Loading...

Pemanfaatan Pupuk Organik Untuk Meningkatkan Kesuburan Tanah Dan Kualitas Tanaman

Pemanfaatan Pupuk Organik Untuk Meningkatkan Kesuburan Tanah Dan Kualitas Tanaman
Maniur Pardosi Tobasa Habinsaran Pemanfaatan Pupuk Organik untuk Meningkatkan Kesuburan Tanah dan Kualitas TanamanAbstrak. Beberapa hasil penelitian mengindikasikan bahwa sebagian besar lahan pertanian intensif telah mengalami degradasi dan menurunnya produktivitas lahan, terutama terkait dengan sangat rendahnya kandungan C-organik dalam tanah yaitu <2%, bahkan pada banyak lahan sawah intensif di Jawa kandungannya <1%. Padahal untuk memperoleh produktivitas optimal dibutuhkan C-organik lebih dari 2,0%. Di lain pihak, Indonesia sebagai negara tropika basah yang memiliki sumber bahan dan pupuk organic yang melimpah belum dimanfaatkan secara optimal. Bahan atau pupuk organik sangat bermanfaat bagi peningkatan produktivitas lahan pertanian dalam perbaikan sifat fisik, kimia dan biologi tanah, dan mengurangi pencemaran lingkungan. Pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari tumbuhan mati, kotoran hewan dan/atau bagian hewan dan/atau limbah organik lainnya yang telah melalui proses rekayasa, berbentuk padat atau cair, dapat diperkaya dengan bahan mineral dan/atau mikroba yang bermanfaat untuk meningkatkan kandungan hara dan bahan organik tanah serta memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Sumber bahan untuk pupuk organik sangat bervariasi seperti dari limbah pertanian dan non pertanian dengan karakteristik sifat fisik dan kandungan kimia/hara yang sangat beragam sehingga kualitas pupuk organik yang dihasilkan juga bervariasi mutunya. Oleh karena itu pengaruhnya terhadap produktivitas tanah dan tanaman pada lahan kering dan lahan sawah juga bervariasi. Pemanfaatan pupuk organic baik berupa kompos, pupuk kandang atau bentuk lainnya perlu didukung dan dipromosikan lebih intensif baik dilihat dari sisi positif maupun negatifnya. Diperlukan peraturan mengenai persyaratan mutu pupuk organik agar memberi manfaat maksimal bagi petani, mengurangi dampak negatif bagi kesehatan dan pencemaran lingkungan. Permasalahan pemanfaatan pupuk organik di Indonesia yang tergolong daerah tropis dengan curah hujan yang tinggi, tingkat perombakan bahan organik berjalan relatif cepat, sehingga pupuk organik diperlukan dalam jumlah besar. Hal ini menimbulkan kesulitan dalam pengangkutan dan penggunaannya, terlebih bila pupuk organik harus didatangkan dari tempat yang cukup jauh dari lahan usahanya. Disamping itu kadar hara dalam pupuk organik relatif rendah dan sangat bervariasi sehingga manfaatnya bagi tanaman tidak langsung dan pengaruhnya dalam jangka panjang. Oleh karena itu penggunaan pupuk organik tetap harus dikombinasikan dengan pupuk anorganik dengan takaran yang lebih rendah. Beberapa bahan dasar pembuatan pupuk organik yang terdiri dari bahan-bahan berserat panjang dan keras sehingga menyulitkan proses produksinya. Untuk itu diperlukan alat pengolah/pemotong (chopper) sehingga mudah dikomposkan. Dalam rangka pemanfaatan pupuk organik untuk pemulihan lahan yang terdegradasi maka diperlukan program pengembangan pertanian petani mandiri yang mengintegrasikan ternak dan tanaman CLS (Crop Livestock System), penggunaan tanaman legum baik berupa tanaman lorong (alley cropping) maupun tanaman penutup tanah (cover crop) serta pemanfaatan bahan organik in situ perlu diintensifkan untuk mendukung pengembangan pupuk organik non komersial. Pemberdayaan masyarakat dan kelompok tani dalam pengadaan pupuk organik dapat dilakukan melalui: (a) pelatihan petani membuat pupuk organik in situ yang berasal dari kotoran ternak dan sisa tanaman yang dikomposkan, (b) mendorong petani melakukan diversifikasi usaha pertanian berbasis ternak, (c) mendorong petani melakukan pengelolaan bahan organik in situ terutama pada lahan kering. Untuk mendapatkan pupuk organik yang berkualitas baik, diperlukan fasilitas/insentif dari pemerintah berupa mikroba dekomposer dalam proses pembuatan kompos untuk mempercepat proses pengomposan dan atau peralatan pembuat kompos pada tingkat kelompok tani.Diterbitkan pada Prosiding Seminar Nasional Teknologi Pemupukan dan Pemulihan Lahan Terdegradasi. Hal. 571-582. Penyunting: Wigena et al. Bogor, 29-30 Juni 2012. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian. 2012 Macam-macam Metode Pembuatan Pupuk KomposMetode dalam pembuatan pupuk kompos tidak hanya satu macam. Tahukah anda, ternyata metode dalam pembuatan pupuk kompos ada berbagai macam? Dan semua metode itu tergantung dengan situasi dan kondisinya.Macam-macam Metode Pembuatan Pupuk Kompos – Setelah memahami hakikat pengomposan, bahan-bahan yang diperlukan, serta prinsip-prinsip utamanya, pembuatan pupuk kompos bisa dimulai. Pembuatan pupuk kompos bisa dilakukan dengan beragam metode mulai dari cara yang paling sederhana hingga menggunakan teknologi tinggi. Bagi para pemula, pembuatan pupuk kompos dengan teknologi rendah akan lebih memudahkan untuk dicoba di rumah. Berikut beberapa pilihan metode sederhana yang bisa dipilih untuk pembuatan pupuk kompos sesuai situasi dan kondisi.• Pupuk BokashiPupuk Bokashi merupakan pupuk organik yang bahan-bahannya terbuat dari kotoran hewan dan tumbuhan. Ciri-ciri khusus dari pembuatan pupuk bokashi adalah mikroorganisme yang digunakan yaitu EM4 tetapi tidak menutup kemungkinan jika menggunakan aktivator alami seperti cairan MOL. Selain itu proses pembuatan pupuk bokashi relatif lebih cepat yaitu 1-14 hari sejak pengomposan alias pembuatan pupuk kompos.Larutan EM4 memang dikenal sebagai dekomposer yang paling populer. Dibuat oleh Prof. Dr. Teuro Higa yang berasal dari Jepang cairan EM4 sudah mengandung bakteri fotosintesis, bakteri asam laktat (Lactobacillus sp), Actinomycetes dan ragi (www.alamtani.com).Cara pembuatannya cukup mudah pertama Anda bisa menyiapkan beberapa bahan seperti:• Kotoran hewan, anda bisa menggunakan kotoran sapi, ayam, kambing, atau kotoran yang lainnya. Kotoran hewan yang digunakan bisa kotoran yang masih basah ataupun yang sudah kering.• Dedak halus yaitu hasil dari sisa penggilingan beras yang telah melalui beberapa proses penggilingan. Jenis dedak ada dua yaitu dedak kasar dan dedak halus. Bahan yang baik digunakan adalah dedak halus karena dalam dedak halus mengandung vitamin B1 yang ikut terasah pada proses pengasahan/pemutihan beras.• Arang sekam. Sekam merupakan bagiana luar dari butir padi yang kering dan bersisik, bagian ini tidak dapat dikonsumsi oleh manusia. sekam ini banyak dimanfaatkan oleh pabrik pembuat batu bata pada saat proses pembakaran. Hasil dari pembakaran sekam inilah yang disebut sebagai arang sekam. Jika di kota anda tidak memiliki arang sekam, maka anda dapat menggantinya dengan arang kayu yang di tumbuk halus.• Abu merupakan bubuk yang dihasilkan dari sisa pembakaran. warnanya abu-abu kehitam-hitaman. Bahan ini bisa berasal dari abu dapur sisa masak rumah tangga yang sudah tidak dimanfaatkan lagi biasanya hanya dibuang begitu saja, abu sampah, abu jerami, abu sekam dan lain-lain. Kandungan hara yang terdapat dalam abu terdiri dari P, Ca, Mg, Fe, dan K, sehingga penambahan bahan ini pada pembuatan kompos meningkatkan sumber nutrisi pada tanaman.• Tumbuhan, tumbuhan disini dapat berupa rumput hijau, daun-daunan kering yang berjatuhan, batang pisang, jerami sisa panen maupun tumbuhan lainnya. Untuk bahan pohon pisang dan jerami yang memiliki ukuran besar, hendaknya dicacah terlebih dahulu. Semakin kecil ukurannya semakin baik karena mempercepat proses pelapukan. • Larutan Cara membuatnya adalah dengan melarutkan EM4 dengan air dan masukkan pula tambahan gula pasir atau gula merah sebagai makanan bakteri. Kemudian masukkan pada wadah untuk memudahkan proses penyiraman.Irawan (2012: 3) menjelaskan untuk membuat ukuran 500 Kg Bokashi komposisi bahannya terdiri dari:• Pupuk Kandang = 300 Kg• Dedak = 50 Kg• Sekam Padi = 150 Kg• Gula yang dicairkan = 200 ml• Larutan EM4 = 500 ml• Air secukupnya.Setelah semua bahan disiapkan, pembuatan pupuk bokashi dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan teknik berlapis maupun teknik campur atau mix. Jika menggunakan teknik mix maka campurkan semua bahan diatas. Kemudian jika bahan sudah tercampur, berikan larutan EM4 dan gula dalam adonan dan sambil diaduk aduk agar EM4 merata. Adonan yang sudah siap jika digenggam dengan tangan airnya tidak jatuh dan jika di buka maka adonan tidak pecah. Kemudian adonan dibuat gunungan setinggi 15-20 cm. Langkah terakhir adalah tutup adonan dengan menggunakan tarpal tebal dan di tindih dengan beberapa batu agar tarpal tidak bergerak. Setelah 4-7 hari pupuk bokashi sudah siap digunakan.Hal yang perlu diperhatikan saat membuat pupuk bokashi ini adalah suhu kompos tidak boleh melebihi 60 derajat C, bagaimana cara mengeceknya? Anda cukup gunakan termometer atau bila di sentuh akan terasa hangat. kemudian tempat pembuatan bokashi sebaiknya dilakukan di tempat yang teduh sehingga terlindung dari hujan.• Pupuk Kompos TakakuraDari sisi teknik pembuatan, pupuk kompos takakura merupakan salah satu pupuk yang mudah dibuat di tataran rumah tangga. Pembuatan kompos Takakura bisa menjadi solusi bagi Anda yang ingin membuat kompos namun tidak memiliki lahan kosong yang cukup. Jika dilihat dari segi fungsi, kompos Takakura ini tidak jauh dari pupuk organik lainnya yaitu sebagai media pengurai bagi sampah organik yang dihasilkan dari limbah rumah tangga, namun yang menjadi ciri khas adalah tempat membuat komposnya yaitu menggunakan keranjang. Keranjang ini sering disebut dengan keranjang takakura. Nama Kompos Takakura sendiri diambil dari nama penemu pupuk kompos ini yaitu Mr. Koji Takakura.Peneliti yang berasal dari Jepang ini melakukan penelitian di surabaya bersama PUSDAKOTA, Universitas Surabaya dan Kitasyushu Tecnho-coorperation Association Jepang. Takakura memperkenalkan pembuatan pupuk kompos dengan cara yang lebih sederhana dan dapat dimanfaatkan sebagai tempat sampah di rumah, di kamar kos, apartemen dan sebagainya, tidak hanya itu hasil kompos akhirnya nanti dapat dimanfaatkan sebagai penyubur tanaman hias yang anda punya. Berikut akan dijelaskaan metode pembuatan kompos Takakura:1. Siapkan keranjang Takakura. Keranjang yang digunakan adalah keranjang yang memiliki lubang-lubang kecil pada sekeliling keranjang. Anda bisa memanfaatkan keranjang sisa wadah baju laundrydengan ukuran kurang lebih 50 liter. Syarat utamanya adalah keranjang harus memiliki penutupnya juga ini berfungsi untuk menjaga kelembaban dan menghindari lalat bertelur di dalam keranjang, dan mencegah gangguan kucing, tikus, dan lain-lain.2. Selanjutnya, siapkan kardus dan dimasukkan kedalam keranjang takakura. Anda bisa menggunakan kardus sisa mie yang ukurannya hampir sama dengan ukuran keranjang yang Anda gunakan. Selain kardus Anda juga bisa memanfaatkan kain tebal seperti kain karpet mobil untuk melapisi keranjang. Fungsi dari kardus ini adalah untuk menjaga kelembaban, mengurangi gangguan dari serangga, mempercepat proses pengomposan dan dapat menyerap air pada proses pengomposan agar tidak merembes keluar. Tekstur kardus yang berpori dapat membuang udara dan air. 3. Masukkan bantalan sekam sebagai lapiran paling bawah dalam keranjang Takakura. Bantalan sekam akan digunakan pada bagian bawah keranjang dan untuk di lapisan atas (lihat gambar). Cara membuatnya adalah anda cukup memasukkan sekam padi kedalam kantong jaring, setelah terisi penuh jahit kembali bantalan sekam agar tidak tercecer. Fungsi bantalan ini adalah membantu penyerapan air dan bau yang dihasilkan pada proses pengomposan.4. Masukkan kompos padat yang sudah siap pakai ke dalam keranjang. Pupuk kompos inilah yang nantinya berfungsi sebagai aktivator pengurai utama dari sampah organik yang masuk kedalam keranjang.5. Sekarang Anda tinggal memasukkan bahan-bahan yang hendak dikomposkan. Bahan ini bisa berasal dari sisa sayuran mentah seperti akar, batang, bunga, daun sayuran, kulit sisa kupasan kentang, wortel, daun bawang layu, kulit buah-buahan. Sebelum dimasukkan kedalam keranjang Takakura sebaiknya bahan-bahan yang besar dicacah terlebih dahulu hingga berukuran 2 cm x 2 cm. Pemotongan dilakukan agar mempercepat proses penguraian. Anda juga bisa memasukkan sisa sayuran matang dan sisa makanan dari meja makan. Catatan agar tidak memasukkan daging, tulang, dan santan ke dalam keranjang.6. Setiap sampah yang masuk kedalam keranjang Takakura diaduk perlahan hingga bahan tercampur dengan pupuk kompos. Jika diperlukan anda juga bisa menambahkan selapis kompos yang sudah jadi diatasnya. Setelah itu letakkan bantalan sekam diatasnya dan kain hitam kemudian tutup kembali keranjang.Keranjang Takakura ini mampu menampung sampah organik sampah organik satu keluarga (4-6 orang), volume sampah organik yang terus menyusut membuat keranjang Takakura ini bisa tahan hingga satu bulan dan terus dapat digunakan kembali untuk menampung sampah organik rumah kita. Saat memasukkan sisa sayuran dan makanan yang berkuah hendaklah airnya di buang terlebih dahulu barulah ampasnya dimasukkan kedalam keranjang Takakura, hal ini dilakukan untuk menghindari campuran kompos terlalu lembab.• Metode Pembuatan Pupuk Kompos dengan Windrow CompostingMetode open windrow adalah salah satu metode sistem pengelolaan sampah dengan aliran udara terbuka atau mengandalkan bakteri anaerob. Aliran udara yang dimaksud merupakan proses untuk membantu fungsi bakteri saat terjadi proses pengolahan sampah rumah tangga. Kalaupun udara terpenuhi, dalam pengelolaannya pun harus dilakukan perlakuan-perlakuan khusus untuk mencapai hasil yang maksimal. Sebab, tercapainya hasil yang aik kuncinya terletak pada ketaatan dari para pengolahnya terhadap cara ini. (Tim Move Indonesia, 2007) Pada metode ini, kompos ditumpuk dalam barisan yang ditumpuk sejajar. Tumpukan secara berkala dibolak-balik untuk meningkatkan aerasi, menurunkan suhu apabila suhu terlalu tinggi, dan menurunkan kelembaban kompos.Teknik ini sesuai untuk pengomposan skala yang besar. Lama pengomposan berkisar antara tiga hingga enam bulan, tergantung pada karakteristik bahan yang dikomposkan. (Isroi:tt) Untuk membuat kompos metode openwindrow, ada beberapa tahapan teknis yang dibutuhkan. (Tim Move Indonesia, 2007)Pertama, ketersediaan lahan dan bangunan.• Bentuk bangunan harus memberikan keleluasaan bagi udara untuk mengalir dari setiap sisi ruang atau aliran udara sangat lancar.• Bangunan juga harus memiliki atap yang mampu menjaga sampah terhindar dari asupan sinar matahari dan curhan hujan yang jika terjadi akan menyulitkan kontrol terhadap proses penguraian sampah dan jangan sampai mengganggu unsur-unsur mikro dalam sampah.• Unit pengolahan harus menggunakan lantai dari semen dengan kemiringan tertentu untuk menghindari meresapnya kotoran hasil proses ke dalam tanah sehingga bisa meracuni sumber air dalam tanah, tumbuhan, dan tanah.• Sebaiknya mencari lokasi yang jauh dari pemukiman agar bau yang dihasilkan dari proses itu tidak mengganggu dan menjadi masalah yang akan muncul di kemudian hari.Skema bangunan pengomposan metode open windrowsumber : http://dokumen.tipsKedua, merancang perlengkapan isi bangunan pengolahan sampah rumah tangga. Misalnya bangunan dilengkapi dengan bak khusus tempat penyaring alami dari kerikil, ziolit, arang, ijuk sehingga sampah kasar tersaring dan lindi yang sudah tersaring dapat disiramkan ke pada timbunan sampah karena memiliki bakteri yang dibutuhkan dalam pengkomposan.Ketiga,penyediaan peralatan pendukung antara lain:• Segitiga aerasi dan paralon aerasi untuk membantu mesuknya aliran udara pada bagian tengah dan samping timbunan.• Sekop untuk mengatur susunan sampah sehinga kondisi fermentasinya merata, menjaga kerapian, dan mempermudah kontrol.• Garu juga dibutuhkan untuk membantu pembalikan dan pengadukan sampah atau pencacah spontan (ketika mengaduk gigi-gigi garu akan memecah sampah menjadi materi yang lebih kecil secara otomatis mempercepat proses dekomposisi sampah).• Ayakan, untuk memisahkan kompos kasar (materi-materi yang lama terkomposkan) dengan kompos halus yang nantinya dapat digunakan langsung atau dijual).• Termometer untuk menjaga temperatur atau suhu timbunan sampah sehingga bakterinya tetap berfungsi secara aktif.• Kertas lakmus untuk mengontrol tingkat keasaman atau PH dalam sampah.• Sekam, belerang, dan abu untuk membantu menjaga kondisinetral PH dalam sampah. Pada saat si sampah organik masuk ke dalam proses penguraian, dilakukan perlakuan-perlakuan khusus untuk menghasilkan pupuk organik yang berkualitas.Selanjutnya, setiap minggunya diperlukan menyiram air dan membalik-balik sampah dengan perubahan suhu yang setiap hari terus dipantau. Sampai kurang lebih dua bulan, sampah yang selama ini menjijikkan itu akan menjadi asupan energi bagi tanaman Anda. Pada metode ini, pengomposan dilakukan di dalam lubang, yang dibuat dekat kandang ternak. Lubang berukuran kedalaman 1 m, lebar 1,5-2 m, panjang lubang tergantung dari ketersediaan bahan. Bahan dasar yang digunakan adalah campuran sisa/residu tanaman, kotoran ternak, urine ternak, abu bakaran kayu, dan air. Bahan yang keras tidak boleh melebihi 10%. Semua bahan yang tersedia disusun menurut lapisan-lapisan dengan ketebalan masing-masing 15 cm, dengan total ketebalan 1,0-1,5 m. Setiap lapisan disiram urine ternak secara merata, kelembaban tumpukan dijaga sekitar 90%. Pembalikan dilakukan tiga kali, yaitu pada 15, 30, dan 60 hari setelah kompos mulai dibuat.• Metode Pembuatan Pupuk Kompos dengan Metode BerkeleyBahan dasar yang digunakan adalah: dua bagian bahan organik kaya selulosa dan satu bagian bahan organik kaya nitrogen dengan nilai rasio C/N 30:1. Bahan disususn berlapis-lapis hingga ketebalan berukuran 2,4×2,2×1,5 m. Setelah 2-3 hari proses pengomposan berjalan terbentuk suhu tinggi, secara berkala kompos harus dibalik. Setelah hari ke-10, suhu mulai menurun dan bahan berubah menjadi remah dan berwarna coklat gelap. Pengomposan selesai setelah dua minggu.• Metode Pembuatan Pupuk Kompos dengan Metode VermikomposMemanfaatkan cacing sebagai perombak bahan organik. Kotoran cacing yang disebut kascing kaya N, P,K, Ca, dan Mg yang tersedia bagi tanaman, mengandung vitamin, enzim, dan mikroorganisme. Vermikompos dibuat dengan menggunakan kotak dari papan kayu atau kotak plastik yang sudah tidak terpakai atau dengan skala besar. Tiga tahap pembuatan vermikompos, (1) pengadaan bahan organik, (2) perbanyakan cacing tanah, (3) proses pengomposan.(Simanungkalit: 2009)• Metode Pembuatan Pupuk Kompos dengan Metode BangaloreMetode ini mempunyai banyak kelemahan. Selama proses pengomposan berlangsung, maka bahan yang dikomposkan harus selalu berada dalam lubang atau bak pengomposan. Selama proses pengomposan tidak dilakukan penyiraman atau pembalikan karena timbunan kompos ditutup dengan tanah atau lumpur, maka penyiraman harus cukup banyak sampai proses selesai. Setelah 8-10 hari proses berjalan secara aerob, selanjutnya proses berjalan semi-aerob. Proses ini berjalan lambat dan sedikit-demi sedikit sehingga diperlukan waktu 6-8 bulan, sampai kompos siap dipakai. Proses ini tidak terjadi kehilangan karbon maupun nitrogen,sehingga kualitaskompos sangat tergantung pada bahan dasar yang digunakan.Metode pengomposan ini dikembangkan di Bangalore (India) oleh Acharya (1939). Bahan yang dikomposkan terdiri atas campuran tinja dan sampah kota. Metode ini sangat sesuai untuk wilayah yang curah hujannya rendah. Diperlukan waktu antara 6-8 bulan untuk memperoleh kompos yang siap pakai.Pengomposan dengan cara ini memperoleh hasil yang lebih banyak daripada proses pengomposan aerob, kehilangan nitrogen relatif sedikit dan tidak banyak memerlukan tenaga. Akan tetapi memerlukan waktu yang lebih panjang. Kemungkinan yang merupakan masalah adalah bau yang busuk dan lalat yang cukup banyak.• Metode Pembuatan Pupuk Kompos dengan Metode JepangSebagai pengganti lubang galian digunakan bak penampung yang terbuat dari anyaman kawat atau bambu, ban mobil bekas yang disusun bertingkat, atau bahan lain yang tersedia setempat. Dinding bak dirancang sedemikian rupa sehingga aerasi berjalan dengan lancar. Bagian dasar dari bak ditutup rapat dengan tujuan untukmenghindarkan terjadinya pelindian unsur hara ke tanah yang ada di bawahnya.Bahan dasar kompos yang cocok untuk metode Jepang adalah: kotoran sapi dan kotoran ayam, rumput,daun segar dan kering limbah tanaman dan gulma, limbah agroindustri (belotong, limbah pabrik pengalengan sayuran dan buah), bahan mineral (batuan fosfat), sampah kota dan rumah tangga serta limbah padat dan cair yang berasal dari instalasi penyehatan. Keunggulan metode ini disebabkankarena bakpenampung diletakkan di ataspermukaan tanah sehinggamemudahkan dalam mengaduk bahan yang dikomposkan. Tidak seperti halnya proses pengomposan yang menghasilkan suhumencapai 65 derajat – 70 derajat celcius, maka dengan metode ini kehilangan nitrogen dalam bentuknitrat dapat dihindarkan.Teknologi proses pengomposan dari waktu ke waktu mengalami perbaikan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, dan terutama dalam mengantisipasi meningkatnya sampah kota dan pemukiman yang makin beragam sesuai dengan makin meningkatnya penduduk perkotaan termasuk kegiatannya. (Sutanto:2009)• Metode Pembuatan Pupuk Kompos dengan Metode KraalPembuatan komposdengan cara ini cocokuntuk daerah yang mempunyai iklimdengan curah hujan tinggi atau kelembabanudara tinggi. Cara ini lebih baik dibuat di tempat yang banyak memelihara ternak. Bahan utama yang digunakan adalah jerami, batang jagung, daun, rumput sisa makanan ternak, dan alas tidur ternak.Caranya: bahan tersebut ditimbun setinggi 50-60 cm pada tanah yang alasnya dipadatkan. Lebar timbunan sekitar 200 cm, panjangya tergantug pada bahan yang tersedia. Timbunan dicampur dengan kotoran ternak padat ataupun cair. Kemudian, dibiarkan sekitar sebulan dan dilakukan pembalikan. Bagian bawah ditaruh di atas dan bagian atas ditaruh di bawah. Dengan pembalikan 3-4 kali, umumnya kompos sudah jadi.• Metode Pembuatan Pupuk Kompos dengan Metode Heat and Trench MethodePembuatan kompos dengan metode heat and trench seperti cara pertama (cara kraal), yakni tanah yang digunakan untuk pembuatan kompos dipadatkan terlebih dahulu. Ukuran timbunan adalah panjang sekitar dua meter. Umumnya, tanah digali sedalam 50-75 cm dan bahan yang akan dikomposkan ditimbun setinggi 100 -150 cm. Jadi, sedalam 50-75 cm terletak di bawah permukaan tanah dan 50-75 cm di atas permukaan tanah.Bahan kompos yang berasal dari kotoran ternak atau unggas dalm jumlah terbatas. Bagian bawah sering diberi alas jerami batang-batang jagung untuk mencegah hilangnya kompos setelah jadi. Timbunan dibiarkan begitu saja atau seakan-akan disimpan di dalam lubang. (Rosmarkan: 2002)• Metode Pembuatan Pupuk Kompos dengan Metode Turning of Compost HeatsCara pembuatan kompos ini menyerupai kraal methode, yakni sisa tanaman ternak dan sampah ditimbun dan dicampur dengan kotoran ternaak. Aerasi dalam timbunan diusahakan berjalan lancar. Selama perombakan seringkali diadakan pembalikan timbunan. Pembalikan dan pencampuran pertama dilakukan sekitar dua minggu setelah penimbunan. Pada pembalikan pertama, dianjurkan agar pada timbunan ditambahkan bahan lain, misalnya kompos yang sudah lebih matang sebagai upaya innokulasi mikrobia atau kapur untukmenetralkan keasaman. Tiga minggu setelah pembalikan pertama dilakukan lagi pembalikan kedua dan pembalikan selanjutnya dilakukan tiga minggu berikutnya. Pada setiap pembalikan ditambahkan air secukupnya agar kelembaban tetap terjaga. Jika cuaca kering perlu dilakukan penyiraman setiap minggu sekali. Pengomposan dengan metode ini diharapkan 2-3 bulan kompos sudah matang.(Rosmarkan: 2002)• Metode Pembuatan Pupuk Kompos dengan Metode Save Paneling CostPengomposan dengan save paneling cost menggunakan bahan berupa sisa-sisa makanan, misalnya sampah halaman rumah, sampah pasar, atau sampah kota. Bahan-bahan tersebut ditimbun dengan ukuran panjang 27 feet, lebar 16 feet, dan tinggi 18 feet. Di atas timbunan diberi abu yang diratakan sebanyak dua karung, kemudian disiram dengan kotoran ternak.Setelah diinkubasikan selama satu bulan, timbunan kompos dilakukan pembalikan pertama. Stu bulankemudian dilakukan pembalikan kedua. Pada pembalikan kedua ini serugkali kompos telah matang. Jika kompos tersebut belum matang, sebaiknya dilakukan pembalikan lagi dan dibiarkan beberapa minggu hingga kompos menjadi matang dan siap untuk diberikan pada tanah.(Rosmarkan: 2002)• Metode Pembuatan Pupuk Kompos dengan Metode Baccari ItaliaPengomposan dengan cara ini menggunakan kotak kompos khusus berbentuk kubus dengan volume sekitar 20 m3 yang terbuat dari pagar beton. Proses peruraian bahan kompos memerlukan waktu 18 hari. Temperatur ahan organik dalam kotak beton akan naik menjadi sekitar 65 derajat C. Kemudian, udara dimasukkan ke dalam kotak melalui lubang-lubang yang dibuat di bagian dasar kotak dan kelebihan air mengalir lewat lubang tersebut. Dalam waktu seminggu temperatur turun terus. Kemudain dibiarkan udara masuk dan kompos matang dalam waktu 35-60 hari.Verdier memodifikasi cara ini dengan menampung air yang tiris lewat lubang dari dasar kotak dan disiramkan ke dalam kotak lewat bagian atas. Air tirisan ini mengandungmikrobia dalam jumlah yang tinggi, sehingga proses dekomposisi akan lebih cepat lagi.Menurut Verdier (Abas, 1973), kompos sudah cukup matang hanya dalam 30 hari saja.(Rosmarkan: 2002) Manfaat dan Peranan dari PUPUK ORGANIK BAGI TANAH DAN TANAMANBahan organik atau pupuk organik sudah tidak diragukan lagi dalam dunia pertanian salahsatunya yaitu manfaat menggunakan pupuk organik adalah untuk meningkatkan hasil bagi tanaman. Di era modern ini banyak petani yang berlih menuju pertanian organik dengan tujuan yakni harga jual dari hasil produksi lebih tinggi. Blog sampulpertanian kesempatan kali ini akan membahas tentang artikel manfaat dari bahan organik atau pupuk organik bagi tanah dan tanaman. Adapun manfaat dari bahan organik bagi tanah dan pertumbuhan tanaman sebagai berikut: 1. Menghidupkan kembali jasad renikJasad renik atau mikroorganisme yang menguntungkan bagi tanaman akan kembali berkembang sehingga dengan berkembangnya mikroorganime pada tanah akan membuat tanah menjadi subur serta ketersediaan unsur hara kembali tersedia bagi tanaman 2. Menjaga struktur dan kesuburan tanahDengan menambahkan bahan organik atau pupuk organik struktur tanah akan sedikit demi sedikit bisa berubah, tanah tidak akan padat dan masam melainkan kembali gembur dan tanah pH tanah kembali netral. hal ini sangat menguntungkan bagi tanaman terutama untuk pertumbuhan perakaran. 3. Mampu menahan airMemasuki musim kemarau kebutuhan air sangat meningkat tidak terkecuali bagi tanaman, dengan seringnya menggunakan pupuk organik tanah mampu menyimpan air lebih lama jika dibandingkan dengan tanah yang tidak diberikan bahan organi atau pupuk organik. 4. Sumber unsur hara bagi tanamanSudah tidak diragukan lagi, bahan organik atau pupuk organik merupakan sumber unsur hara yang sangat dibutuhkan bagi tanaman, sehingga dengan menambahkan organik disetiap pemupukan tanah akan bisa memenuhi kebutuhan unsur hara bagi tanaman, terbukti jika tanaman diberikan organik tanaman bisa tumbuh lebih sehat dan hasil produksi dati tanaman akan meningkat. 5. Tanaman lebih sehatSudah tidak bisa dipungkiri, kemajuan zaman membuat tanaman semakin tidak sehat, dengan tercemarnya pestisida dan bahan-bahan kimia lainnya membuat tanaman menyimpan residu yang konsumsi oleh kita. Pemberian pupuk maupun pestisida organik akan membuat tanaman lebih sehat sekaligus harga jual dari hasil produksinya lebih tinggi jika dibandingkan tanaman yang menggunakan bahan kimia. Sebenarnya masih banyak manfaat dan peranan bahan organik bagi tanah dan tanaman namun secara garis besar blog sampulpertanian membaginya hanya menjadi 5 poin. Demikian artikel tentang manfaat dan peranan bahan organik atau pupuk organik bagi tanaman, semoga artikel ini bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan. Terima kasih Teknologi Pertanian Ramah Lingkungan dengan Pestisida Nabati dan Pupuk Organik Cair Swadayaonline.com - Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sebagai instansi dibawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian, memiliki tugas pokok melaksanakan pelatihan bagi aparatur dan non aparatur pertanian. BBPP Lembang bekerjasama dengan Taiwan Technical Mission melaksanakan pemberdayaan petani melalui penyediaan sarana dan prasarana, pelatihan, dan pemasaran bersama bagi petani di wilayah Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bandung. Pelatihan yang dilaksanakan melalui Diklat Teknis Agribisnis Sayuran menggunakan metode Onsite Training Model, dimana pelatihan ini berbasis outcome yaitu selain meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan, juga harapannya dapat meningkat pendapatan petani dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan petani. Rabu (30/08/2018), dilaksanakan pelatihan untuk angkatan 35 yang berlokasi di Desa Tugu Mukti Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat, tepatnya di Kelompok Tani Sinar Mukti yang merupakan tempat usaha dari petani maju (core farmer). Memasuki sesi 4, yaitu pengenalan teknologi pertanian ramah lingkungan melalui pembuatan pupuk organik cair dan pembuatan pestisida nabati. Materi dan praktik disampaikan dan dibimbing langsung oleh penyuluh dan core farmer. Keseluruhannya memanfaatkan bahan-bahan alami dari tumbuhan yang ada disekitar kita misalnya daun sirsak, bawang putih, dll serta urine binatang ternak dengan campuran bahan tertentu lainnya. Pupuk organik cair efektif dalam menyuburkan tanaman dan pestisida nabati juga efektif dalam pengendalian hama dan penyakit pada tanaman. Muhamad Taufik, core farmer dari Angkatan 35 menyampaikan “peserta pelatihan saat ini sedang memperoleh materi dan praktik langsung untuk membuat pestisida nabati. Teknologi pertanian ini efektif dan efisien karena bahan mudah diperoleh dan mudah dibuatnya. Kandungan alami dalam pestisida nabati dapat mengurangi kandungan kimia pada sayuran yang dibudidayakan”. Dalam kesempatan yang sama, penyuluh pendamping, Yayan Kurniawan mengatakan “Pelatihan ini selain dapat meningkatkan perilaku peserta, juga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani”. SY/CTY PEMANFAATAN PUPUK KOMPOS UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI PENGELOLAAN TANAH PERTANIAN PADA LAHAN KERINGEKA LYA VIVIANTHIABSTRAKRasa memiliki dan peduli terhadap Sumberdaya Alam dan Lingkungan sangat diperlukan bagi kita semua. Hal ini guna menciptakan pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan berorientasi pada efisiensi pemanfaatan sumberdaya alam. Untuk mencapai hal tersebut, kita perlu memperhatikan aspek – aspek biologis yang dapat mendukung proses pengelolaan lahan agar potensi lahan tersebut menjadi optimal, salah satu caranya yaitu dengan penggunaan pupuk organik ( kompos ) pada lahan kering. Pupuk bermanfaat untuk menambah kandungan unsur – unsur hara di dalam tanah. Dengan adanya keseimbangan unsur hara tersebut, tanaman terutama tanaman yang tumbuh di lahan yang kering dapat menyerap hara tersebut untuk proses metabolisme di dalam tanaman tersebut.Dengan adanya proses pemupukan yang dilakukan secara alamiah ini, banyak keuntungan yang kita peroleh. Tingkat residu pada tanaman dapat kita kurangi, kesuburan tanah juga lebih terjaga, dimana daya jerap akar terhadap unsur hara akan lebih tinggi. Hal ini tentunya akan membuat tanaman menjadi lebih subur, memiliki daun yang banyak, dan memiliki buah yang banyak, besar, lebih segar, dan enak.Kata Kunci : Lahan Kering, Pupuk Organik kompos, unsur hara, produktivitas. PENDAHULUAN Tanah merupakan faktor terpenting dalam proses produksi pertanian, dimana keseimbangan unsur – unsur hara didalamnya sangat menentukan bentuk maupun karakter dari suatu tanaman. Keseimbangan antara tanah, kandungan bahan organik dan kandungan unsur hara sangat berpengaruh terhadap kelanjutan pertanian di masa yang akan datang.Semakin berkurangnya kesuburan tanah pada akhir – akhir ini menyebabkan hilang dan terganggunya proses produksi oleh suatu tanaman. Hal ini tentunya menuntut kita untuk berpikir dan berusaha bagaimana caranya untuk meningkatkan kesuburan tanah itu kembali.Proses pemupukan merupakan salah satu usaha yang dapat dilakukan. Penggunaan pupuk bertujuan untuk memberikan dan menyediakan nutrisi – nutrisi yang ada di dalam tanah, sehingga tanah akan menjadi subur dan dapat memberikan banyak nutrisi pada tanaman.Pemanfaatan sisa panen maupun sampah – sampah / kotoran organik lainnya sebagai pupuk oleh petani ternyata merupakan salah satu bagian dari konservasi tanah yang dilakukan dengan penuh kesadaran sebagai pelestarian sumberdaya alam. Ini merupakan