Cabai merah (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu komoditas tanaman sayuran yang banyak dibudidayakan karena daya adaptasinya yang luas dan mempunyai nilai ekonomi tinggi. Pemanfaatan komoditas sayuran tersebut sebagian besar adalah untuk keperluan rumah tangga yang dikonsumsi dalam bentuk segar, kering, atau olahan. Selain itu cabai merah digunakan pula sebagai bahan baku industri untuk obat-obatan. Dalam kegiatan budidaya Tanaman baik tanaman pangan, hortikultura, ataupun tanaman lainnya tidak jarang kita mengalami bermacam kendala yang akan mengakibatkan kendala budidaya yang kita laksanakan. Gangguan ini dapat diakibatkan dari cuaca maupun hama. Gangguan cuaca contohnya hujan dan angin kencang membuat kita gagal untuk panen. Hujan dan angin pesat dapat merusak tumbuhan, Hujan lebat juga dapat merusak bibit tumbuhan. Tumbuhan yang masih belum mempunyai akar yang sangat kuat dan lazimnya terkelupas dari tanah, sebab tanah di sekitar nya habis tersapu oleh hujan. Gangguan cuaca panas dan cahaya matahari yang sangat berlebihan akan menggagu terhadap perkembangan tumbuhan tanaman, belum lagi tingginya serangan hama dan penyakit akibat perubahan iklim yang ekstrim. Salah satu cara untuk menanggulangi masalah tersebut ialah dengan penanaman di bawah naungan menggunakan naungan (netting house). Kwon dan Chun (1999) menyatakan bahwa hasil cabai merah yang ditanam di dalam naungan meningkat baik kualitas maupun kuantitasnya dibandingkan dengan hasil panennya di lahan terbuka. Menurut Moekasan dan Prabaningrum (2011) penggunaan naungan pada tanaman cabai merah selain diperlukan untuk mengurangi intensitas cahaya yang sampai ke tanaman pokok, juga dimanfaatkan sebagai salah satu metode pengendalian hama, penyakit dan gulma. Naungan (netting house) merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi intensitas cahaya matahari yang tinggi. Pada fase bibit, semua jenis tanaman tidak tahan terhadap intensitas cahaya matahari penuh. Pada tanaman kelompok C3 termasuk tanaman cabai, naungan tidak hanya diperlukan pada fase bibit, tetapi diperlukan juga sepanjang siklus hidup tanaman tersebut. Dampak penggunaan naungan terhadap iklim mikro antara lain ialah (Matnawi 1997) : Intensitas cahaya matahari berkurang sebesar 30-40% Aliran udara di sekitar tajuk berkurang Kelembaban udara di sekitar tajuk lebih stabil (60-70%) Laju evapotranspirasi berkurang Terjadi keseimbangan antara ketersediaan air dengan tingkat DAFTAR PUSTAKA Kwon, Young Sam and Hee Chun. 1999. Production of Chili Pepper in Different Kinds of Greenhouse in Korea. http://www.agnet.org/library/article/eb478.html. (diakses pada tanggal 20 Juli 2020). Matnawi, H. 1997. Budidaya Tembakau di Bawah Naungan. Penerbit Kanisius, Yogyakarta. 85 hal. Rakitan Komponen Teknologi PTT Cabai Merah-Bawang Merah. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Badan Litbang Moekasan, T.K., L. Prabaningrum, N. Gunadi dan W. Adiyoga. 2010. Pertanian, Kementerian Pertanian Republik Indonesia bekerjasama dengan Applied Plant Research and WUR Greenhouse Horticulture, Wageningen University and Research Center, the Netherlands. 80 hal. Penyusun : Dede Rohayana