Loading...

PEMANGKASAN KAKAO

PEMANGKASAN KAKAO
Pemangkasan merupakan salah satu teknik budidaya yang penting untuk dilakukan, terutama dalam mengatur iklim mikro yang tepat bagi pertumbuhan bunga dan buah atau untuk mengatur jumlah dan sebaran daun. Berbeda dengan komoditas pada umumnya, kakao merupakan komoditas yang perawatannya memerlukan pemangkasan. Pada prinsipnya ,tujuan pemangkasan tanaman adalah mencegah tanaman kehilangan nutrisi pada saat fase pertumbuhan vegetatifnya (pembentukan daun dan tunas) maupun pada fase pertumbuhan generatif (pembentukan bunga dan biji). Pada tanaman kakao pemangkasan ditujukan untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan produksi buah. Tanaman kakao yang dipangkas dengan benar biasanya semuanya berbuah dan buahnya tersebar mulai dari permukaan tanah sampai ke cabang-¬cabang yang tinggi. Pemangkasan juga agar tanaman terjaga kelembabannya sehingga tak mudah terserang hama dan penyakit. Pemangkasan yang dilakukan pada tanaman kakao ada 3 (tiga) macam, yaitu pemangkasan bentuk; pemangkasan pemeliharaan; dan pemangkasan produksi. Pemangkasan Bentuk Fase masa muda Dilakukan pada waktu tanaman umur 8-12 bulan, caranya: ¢ Pangkas cabang-cabang yang lemah. Cabang yang dipelihara 3-4 cabang Ietaknya merata ke segala arah agar pertumbuhannya seimbang. ¢ Usahakan jorket terbentuk pada ketinggian 100-150 cm. ¢ Buang tunas-tunas air mulai dari jorket sampai permukaan tanah sehingga batang kakao bersih dari tunas air . Lakukan secara teratur 2-3 minggu sekali. ¢ Potong ujung cabang-cabang primer yang tumbuh terialu panjang. Fase masa remaja Pemangkasan dilakukan pada waktu tanaman kakao berumur 18-24 bulan, caranya: ¢ Buang semua cabang sekunder yang tumbuh pada cabang primer sepanjang 30-60 cm dari jorket. ¢ Potong cabang-cabang yang menggantung. ¢ Usahakan semua daun pada tajuk mendapat sinar matahari secara merata. Pemangkasan Pemeliharaan ¢ Buang tunas-tunas air yang ada disekitar jorket kira-kira 50-60 cm. ¢ Hilangkan cabang-cabang yang kering. ¢ Buang cabang-cabang yang arah pertumbuhannya ke dalam atau menggantung. ¢ Buang cabang-cabang yang saling melintang, dan tindih-menindih. ¢ Pangkas cabang-cabang dan ranting-ranting yang menyebabkan tajuk pohon menjadi terlalu rimbun. ¢ Batasi tinggi tanaman hanya sampai jorket pertama. Dalam pemangkasan pemeliharaan, dikenal dengan istilah wiwilan, yaitu kegiatan membuang tunas air. Wiwilan bisa dilakukan secara manual menggunakan tangan. Pemangkasan produksi Pemangkasan produksi berkesinambungan dengan pemangkasan pemeliharaan. Tujuannya adalah untuk memaksimalkan produktivitas tanaman. Caranya, dengan memangkas daun-daun agar tidak terlalu rimbun sehingga sinar matahari bisa tersebar merata ke seluruh bagian daun. Dengan demikian, proses fisiologis terpenting dari tanaman, yakni fotosintesis bisa berjalan lancar sehingga sirkulasi makanan dari daun ke seluruh bagian tanaman juga lancar. Tanamanpun dapat berproduksi secara optimal. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan pemangkasan produksi guna mencegah kerusakan tanaman akibat salah pangkas, yaitu : ¢ Upayakan untuk tidak selalu memangkas cabang-cabang besar karena akan memacu tanaman untuk bertunas intensif terus-menerus. Hal ini bisa membuat tanaman menjadi lemah karena energinya banyak digunakan untuk menopang pertumbuhan tunas-tunas baru. ¢ Jorket di usahakan selalu terlindung dari penyinaran langsung karena sel selnya dapat kering dan cabang menjadi rapuh sehingga beresiko patah. ¢ Cabang-cabang primer sebaiknya selalu terlindung dari penyinaran langsung karena bantalan bunga dapat mati. ¢ Tidak menggunakan alat pangkas yang tumpul karena bisa menyebabkan kulit batang dan bantalan bunga rusak. Penulis: Sumardi, Penyuluh Pertanian Madya. Sumber: Prawoto, A.A. (2008). Pemangkasan Kakao dalam Wahyudi, T. et al (Ed.). Panduan Lengkap Kakao. Penebar Swadaya.