Inovasi Sederhana: Pemanfaatan Limbah Ikan untuk Pupuk Organik Cair (POC)
1. Tujuan Penyuluhan
- Meningkatkan pemahaman petani tentang potensi limbah ikan sebagai sumber pupuk organik cair.
- Memberikan panduan praktis pembuatan POC dari limbah ikan.
- Mendorong praktik pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan.
2. Latar Belakang
- Limbah ikan (jeroan, kepala, tulang) sering dibuang dan mencemari lingkungan.
- Limbah ini kaya akan nitrogen, fosfor, kalsium, dan asam amino.
- Pupuk cair organik dari limbah ikan dapat meningkatkan kesuburan tanah dan hasil panen.
3. Komposisi dan Kandungan Gizi Limbah Ikan
|
Komponen
|
Kandungan
|
Manfaat untuk Tanaman
|
|
Nitrogen (N)
|
4–10%
|
Merangsang pertumbuhan daun
|
|
Fosfor (P)
|
2–6%
|
Merangsang pertumbuhan akar dan bunga
|
|
Kalium (K)
|
0.5–2%
|
Meningkatkan ketahanan tanaman
|
|
Kalsium
|
Tinggi
|
Memperkuat dinding sel tanaman
|
|
Asam Amino
|
Beragam
|
Meningkatkan metabolisme tanaman
|
4. Alat dan Bahan
- Ember atau drum plastik bertutup (20–100 liter)
- Pisau dan talenan
- Saringan kain
- Botol plastik bekas untuk penyimpanan
Bahan:
- Limbah ikan segar (jeroan, kepala, tulang)
- Molase/gula merah cair (sumber karbon)
- Air bersih
- EM4 pertanian atau fermentasi lokal (air cucian beras, ragi tape)
5. Langkah Pembuatan POC dari Limbah Ikan
Perbandingan bahan:
- Limbah ikan : Molase : Air = 3 : 1 : 10
Langkah-langkah:
- Cacah limbah ikan hingga halus.
- Campurkan dengan molase dan air dalam wadah tertutup.
- Tambahkan EM4 (±100 ml per 10 liter campuran).
- Aduk rata, tutup rapat, dan simpan di tempat teduh.
- Fermentasi selama 14–21 hari, aduk setiap 2–3 hari.
- Setelah fermentasi selesai, saring dan simpan cairan dalam botol tertutup.
6. Cara Aplikasi ke Tanaman
- Penyemprotan daun: Encerkan 1:20 (1 liter PCO + 20 liter air), semprot seminggu sekali.
- Penyiraman akar: Encerkan 1:10, siram ke pangkal tanaman setiap 7–10 hari.
- Pupuk dasar: Campurkan dengan kompos atau pupuk kandang.
7. Inovasi Tambahan
- Tambahkan air kelapa tua atau bonggol pisang fermentasi untuk memperkaya mikroba.
- Kombinasi dengan mikroalga (Chlorella sp.) untuk meningkatkan kandungan klorofil dan pertumbuhan.
- Gunakan limbah ikan lokal (ikan asin, tongkol, bandeng) untuk efisiensi biaya.
8. Manfaat Langsung bagi Petani
- Hemat biaya: Mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
- Ramah lingkungan: Mengurangi limbah organik dan pencemaran.
- Peningkatan hasil panen: Nutrisi lengkap dan mudah diserap tanaman.
- Peluang usaha: POC bisa dikemas dan dijual sebagai produk local.