Pemanfaatan Pematang Sawah Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Petani
Oleh Yuniar Nuraeni, S.P (Penyuluh Pertanian Ahli Pertama BPP Bantargadung Kab. Sukabumi Jawa Barat) Pematang sawah merupakan pembatas antara petakan di lahan sawah. Dalam Bahasa Sunda pematang disebut galengan. Lebar pematang sawah sekitar 30 cm bahkan sampai 1 m untuk daerah-daerah tertentu. Pematang digunakan sebagai akses jalan di lahan sawah serta digunakan untuk mengangkut sarana produksi seperti pupuk dan hasil panen. Selain sebagai fungsi utama nya tersebut, pematang sawah juga dapat dijadikan sebagai sumber penghasilan tambahan bagi petani sementara menunggu waktu panen padi. Pemanfaatan pematang dapat dilakukan dengan menanam tanaman semusim lainnya seperti mentimun, kacang panjang, buncis dan lain-lain. Hal ini juga sudah diterapkan di poktan Cibalanak desa Bantargebang kecamatan Bantargadung, yaitu dengan menanam mentimun dan cabai pada pematang. Tanaman lain yang tidak kalah bermanfaat untuk ditanam di pematang adalah jenis refugia seperti tagetes, bunga jenggeng ayam, bunga matahari, bunga kertas, marigold dan tanaman lainnya. Pemanfaatan pematang dengan cara tersebuut juga memiliki keuntungan lainnya terhadap tanaman padi melalui beberapa mekanisme berikut : Sumber penghasilan tambahan Pemilihan tanaman musiman yang memiliki nilai ekonomis tinggi dapat meningkatkan petani. Tanaman seperti timun, buncis dan kacang panjang dapat dilakukan pemanenan secara berkala dengan jumlah tidak sedikit. Hal ini dapat meningkatkan pendapatan petani diluar hasil panen padi. Sebagai tanaman penghalang (barrier) Penanaman tanaman di pematang sawah tanpa disengaja menjadikan tanaman tersebut menjadi penghalang (barrier). Barrier System yang diterapkan pada budidaya tanaman dinilai memberikan manfaat perlindungan bagi tanaman utama. Meningkatkan keanekaragaman hayati & tempat hidup predator Bunga yang dihasilkan dari tanaman apalagi dari jenis refugia dapat menarik serangga menguntungkan. Semakin tingginya populasi serangga bermanfaat dapat memberikan keseimbangan populasi sehingga dapat menekan serangan hama. Penyedia unsur hara Jenis tanaman keluarga polong-polongan (Leguminsae) dapat berperan sebagai penyedia unsur hara Nitrogen (N) karena jenis tanaman ini bisa mengikat N dari udara melalui simbiosis dengan bakteri pada nodul akar. Sebagai tanaman penghalau (repellent) & perangkap Beberapa jenis tanaman mencegah datangnya hama (repellent) dan perangkap, misalnya bau yang dihasilkan tanaman kenikir (Tagetes erecta) menghalangi hama jenis Aphids. Selain itu eksudat akar tanaman kenikir juga dapat menarik pathogen dari jenis nematoda. Menekan serangan hama Dengan adanya jenis tanaman diluar tanaman utama dapat meningkatkan keanekaragaman hayati dan meningkatkan populasi serangga menguntungkan sehingga dapat menekan serangan hama. Cara ini merupakan pengendalian OPT dengan teknis kultur teknis. Jika serangan hama dapat dikendalikan diharapkan produksi yang optimal dapat dicapai. Dengan banyak nya manfaat dari penanaman pematang sawah atau galengan sawah ini, harus dilakukan sosialisasi untuk mendorong petani agar tertarik untuk mengaplikasikannya sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani.