Potensi tanaman nenas sebagai sumber pakan ternak dimungkinkan, apabila terdapat usaha yang akan mengolahan buah nenas menjadi produk hasil olahan seperti sari nenas. Tingkat rendemen sekitar 15%, atau dihasilkan produk limbah berupa campuran kulit dan serat perasan daging buah sebesar 85%. Walaupun tidak seluruh produksi tanaman nenas digunakan untuk memenuhi kebutuhan pengolahan yang ada, secara potensi terdapat sekitar 596 ribu ton per tahun limbah segar nenas yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ternak. Teknologi Pemanfaatan Limbah Nenas sebagai Pakan Limbah nenas dapat pula diproses menggunakan teknologi fermentasi untuk menghasilkan produk silase limbah nenas. Hal ini dimungkinkan karena kandungan air sebesar 75% sesuai bagi proses pembuatan silase. Teknologi ini dapat mengatasi masalah cepatnya limbah mengalami kerusakan apabila tidak segera dikeringkan. Dengan demikian pengolahan limbah menjadi silase dapat menghindari proses penggilingan maupun pengeringan, karena silase limbah dapat langsung digunakan sebagai pakan dasar. Hal ini dengan sendirinya berpotensi untuk mengurangi biaya pengolahan secara signifikan, walaupun untuk mengolah limbah kedalam bentuk silase juga membutuhkan biaya, antara lain untuk pembuatan silo dan bahan aditif. Diperlukan analisis efisiensi ekonomis untuk mengetahui proses pengolahan yang paling optimal dalam memanfaatakn limbah nenas tersebut yang hasilnya akan ditentukan oleh skala produksi. Limbah kulit nanas dapat juga dapat dilakukan fermentasi dengan menggunakan saccharomyces cerevisidae dengan cara sebagai berikut: ? Kulit nanas dikeringkan dibawah terik sinar matahari smpai kering kemudian digiling. ? Menimbang kulit nana 5 Kg dimasukkan kedalam kantong plastik ditambah 2,5 gram urea, dan sedikit gula pasir yang dilarutkan ke dalam air 300 cc. ? Kantong plastik diikat dengan karet dan diujungnya diberi pralon dan ditutup kapas, uap air dari kanntong plastik dapat keluar. ? Kemudian dikukus selama 1 jam. ? Setelah agak hangat kapas dibuka dan dimasukkan 15 gram (3%) Saccharomyces cerevisiae, dikocok merata, kapas ditutup kembali dan diinkubasikan selama 5 hari. Kulit nanas fermentasi tersebut ditambah 0,5 % urea, ),8% sulfur dan 6% minyak kedelai, sebagai campuran konsentrat Limbah nenas mengandung serat (NDF) yang relatif tinggi (57,3%), sedangkan protein kasar termasuk rendah yaitu hanya 3,5%. Oleh karena itu, potensi penggunaannya bukan sebagai komponen penyusun konsentrat, namun lebih sebagai pakan dasar penyusun ransum. Limbah nenas yang telah dikeringkan dapat digunakan langsung sebagai pakan dasar, sedangkan bila digunakan sebagai pakan dasar dalam pakan komplit limbah harus digiling terlebih dahulu. Sebagai pakan dasar, limbah nenas diharapakan dapat meminimalisisr ketergantungan akan pengadaan hijauan pakan bagi kebutuhan ternak. Limbah Nenas sebagai Pakan Kambing Berdasarkan hasil penelitian pada ternak kambing yang diberi limbah buah nanas dengan perlakuan fermentasi, maka konsusmi limbah nenas yang diberikan sebagai pakan tunggal mencapai 332 g/h pada kambing fase tumbuh yaitu setara dengan 2,5% dari bobot badan. Angka ini relatif lebih rendah dari tingkat konsumsi yang direkomendasikan untuk kambing sekitar 2,8-3,2% bobot badan. Penggunaan limbah nenas sebagai pengganti rumput dalam pakan komplit dengan taraf substitusi berkisar antara 25-100% menghasilkan respon yang baik pada kambing. Konsumsi pakan berkisar antara 564-584 g/h setara dengan 3,4% bobot badan. Pertambahan bobot badan termasuk sedang yaitu berkisar antara 62-66 g dengan konversi pakan berkisar antara 8,6-12,2. Pertambahan bobot badan cenderung menurun dan konversi pakan cenderung semakin tinggi dengan meningkatnya taraf substitusi hijauan dengan limbah nenas. Oleh karena itu, taraf penggunaan limbah nenas untuk mensubstitusi hijauan perlu ditentukan berdasarkan pertimbangan optima biologis maupun optima ekonomisnya. Adanya potensi limbah nenas dalam mensubstitusi sebagian atau seluruh komponen hijauan dalam pakan merupakan "nilai nutrisi" yang dibutuhkan dalam mengembangkan sistem integrasi produksi ternak dengan tanaman nenas. Penulis : Ir. Nurul Ashar (Penyuluh Pertanian Madya Dipertanhut Kab. Pemalang) DAFTAR PUSTAKA GINTING, S.P., R. KRISNAN dan A. TARIGAN. 2005. Subtitusi hijauan dengan limbah nenas dalam pakan komplit untuk kambing. Makalah disampaikan dalam Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan. Bogor, 12-13 September 2005. peternakan.litbang.deptan.go.id/fullteks/semnas/pro06-71.pdf