Tanaman padi merupakan komoditas pangan utama di Indonesia yang membutuhkan ketersediaan unsur hara secara cukup dan berimbang. Penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus dapat menurunkan kesuburan tanah dan merusak keseimbangan ekosistem sawah. Oleh karena itu, pupuk cair organik (PCO) menjadi alternatif yang efektif dan ramah lingkungan untuk mendukung peningkatan produktivitas padi.
Pupuk cair organik adalah pupuk berbentuk cair yang dibuat dari bahan organik seperti sisa tanaman, jerami padi, kotoran ternak, dan mikroorganisme lokal melalui proses fermentasi. Pupuk ini mengandung unsur hara makro, mikro, serta mikroba yang berperan dalam memperbaiki kesuburan tanah sawah.
Pupuk cair organik untuk padi umumnya mengandung nitrogen (N) yang berperan dalam pertumbuhan vegetatif, fosfor (P) untuk pembentukan akar dan anakan, serta kalium (K) yang berfungsi meningkatkan ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit. Selain itu, kandungan mikroorganisme bermanfaat membantu proses dekomposisi jerami dan meningkatkan ketersediaan unsur hara di lahan sawah.
Manfaat utama PCO pada tanaman padi antara lain:
Meningkatkan jumlah anakan produktif
Memperbaiki struktur dan kesuburan tanah sawah
Meningkatkan efisiensi penyerapan unsur hara
Menunjang pertumbuhan malai dan pengisian gabah
Mengurangi penggunaan pupuk kimia secara bertahap
Pupuk cair organik dapat diaplikasikan dengan cara penyemprotan ke daun atau pengocoran ke tanah. Waktu aplikasi yang dianjurkan pada tanaman padi adalah:
Umur 7–14 hari setelah tanam (HST) untuk merangsang pertumbuhan awal
Fase anakan aktif
Menjelang pembentukan malai
Pupuk harus diencerkan sebelum aplikasi, dengan perbandingan umum 1:10 hingga 1:20. Aplikasi sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari.
Penggunaan pupuk cair organik pada tanaman padi mendukung sistem pertanian berkelanjutan dengan menjaga keseimbangan biologis tanah sawah. PCO membantu meningkatkan bahan organik tanah, mengurangi pencemaran air, serta menjaga produktivitas lahan dalam jangka panjang.
Pupuk cair organik merupakan alternatif pupuk yang efektif dan ramah lingkungan untuk tanaman padi. Penggunaan secara rutin dan tepat dapat meningkatkan pertumbuhan, hasil panen, serta kualitas gabah, sekaligus menjaga kesuburan tanah sawah secara berkelanjutan.