Loading...

Pemanfaatan Lahan Pekarangan untuk Budidaya Sayuran

Pemanfaatan Lahan Pekarangan untuk Budidaya Sayuran

Pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya sayuran agar mencapai kemandirian ekonomi bersama ingin dilakukan oleh para wanita di Desa Sekipi, untuk itulah dibentuk Kelompok Wanita Tani (KWT).  Pembentukan Kelompok Wanita Tani (KWT) Mutiara Tunggu Tubang didasari oleh inisiatif kaum wanita di desa untuk belajar bersama dan meningkatkan kemampuan dalam berbudidaya sayuran.  Para anggota KWT ingin belajar teknik menanam sayuran yang lebih baik agar hasilnya maksimal. Mereka menyadari bahwa bekerja sama dalam kelompok akan mempermudah proses pembelajaran dan meningkatkan produktivitas.

Anggota KWT menyiapkan lahan-lahan kosong atau pekarangan rumah untuk diubah menjadi kebun sayur produktif yang menyediakan sumber pangan sehat bagi keluarga. Dengan memproduksi sayur-mayur, para anggota dapat menghemat pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan pangan sehari-hari.  Sayur-mayur yang akan mulai dibudidayakan anggota KWT adalah cabe, tomat, sawi, kangkung, bayam, terong dan daun bawang.   

Anggota KWT menerima pembinaan dari penyuluh pertanian mengenai teknis budidaya sayuran organik di pekarangan, termasuk persiapan lahan lanjutan, persemaian, penanaman, pemeliharaan, serta teknik pembuatan pupuk kompos, pembuatan pupuk organik cair (POC) dan pestisida alami. Setelah memperoleh benih dan bibit sayuran dan telah menerima penyuluhan, anggota KWT dapat melakukan praktek budidaya sayuran di pekarangannya masing-masing dan di lahan bersama milik KWT.

Untuk memulai budidaya sayuran anggota KWT telah menyiapkan lahan pekarangannya dengan mempertimbangkan sinar matahari yang cukup dan memiliki akses air yang mudah. Para anggota mencoba menyiapkan media tanam dengan mencampur tanah dan pupuk kompos. Anggota KWT berencana berbudidaya secara organik dengan membuat pupuk kompos mandiri dari sisa-sisa tanaman dan sisa sampah rumah tangga dan pupuk kandang, membuat pupuk organik cair serta menggunakan bahan alami untuk membuat pestisida untuk mengendalikan hama dan penyakit.  Rencana kegiatan dilakukan secara bertahap dan pembelajaran bersama dilakukan mengikuti jadwal rutin pertemuan KWT.

Harapannya setelah budidaya sayuran di pekarangan berhasil dan telah memenuhi kemandirian anggota dalam memenuhi kebutuhan sayur-mayur keluarganya. Maka untuk selanjutnya budidaya sayuran dapat ditingkatkan untuk mendapat hasil panen yang bagus dan melimpah untuk dijual ke pasar lokal atau ke sesama warga desa, sehinga dapat menambah penghasilan anggota KWT dan meningkatkan ekonomi keluarga.