Loading...

PEMANFAATAN SABUT KELAPA SEBAGAI ALTERNATIF SUMBER KALIUM ORGANIK BAGI TANAMAN

PEMANFAATAN SABUT KELAPA SEBAGAI ALTERNATIF SUMBER KALIUM ORGANIK BAGI TANAMAN
Latar Belakang Sabut kelapa mengandung unsur kalium sebesar 10,25%, sehingga dapat menjadi alternatif sumber kalium organik untuk menggantikan pupuk KCl. Selain digunakan sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik, sabut kelapa juga digunakan sebagai media tanam dan pembuatan agar-agar kertas. Sabut kelapa mengandung unsur hara seperti Ca, Mg, K, Na dan P yang sesuai digunakan sebagai pupuk organik. Sabut kelapa sebagai media tanam mampu mengikat dan menyimpan air dengan kuat, aerasi dan drainase yang baik, sesuai dengan daerah panas. Manfaat, Peran dan Fungsi Pupuk Kalium bagi Tanaman Sebelum membahas bagaimana cara membuat pupuk kalium organik cair dari sabut kelapa, kita akan me-refresh kembali beberapa manfaat, peran dan fungsi pupuk berunsur kalium bagi tanaman, yaitu :1. Mempercepat proses pembungaan dan pembuahan.2. Berperan untuk memperkuat bagian-bagian tanaman, daun, bunga dan buah agar tidak mudah rontok.3. Meningkatkan ketahanan tanaman dan kondisi cekaman lingkungan, baik itu kekeringan atau dari serangan penyakit.4. Meningkatkan kualitas, mulai dari rasa, warna serta bobot panen.5. Meningkatkan daya simpan buah dan tidak mudah busuk. Berdasarkan uraian tersebut diatas, pupuk kalium yang bersifat mobile (bergerak dalam bentuk ion K+ dalam sel/jaringan tanaman), mempunyai peran yang cukup vital dalam mempercepat ketahanan tanaman, sehingga tanaman mampu bertahan dari kekeringan, serangan penyakit yang berakibat pada kegagalan tanaman dalam membentuk bunga dan buah (tidak mudah rontok). Gejala Kekurangan Kalium Kekurangan kalium (K) biasanya dapat diketahui antara lain dari gejala yang khas yaitu daun-daun terutama daun tua akan mengeriting tetapi tidak merata, kemudian timbul bercak-bercak bewarna merah kecoklatan, lantas daun akan mengering dan mati. Cara Membuat Pupuk Kalium Organik Cair dari Sabut Kelapa Bahan-bahan : Sabut Kelapa 20 kg Air Kelapa 1 liter Air Bersih 40 liter Stater / Bakteri pengurai 100 ml Tetes Tebu 300 ml atau gula 300 gr Alat : Drum plastik bekas Pengaduk Pisau Ember Selang kecil 0,5 Botol plastik bekas Lem bakar Cara Membuat : Sabut kelapa dipotong kecil-kecil, lalu masukkan ke dalam drum. Tuangkan air bersih, air kelapa, tetes tebu dan stater (bakteri pengurai); Aduk hingga merata. Tutup yang rapat. Untuk membuang gas selama proses fermentasi, buat lubang kecil pada tutup drum untuk memasukkan salah satu ujung selang kecil dan beri lem bakar pada bagian tersebut. Masukkan bagian ujung selang yang lain ke dalam botol plastik yang diisi air bersih agar tidak ada udara luar yang masuk ke dalam drum. Tempatkan drum di tempat yang terlindungi dari panas dan hujan, Biarkan selama 2 “ 3 minggu. Cara Aplikasi :¢ Dikocorkan pada lubang tanam atau disemprotkan pada daun ketika tanaman hendak memasuki fase generatif atau pembungaan, dengan dosis 0,5 “ 1 liter per tangki 15 liter. Disusun oleh : Retno Wijayanti, SPTHL “ TBPP BALAI PENYULUHAN PERTANIAN KECAMATAN PATI DINAS PERTANIAN KABUPATEN PATI TAHUN 2018 Sumber :Belajartani.comPerkebunan.litbang.pertanian.go.id