PEMANFAATAN PUCUK TEBU UNTUK PAKAN TERNAKOleh : Riska UmamiPenyuluh Pertanian BPP Kec. Sooko Kab. MojokertoPakan ternakadalah semua bahan yang diberikan kepadaternakberupa campuran bahan organik dan anorganik untuk menunjang dan memenuhi kebutuhanzat makananbagi fungsi dan produksi ternak yang dimanifestasikan dalam bentuk pertumbuhan, perkembangan dan reproduksi.Pakan utama ternak terdiri atas hijauan, limbah tanaman pertanian atau perkebunan, kacang-kacangan, dan konsentrat. Limbah perkebunan salah satunya adalah pucuk tebu.Pucuk tebu adalah komponen limbah yang proposinya mencapai 14% dari bobot total tebu yang tersisa setelah panen. desa Blimbingsari kecamatan Sooko merupakan salah satu sentra tanaman tebu, hampir seluruh luas lahan pertaniannya ditanami dengan tanaman tebu. Dengan melihat potensi tersebut, banyak sekali pucuk tebu yang terbuang percuma pada saat panen. Dengan waktu panen tebu yang hampir bersamaan, maka ketersedian pucuk tebu melimpah pada kurun waktu tertentu, untuk itu dibutuhkan proses pengolahan, baik melalui pembuatan silase dengan proses fermentasi maupun dalam bentuk bahan baku konsentrat untuk meningkatkan nilai nutrisi dan daya simpan lebih lama pada limbah tebu tersebut.Pucuk tebu mengandung protein yang rendah ,hal ini dapat dilihat pada hasil analisa yang telah dilakukan oleh Wardhani dkk. Bahwa, pucuk tebu mengandung 22,34% bahan kering, protein kasar 4,94%, serat kasar 33,54%, lemak 1,34%, beta-N 44,08% dan abu 8,21 %. Menurut Pigden , pucuk tebu bukan saja mengandung protein yang rendah, tetapi juga mineral dan vitamin rendah. Oleh karena itu, pemberian pucuk tebu pada ternak ruminansia memerlukan bahan suplementasi sebagai sumber protein, mineral dan vitamin.Upaya praperlakuan dan/atau suplementasi pada penggunaan serat limbah yang lain dapat menggunakan prinsip-prinsip tersebut. Sapi muda seberat 200 kg yang perlu bertumbuh 0,5 kg per hari diperkirakan membutuhkan protein 570 g dan energi 51 MJ (NRC, 1984), maka bila pakan basalnya pucuk tebu (5,5% protein dari bahan kering, energi termetabolis (ME) 8,326 MJ/kg bahan kering), konsumsinya diperkirakan 3,5 kg bahan kering yang hanya memasok protein kasar sebanyak 192,5 g dan energi 29,141 MJ ME, sehingga akan memerlukan tambahan protein kasar sebanyak 377,5 g dan energy 21,859 MJ. Secara teoritis, kekurangan dapat dipenuhi dengan menambahkan 1,5 kg katul dan 58 g urea. Dengan perkiraan meningkatnya konsumsi pucuk tebu bila diberi perlakuan atau ditambah legum dan mineral, maka diharapkan pertambahan bobot hidupnya meningkat.( Kuswandi , 2007).Cara pembuatan pakan ternak dari pucuk tebu yang telah dilakukan oleh petani desa Blimbingsari kecamatan Sooko adalah sebagai berikut:Pembuatan mol plusBahan yang digunakan adalah air kelapa(5 ltr), tetes (0.5 ltr), temulawak (0.25 Kg), temu ireng (0.25 Kg), kunyit (0.25 kg), lengkuas (0.25 kg) dan bawang putih (secukupnya). Semua bahan diblender dan dimasukan dalam drum kemudian ditutup dan disimpan selama 21 hari. Setelah 21 hari dapat digunakan sebagai campuran pembuatan pakan ternak.pembuatan pakan ternakbahannya adalah pucuk tebu, mol plus (5% dari berat pucuk tebu) dan bekatul/ dedak (5% dari berat pucuk tebu). Pucuk tebu dipotong kecil-kecil kemudian semua bahan dicampur dan dimasukkan dalam wadah kedap udara setelah itu disimpan selama 3 hari. Pakan ternak siap untuk diberikan pada ternak.DAFTAR PUSTAKAKuswandi. 2007. Teknologi Pakan untuk Limbah Tebu (Fraksi Serat) sebagai Pakan Ternak Ruminansia. Balai Penelitian Ternak. Bogor.Wardhani, N.K. Dan A. Musofie. 1985. Respon sapi perah dara terhadap pemberian wafer pucuk tebu dan rumput Gajah. Pros. Seminar Pemanfaatan Limbah Tebu untuk Pakan Ternak. Grati, 5 Maret 1985. Puslitbang Peternakan, Bogor.