Loading...

Pemanfaatan Urine Kambing Pada Perkebunan Kakao Di Sulawesi Barat

Pemanfaatan Urine Kambing Pada Perkebunan Kakao Di Sulawesi Barat
Latar Belakang Dewasa ini dunia pertanian dan peternakan banyak disematkan dengan istilah “organik”. Limbah hasil ternak yang asalnya tidak terpakai dan terbuang sia-sia serta mencemari lingkungan. Kini juga ikut andil dalam pegelaran istilah organik. Limbah ternak yang berupa padat, cair dan gas semuanya kini mulai dimanfaatkan oleh peternak baik skala kecil menengah sampai skala besar. Sehingga terciptalah istilah “zero waste”. Pertanian organik sedang berkembang dan memerlukan peningkatan pasokan pupuk organik diantaranya yang berpotensi dikembangkan di Indonesia adalah pupuk organik padat (bio kultur) dan urien (bio urine). Oleh karenanya jika petani bisa mengelola dan memanfaatkan urine kambing maka akan mendapatkan input dan keuntungan ganda. Petani yang memanfaatkan urine menjadi bio-urine maka agar praktis dalam penampungannya diperlukan suatu saluran limbah yang dimodifikasi agar limbah yang dimodifikasi agar limbah padat sapi dan urinenya bisa terpisah. Dengan adanya proses pengolahan, maka limbah hasil ternak dapat dikemas menjadi pupuk organik, yang memiliki keunggulan ganda selain bermanfaat bagi tumbuhan juga dapat memperbaiki unsur hara pada tanah yang tidak dimiliki oleh pupuk kimia, sehingga kesuburan tanah bisa dijaga. Lebih lanjut melihat kondisi yang ada pada saat ini dimana melangbungnya harga pupuk an-organik atau pupuk kimia pabrikan, maka limbah merupakan satu peluang usaha tambahan yang memiliki nilai jual. Pemanfaatan limbah urine sebagai salah satu pupuk organik memberikan hasil yang cukup menjanjukan, sehingga peternakan sudah bisa memperoleh hasil sebelum ternak itu dijual. Harga urine yang sudah diolah dan menjadi pupuk cair, berkisar anatara Rp 7.000 – Rp 8.000/ liter. Peternak, terutama soal teknik atau cara menampung urine hingga proses pembuatan menjadi pupuk cair. Urine kambing merupakan salah sattu pupuk organik cair yang belum banyak dimanfaatkan oleh petani. sementara urine kambing ini mempunyai kandungan unsur N yang tinggi. Potensinya yakni satu ekor kambing dewasa itu dapat menghasilkan 2,5 liter urine/ ekor/ hari, sedangkan kotoran yang dihasilkannya adalah 1 karung/ ekor/ 2 bulan. Apa yang terdapat daam kotoran kambing. Cara Pembuatan Rumio Bacillus dan 1,4 liter bakteri Azoto Bacter dimasukkan dalam 1.100 liter air urine ke bak fermentasi Kemudian diaduk sampai rata, selanjutnya ditutup rapat selama 1 minggu. Setelah 1 minggu dipompa dengan menggunakan pompa air dan dilewatkan melalui talang air, dibuat seperti tangga selama 6 jam, tujuannya untuk penepisan atau menguapkan kandungan gas amonia, agar tidak berbahaya bagi tanaman yang akan diberi bio urine (Exotics Farm Indonesia 2010) Kemasan dalam jirigen ukuran 5 liter Kemudian pupuk cair ini siap digunakan Cara Penggunaan Pupuk cair yang telah jadi, dapat langsung digunakan yaitu; 1 liter fermentasi urine kambing (bio urine) dicampur 10 liter air lalu disemprotkan ke tanaman. Untuk benih/ biji direndam selama semalam, sedangkan untuk bibit perendaman selama maksimal 10 menit. Keunggulan pupuk cair bio urine dibandingkan dengan pupuk cair lainnya adalah kandungan fitohormon Auksin yang merupakan zat perangsang tumbuh pada tanaman. Kelebihan dan Keuntungan Penggunaan Urine Sebagai Pupuk Organik Cair Antara Lain adalah; Urine atau air kencing ternak mempunyai jumlah kandungan nitrogen, fosfor, kalium dan air lebih banyak jika dibandingkan dengan kotoran sapi padat. Mengandung zat perangsang tumbuh yang dapat digunakan sebagai pengatur tumbuh. Semoga bermanfaat Dikutip dari berbagai sumber Penyusun: Yesika Resonya Silitonga, S.P (BPTP Sulbar)