Budidaya Timun dapat dilakukan dimana saja dan oleh siapa saja.
Tanaman timun adalah tanaman yang cepat panen, dan cukup mudah dirawat, sehingga cocok untuk dibudidayakan oleh Anggota KWT pemula. Tanaman timun dapat di panen sata umur 35 Hst, dan dapat dipanen berulang-ulang.
Panduan singkat Budidaya Timun
1.Persiapan dan pengolahan lahan dengan cara membuat bedengan. Dianjurkan ukuran lebar 80 cm dan tinggi bedengan 30 cm. Pada saat pembuatan bedengan perlu di tabur pupuk dasar kandang atau pupuk organik, kemudian ditabur kapur dolomit untuk meningkatkan PH tanah.
2. Penanaman benih timun yang unggul. Sebelum menanam benih timun sebaiknya benih di rendam terlebih dahulu selama kurang lebih 1 jam. Jarak tanam timun ideal 50 cm. Lubang tanam 5 cm. Dan ditanam sebaiknya 1-2 benih setiap lubang tanam.
3. Penyiraman pada tanaman timun sebaiknya dilakukan pada sore hari. Dan idealnya dilakukan setiap 2 hari sekali
4. Pemasangan Ajir. Tanaman timur adalah tanaman yang merambat sehingga diperlukan Ajir untuk tanaman timun menjalar. Ukuran Ajir dengan tinggi 2 meter.
5. Pemupukan dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu dengan cara tugal,kocor,dan penyemprotan. Pupuk tugal di anjurkan 2 kali. Pupuk kocor sebaiknya dilakukan seminggu sekali dan penyemprotan dapat dilakukan interval 5 hari sekali.
6. Pemangkasan atau pruning, dilakukan dengan memotong sulur air dan daun yang sudah tidak produktif.
7. Panen timun. Tanaman timun dapat dipanen pada umur 35 Hst. Pemanenan timun dapat dilakukan setiap 2 hari sekali.