumah, yang mungkin hanya diisi tanaman hias, sesungguhnya adalah "Warung Hidup" yang buka 24 jam tanpa perlu modal transportasi dan tawar-menawar harga.

Dengan menanam aneka sayuran, buah, dan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sendiri, kita memastikan bahwa asupan gizi keluarga terutama vitamin, mineral, dan serat terpenuhi setiap hari. Budidaya tanaman sayuran dapat menghasilkan produk segar, bebas pestisida berlebihan, dan siap panen kapan saja. Berbagai jenis tanaman hortikultura dapat dibudidayakan dengan memanfaatkan pekarangan rumah, seperti yang dilakukan oleh Ibu Supani seorang Petani di Desa Ratu Abung, Kec. Abung Selatan, Kab. Lampung Utara.   Beliau melakukan budidaya tanaman hortikultura seperti cabai, tomat, kangkung, selada, sawi, pakcoy, seledri, mentimun dan terungdan masih banyak lainnya . Budidaya tanaman tersebut dilakukan oleh Ibu Supani secara bergantian setiap musim tanamnya, disesuaikan dengan permintaan dan harga jual yang dapat menguntungkan.

 

Menurut Ibu Supani, tanaman hortikultura memiliki potensi yang baik untuk peningkatan pendapatan keluarga karena selain mudah dibudidayakan tanaman hortikultura juga memiliki masa tanam yang cepat serta permintaan pasar yang tinggi. Komoditas tersebut selalu dibutuhkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk makanan segar maupun diolah menjadi berbagai produk lain.  Saat ini pemasaran produk hortikultura di pedesaan khususnya sayuran tidak hanya melalui penjualan di pasar tradisional, tetapi bisa dilakukan hanya dari rumah dengan memanfaatkan gadget. Melalui aplikasi WhatsApp, Ibu Supani  menjual hasil panennya di fitur Status pada WhatsApp dan pembeli yang berminat bertransaksi melalui fitur chat. Setelah itu pembeli dapat mengambil sendiri produknya ataupun diantarkan sampai ke rumah. Hal ini tentu dapat memberi kemudahan bagi penjual maupun pembelinya, karena jangkauan pasar yang luas, biaya operasional lebih rendah.

 

Budidaya tanaman hortikultura tidak hanya bermanfaat untuk kebutuhan konsumsi pribadi, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi banyak petani dan keluarganya. Mari bersama-sama, kita ubah setiap jengkal pekarangan menjadi lumbung hidup, warung gizi, dan sumber pendapatan yang lestari, demi ketahanan pangan dan ekonomi keluarga yang lebih kuat!

 

(MIRA LERIZKA- PENYULUH PERTANIAN-BPP ABUNG SELATAN)