Loading...

Pemanfaatan Pestisida Nabati Terhadap Pengendalian Hama Di Kelompok Tani Rahayu Desa Wonosari

Pemanfaatan Pestisida Nabati Terhadap Pengendalian Hama Di Kelompok Tani Rahayu Desa Wonosari
PENDAHULUAN Penggunaan pestisida kimia telah menjadi sebuah persoalan. Penggunaan senyawa kimia secara terus-menerus berdampak negatif bagi lingkungan hidup. Kebanyakan petani belum sadar akan dampak negatif penggunaan pestisida kimia. Residu yang dihasilkan dari penggunaan pestisida kimia menimbulkan polusi lingkungan, selain itu juga terjadinya kekebalan terhadap serangga dan hama. Hal ini membuat serangga dan hama penyerang tanaman menjadi kebal dan mampu bertahan meskipun telah diracuni dengan pestisida. Dalam hal pengaplikasian pestisida kimia, masih banyak petani yang menggunakan dengan takaran yang kurang tepat atau berlebihan. Penggunaan pestisida kimia turut membunuh predator alami serangga dan hama, hal ini akan memutus rantai makanan alami. Putusnya mata rantai ini akan menyebabkan tidak terkendalinya perkembangan serangga dan hama, akibatnya serangan hama dapat terjadi secara massal. Dampak negatif terhadap lingkungan dan ekosistem memberikan ancaman jangka panjang terhadap kelangsungan pertaian. Alam sebenarnya telah menyediakan berbagai macam tanaman yang bisa dimanfaatkan sebagai pestisida alami atau pestisida nabati. Penggunaan pestisida nabati aman dan tidak berdampak negatif terhadap lingkungan. Residu dari penggunaan pestisida nabatiakan dengan mudah dan cepat terurai di alam karena terbuat dari bahan alami. Penggunaan pestisida nabati, secara tidak langsung petani juga menjaga keberlanjutan sistem pertanian dan mengurangi dampak negatif terhadap ekosistem. Tumbuh-tumbuhan liar disekitar Desa Wonosari dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati bagi petani. Selain karena banyak tersedia di alam akan tetapi juga sebagai media pemanfaatan yang akan menekan biaya penggunaan pestisida dalam proses produksi jagung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memanfaatkan tumbuh-tumbuhan liar di sekitar Desa Wonosari sebagai pestisida nabati terhadap pertumbuhan jagung pada Kelompok Tani Rahayu Desa Wonosari Kecamatan Senori Kabupaten Tuban. Manfaat dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi mengenai pemanfaatan tumbuh-tumbuhan yang dapat dijadikan sebagai pestisida nabati yang ramah lingkungan, efisien, dan kemudahan memperoleh bahan baku. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di Kelompok Tani Rahayu, Desa Wonosari Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban tahun 2019 Alat dan bahan Alat yang digunakan untuk pengolahan pestisida nabati adalah mortar, panci, mangkuk, sendok, saringan, botol spray, kompor, timbangan analitik Bahan yang digunakan dalam pembuatan pestisida nabati adalah bahan yang tersedia disekitar desa yaitu daun mimba, daun sirsak,daun tembakau, detergen, lengkuas, serai, umbi gadung dll. PESTISIDA NABATI Pestisida nabati merupakan pestisida yang memiliki bahan aktif yang dihasilkan dari tanaman dan memiliki fungsi sebagai pengendali hama dan penyakit yang menyerang tanaman. Pestisida nabati merupakan pestisida yang dapat menjadi alternatif untuk mengurangi penggunaan pestisida sintetis. Pestisida nabati bersifat ramah lingkungan serta tanaman-tanaman penghasilnya mudah dibudidayakan salah satunya seperti sereh dapur, sereh wangi dan mimba yang dapat dibuat menjadi bentuk minyak tanaman (Adnyana, 2012). Pestisida nabati memiliki banyak macamnya berdasarkan fungsi mengendalikan hama seperti insektisida, bakterisida, akarisida dan lain-lain. Penggunaan insektisida nabati dilakukan sebagai alternatif untuk mengendalikan hama tanaman sehingga tidak menimbulkan pencemaran lingkungan seperti penggunaan pestisida kimia (Tohir, 2010). HASIL DAN PEMBAHASAN Tumbuhan banyak mengandung bahan kimia yang merupakan produksi metabolit sekunder dan digunakan sebagai alat pertahanan dari serangan organisme pengganggu. Tumbuhan kaya akan bahan bioaktif yang mengandung bahan pestisida sehingga hal ini membantu dalam pengembangan pengendalian hama lingkungan. Pestisida nabati mencakup bahan nabati yang berfungsi sebagai zat penumbuh, zat penolak, zat pengikat dan zat penghambat pertumbuhan organisme pengganggu. Pestisida relatif mudah dibuat dengan kemampuan dan pengetahuan yang terbatas. Karena terbuat dari bahan alami yang mudah terurai di alam sehingga tidak menimbulkan pencemaran lingkungan dan aman bagi manusia ternak karena residu yang mudah hilang. Berikut merupakan kelebihan dan kekurangan penggunaan pestisida nabati PESTISIDA NABATI KELEBIHAN KEKURANGAN Bahan baku tidak berbahayat Cepat terurai dan daya kerja relatif lambat Murah dan mudah di dapat petani Tidak tahan di simpan Bersifat multiguna Belum bisa produksi skala besar Eefek residu singkat Keterbatasan bahan baku Pembudidayaan mudah Kurang praktis Bahan dapat digunakan dalam keadaan segar/kering Daya racun rendah/tidak langsung mematikan serangga Mengendalikan OPT yang resisten terhadap pestisida Daya racun rendah/tidak langsung mematikan serangga Menurunkan nafsu makan serangga Pembuatan mudah, sederhana dan tidak lama Dari keterangan diatas dapat diketahui bahwa pestisida nabati memiliki banyak kelebihan yang tidak merugikan petani dan dunia pertanian. Meskipun tidak langsung mematikan serangga namun pestisida nabati mampu menurunkan nafsu makan hama dan serangga. Berikut ini adalah beberapa formula pembuatan pestisida nabati bagi tanaman di Desa Wonosari. Pengendalian hama secara umum Bahan : Daun mimba 8 kg Lengkuas 6 kg Serai 6 kg Detergen/sabun colek 20 gr Air 80 liter Cara pembuatan : Daun mimba, lengkuas dan serai ditumbuk halus dicampur dengan detergen lalu ditambahkan 20 liter air dan diaduk sampai merata. Rendam selama 24 jam kemudian saring dengan kain halus. Larutan akhir tambahkan air 60 liter, larutan tersebut cukup untuk luasan 1 ha. Pengendaian belalang dan ulat Bahan : Daun sirsak 50 lembar Detergen/sabun colek 20 gr Daun tembakau 1 genggam Air 20 liter Cara pembuatan: Daun sirsak dan tembakau ditumbuk halus, tambahkan detergen aduk dengan 20 liter air, endapkan selama 24 jam. Saring dengan kain halus dan di encerkan dengan 50-60 liter air, aplikasi dengan cara di semprotkan. Pengendalian tikus Bahan: Umbi gadung 1 kg Dedak padi 10 kg Tepung ikan 1 ons Kemir 1 ons Sedikit air Cara pembuatan: Kupas umbi gadung dan di haluskan. Semua bahan dicampurkan dan ditambah dengan air (dibuat seperti pellet). Sebarkan pellet tersebut di pematang sawah tempat tikus bersarang. Berikut ini adalah nama tumbuhan dan fungsinya sebagai pestisida nabati. NO NAMA ILMIAH NAMA DAERAH BAGIAN YANG DIGUNAKAN OPT 1 Azadirachta indica Mimba Daun Ulat tanah, Belalang, Ulat grayak, Kutu aphis 2 Alpinia galanga Lengkuas Rimpang Fungisida dan bakterisida 3 Andropogon nardus Sereh Daun Kutu aphis dan Tungau 4 Annona muricata Sirsak Daun dan Biji Ulat dan hama 5 Bioscorea hiskida Gadung Umbi Kutu aphis, Tikus dan Insektisida Dari data diatas dapat diketahui bahwa sebagian besar tumbuhan yang terdapat disekitar kita memiliki manfaat sebagai bahan pestisida nabati yang aman bagi alam dan mudah didapat. Bahan mudah dijumpai di sekeliling lingkungan desa. KESIMPULAN Pestida nabati dapat menjadi alternatif bagi petani dalam upaya peningkatan produktivitas usaha tani. Petisida nabati dapat mengendalikan hama dan serangga pada tanaman milik petani. Residu yang terdapat pada pestisida nabati tidak berbahaya bagi kegiatan pertanian dan lingkungan hidup. Mudah dalam memperoleh bahan baku dan mudah dalam proses pembutan pestisida nabati. PENULIS : SAIFUL ROCHMAN, SP