Loading...

Pemanfaatan Urin Sapi Menjadi Pupuk Cair Organik di Kecamatan Muara Sungkai

Pemanfaatan Urin Sapi Menjadi Pupuk Cair Organik di Kecamatan Muara Sungkai

Pemanfaatan Urin Sapi Menjadi Pupuk Cair Organik di Kecamatan Muara Sungkai

Muara Sungkai, Lampung Utara – Dalam upaya mendukung pertanian organik dan mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia, masyarakat di Kecamatan Muara Sungkai mulai mengembangkan pembuatan pupuk cair dari urin sapi. Program ini dilaksanakan secara swadaya oleh kelompok tani dan peternak setempat, dengan pendampingan dari penyuluh pertanian dan dukungan dari pemerintah desa.

 

Latar Belakang

Kecamatan Muara Sungkai dikenal sebagai salah satu daerah penghasil ternak sapi potong di Kabupaten Lampung Utara. Setiap hari, peternak menghasilkan limbah organik, salah satunya adalah urin sapi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dan hanya terbuang begitu saja.

 

Melalui sosialisasi dan pelatihan yang diadakan pada pertengahan tahun 2025, petani dan peternak diperkenalkan pada cara pengolahan urin sapi menjadi pupuk cair organik (PCO) yang ramah lingkungan, murah, dan bermanfaat tinggi untuk tanaman.

 

Proses Pembuatan Pupuk Cair Urin Sapi

Berikut adalah langkah-langkah pembuatan pupuk cair dari urin sapi yang dilakukan oleh kelompok tani di Desa Karang Rejo 2, Kecamatan Muara Sungkai:

 

Bahan-bahan:

Urin sapi segar: 20 liter

 

Gula merah (molase atau gula pasir): ½ kg

 

EM4 (Effective Microorganism 4): 200 ml

 

Air bersih: secukupnya

 

Wadah tertutup (drum atau jerigen besar)

 

Selang untuk pembuangan gas (jika fermentasi tertutup)

 

Cara Pembuatan:

Campurkan urin sapi dan air bersih dengan perbandingan 2:1.

 

Larutkan gula merah atau molase dalam air hangat, lalu campurkan ke dalam urin.

 

Tambahkan EM4 sebagai starter mikroba untuk mempercepat proses fermentasi.

 

Aduk rata semua bahan, kemudian masukkan ke dalam wadah fermentasi yang tertutup.

 

Fermentasi dilakukan selama 10–14 hari di tempat yang teduh. Jika menggunakan wadah tertutup rapat, pasang selang kecil untuk membuang gas hasil fermentasi.

 

Setelah dua minggu, pupuk cair siap digunakan.

 

Cara Penggunaan:

Sebagai pupuk daun: encerkan pupuk cair dengan perbandingan 1:10, lalu semprotkan ke daun tanaman seminggu sekali.

 

Sebagai pupuk tanah: bisa langsung disiramkan ke pangkal tanaman, khususnya saat awal tanam dan masa pertumbuhan.

 

Manfaat Pupuk Cair Urin Sapi

Menyuburkan tanah dan meningkatkan mikroorganisme alami

 

Meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman

 

Mengurangi penggunaan pupuk kimia sintetis

 

Biaya murah dan mudah dibuat secara mandiri