Loading...

PEMANFAATAN LIMBAH TANAMAN JAGUNG SEBAGAI PAKAN TERNAK

PEMANFAATAN LIMBAH TANAMAN JAGUNG SEBAGAI PAKAN TERNAK
Sungkai Tengah, 08 Desember 2019. Pada saat musim panen jagung tersedia jerami jagung yang melimpah, karena itu teknologi pengolahan pengawetan jerami jagung perlu dibudayakan oleh petani ternak guna tersedianya hijauan pakan ternak sepanjang tahun dan sekaligus akan meningkatkan kualitas mutu pakan. Pembuatan hay, jerami jagung segar dilayukan dan dikeringkan untuk diawetkan dan disimpan dalam beberapa waktu. Pembuatan hay dilakukan dengan dua cara yaitu model hamparan dan model pod. pembuatan hay model hamparan, dengan cara menghamparkan jerami jagung yang sudah dipotong-potong dilapangan terbuka dibawah sinar matahari. setiap hari dilakukan pembalikan berulang-ulang sampai kering baru bisa disimpan dan dapat digunakan pada saat musim paceklik pakan ternak. pembuatan hay dengan model pod diperlukan sedikit tambahan biaya, diperlukan rak sebagai tempat menyimpan jerami jagung yang telah dijemur selama 1-3 hari. rak tempat menyimpan jerami jagung dapat berbentuk tripod yaitu rak jerami berkaki tiga atau tetrapod (rak dengan kaki 4)pilihan rak mana yang akan dipilih tidak mengikat, pastinya rak dapat digunakan untuk menyimpan jermai jagung selama 3-6 minggu sebelum digunakan sebagai pakan ternak. Pembuatan silase, dilakukan dengan cara jerami jagung dipotong-potong dan dimasukkan kedalam tempat/ruangan yang kedap udara dan dipadatkan untuk disimpan dalam wadah tertentu.menghasilkan silase yang berkualitas baik perlu diperhatikan benar temperatur pembuatan silase berkisar 27-35 derajat celsius dengan hasilnya: Mempunyai tekstur segar; Berwarna kehijau-hijauan; Tidak berbau busuk;Tidak berjamur; Tidak menggumpal dan disukai ternak. Prinsip utama pembuatan silase adalah: Menghentikan pernafasan dan sel-sel tanaman;Mengubah karbohidrat menjadi asam laktat melalui proses fermentasi kedap udara;Menahan aktifitas enzyme dan bakteri pembusuk. sedangkan pada pembuatan silase yang menggunakan bahan baku tanaman jagung setelah panen, pilihan jerami jagung yang berwarna hijau mempunyai kandungan serat kasar lebih tinggi dibandingkan dengan jerami warna kuning. Bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan silase ukuran 1 ton hijauan terdiri dari asam organik(asam format, asam sulfat, asm aklorida/asam propionat)4-6 kg, molasses atau tetes 40 kg, garam 30 kg,dedak padi 40 kg,menir 36 kg dan onggok 30 kg. penambahan-bahan dilakukan secara merata keseluruh potongan jerami jagung yang dibuat silase. pencamuran molasses atau tetes sebaiknya dilakukan secara bertahap dengan cara pencampuran secara berlapis bergantian dengan campuran bahan dan jerami jagung yang dipadatkan, pada saat penempatan jerami jagung pada lubang galian tanah yang dikenal sebagai silo dan selanjutnya dilakukan penutupan silo. Pencampuran molasses/tetes secara bertahap ini akan bercampur merata selanjutnya padatkan kembali dan tutup dengan plastik dan tanah. penggunaan silase sebagai pakan ternak dapat dilakukan setelah 8 minggu proses pembuatan silase, dengan cara pengambilanya bertahap sesuai dengan kebutuhan konsumsi ternak dan segera lakukan penutupan kembali. ( Heri Setiono, PPL UPTD Pertanian Sungkai Tengah)