Loading...

Pemanfaatan Pekarangan Rumah Melalui Budidaya Sayuran

Pemanfaatan Pekarangan Rumah Melalui Budidaya Sayuran

Pekarangan rumah merupakan tempat paling dekat dengan rumah. Pekarangan rumah sebaiknya tidak dibiarkan begitu saja, sehingga tanah menjadi kosong dan gersang. Kita dapat menghijaukan pekarangan tersebut dengan menanam tanaman bermanfaat bagi keluarga, misalnya saja sayur-sayuran yang dapat kita jadikan sumber gizi dan vitamin (Slamet dan Sunardi, 2019). Budidaya sayuran di pekarangan rumah bukan merupakan hal baru. Praktik pemanfaatan demikian sudah lama dilakukan terutama di pedesaan. Namun, seiring berjalannya waktu kebiasaan tersebut semakin ditinggalkan, dan banyak pekarangan di pedesaan yang belum termanfaatkan dengan baik (Badan Litbang Pertanian, 2012). Lahan pekarangan rumah dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menanam sayur-sayuran sehingga tersebut dapat menjadi salah satu solusi dari masalah ketahanan pangan. Oleh karena itu, strategi baru yang perlu dikembangkan dalam pemenuhan kebutuhan pangan, diantaranya dapat dilakukan melalui pemanfaatan pekarangan rumah sebagai lahan untuk bertani sayuran secara mandiri pada masing-masing keluarga.

Keuntungan menanam sayur di pekarangan rumah

  • ·        Kebutuhan pangan tercukupi : Dengan kita menanam sayuran sendiri di pekarangan rumah maka kebutuhan sayuran segar dapat terpenuhi sesuai gizi keluarga.
  • ·     Mengurangi anggaran belanja bahan masakan : Menanam sayuran di rumah dapat mengurangi pengeluaran untuk membeli sayur di pasar, jika ingin memasak tinggal petik di pekarangan sendiri.
  • ·      Memberi pemasukan pendapatan : Meskipun jumlahnya tidak banyak, hasil panen sayur yang ditanam di pekarangan rumah dapat kita jual untuk menambah pendapatan.
  • ·      Pekarangan menjadi lebih indah dan asri : Menata sayuran yang kita tanam di pekarangan dapat membuat pekarangan terlihat lebih indah dan asri.
  • ·      Refreshing dan menghilangkan kejenuhan : Menanam sayuran merupakan salah satu kegiatan yang dapat dilakukan untuk mengisi waktu di rumah dan menghilangkan kejenuhan bekerja.

LANGKAH BUDIDAYA SAYURAN HIDROPONIK SISTEM SUMBU

  1. ·  Persiapan alat dan bahan untuk membuat instalasi hidroponik antara lain yaitu rockwool, kain flanel, cup agar, styrofoam lembaran, baki plastik/ ember, gunting, cutter, dan solder listrik.
  2. · Penyemaian biji sayuran dilakukan di media tanam rockwool yang sebelumnya dipotong kecil ukuran 2,5 x 2,5 cm dan dibasahi dengan air. Biji yang sudah disemai sebaiknya diletakkan dibawah sinar matahari dan rutin disiram air setiap hari.
  3. · Pembuatan instalasi hidroponik : bagian bawah cup agar, di lubangi menggunakan solder sebanyak 4 lubang, lalu kain flanel dipotong ukuran 1x20 cm dan styrofoam dilubangi sesuai diameter cup agar. Banyak lubang disesuaikan ukuran baki/ember
  4. ·  Perakitan instalasi hidroponik : potongan kain flanel dimasukan ke lubang cup agar, lalu cup agar dipasang ke dalam styrofoam dan kemudian di letakkan di atas baki yang berisi larutan air bernutrisi
  5. · Pemindahan bibit sayuran : usia ±2 minggu beserta media tanam ke dalam cup agar yang telah dipasang dalam baki yang berisi larutan air bernutrisi (pastikan bahwa kain flanel terendam). Nutrien hidroponik dapat dibeli di toko pertanian terdekat
  6. · Pemeliharaan tanaman dapat dilakukan dengan mengganti larutan nutrien setiap 1 minggu sekali, lalu memindahkan instalasi hidroponik ke tempat teduh ketika hujan dan pengendalian hama dan penyakit sayuran
  7. Panen sayuran dapat dilakukan 2-4 bulan setelah masa tanam tergantung pada jenis sayurannya