pemanfaatan pupuk organik padat dan cair urine sapi dalam rangka peningkatan produksi padi (program sl padi )
kondisi lahan semakin hari semakin kritis dengan adanya penggunaan pupuk anorganik atau pupuk kimia. urine sapi diketahui memiliki banyak khasiat bagi pertumbuhan tanaman setara pupuk organik lainnya. pembuatan pupuk organic cair dari urine sapi harus melewati proses fermentasi terlebih dahulu, serta dicampur menggunakan beberapa bahan lain agar manfaatnya dapat tersalurkan dengan benar tidak seperti pupuk kompos yang berfungsi untuk memperbaiki sifat tanah atau menambah nutrisi yang telah berkurang pada media tanam, pupuk cair organik seperti yang terbuat dari urine sapi ini lebih berperan untuk merangsang pertumbuhan tanaman, baik itu pada akar, daun, serta buah, sebagai pupuk organik cair. kandungan n dan k pada urine lebih tinggi. kecamatan tellu siattinge kabupaten bone sebagian anggota kelompok tani memiliki ternak sapi dan dikandangkan dibelakang rumah dan mulai mengelolah urine sapi menjadi pupuk cair. mereka mengumpulkan total urine sapi sebanyak 1000 liter dalam satu bulan dan urine sapi tersebut di olah menjadi pupuk cair dan menghasilkan 200 jerigen, setiap jerigennya berisi 5 liter pupuk cair. pupuk organik ramah lingkungan yang diolah dari limbah ternak itu bisa memutus ketergantungan petani terhadap pupuk urea atau pupuk kimia lainnya. berdasarkan dari segi fisiknya pupuk kandang cair memang lebih bau dibandingkan pupuk kandang padat, namun, pupuk cair memiliki berbagai keunggulan. pupuk cair mengandung unsur-unsur hara yang dibutuhkan untuk pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan tanaman. unsur-unsur itu terdiri dari nitrogen (n), fosfor (p), dan kalium (k).nitrogen digunakan untuk pertumbuhan tunas dan batang dan daun. fosfor (p) digunakan untuk merangsang pertumbuhan akar, buah, dan biji. sementara kalium (k) digunakan untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit. dari hasil aplikasi di lapangan di lokasi sl-padi desa lanca kecamatan tellu siattinge menunjukkan penggunaan limbah padat dan cair organik pada awal vegetative tanaman padi dengan kombinasi penggunaan pupuk anorganik mampu meningkatkan produksi pertanian 10% lebih tinggi dibandingkan dengan hanya mengandalkan penggunaan bahan anorganik lain pupuk kimia. selain itu pupuk organic cair dan padat dari urin sapi dapat mencegah serangan opt pada tanaman padi. diharapkan nantinya penggunaan pupuk kimia sintetik untuk pupuk dasar mulai tergeser dengan keunggulan pupuk cair organik padat dan cair dari urine sapi. penulis asniar k, sp (ppl kec. tellu siattinge)