Pemangkasan pada batang dan cabang bertujuan agar tanaman kopi tidak terlalu tinggi , tidak terlalu rimbun dan teratur, sehingga tidak mudah terserang penyakit, buah yang dihasilkan lebih banyak dan mudah dalam melakukan pemanenan. Pemangkasan dilakukan pada awal atau akhir musim penghujan setelah pemupukan, menggunakan gergaji untuk memangkas batang yang cukup besar dan gunting pangkas untuk memangkas batang atau cabang yang agak kecil. Tahap pemangkasan kopi: pemangkasan pembentukan tajuk, pemangkasan pemeliharaan/pemangkasan produksi, pemangkasan cabang primer dan pemangkasan peremajaan. Pemangkasan pembentukan tajuk: dapat dibedakan menjadi pemangkasan untuk membentuk tajuk berbatang tunggal dan tajuk berbatang ganda. Pemangkasan tajuk berbatang tunggal: Hanya satu batang saja yang dibiarkan tumbuh dan membentuk cabang primer Pemangkasan ini banyak dilakukan oleh perusahaan besar. Pemangkasan tajuk berbatang ganda: Banyak dilakukan oleh rakyat pada tanaman kopi robusta yang diusahakan di dataran rendah. Dengan pemangkasan ini akan terbentuk satu tungggul (batang utama) yang menyangga beberapa cabang reproduksi. Pemangkasan pemeliharaan (pemangkasan produksi): Bertujuan untuk membuang cabang yang tidak dikehendaki, cabang yang sakit, dan cabang yang tdak produktif. Pemangkasan pemeliharaan ini dibedakan menjadi pemangkasan berat dan pemangkasan ringan (wiwilan). Pemangkasan berat dilakukan terhadap wiwilan cabang primer yang sudah tua dan tidak produktif, cabang primer dan bagian lain yang yang terserang hama penyakit, cabang cacing, cabang balik, cabang liar serta daun-daun dan cabang mongering. Pemangkasan ini dilakukan setelah panen dan diulangi lagi setiap tiga builan sekali. Pemangkasan ringan (wiwilan) dilakukan untuk membuang wiwilan yang tidak dikehendaki menggunakan tangan, dilakukan sebulan sekali pada musim kemarau dan dua bulan sekali pada musim hujan. Pemangkasan cabang primer: Bertujuan untuk merangsang terbentuknya cabang sekunder dan mencegah pertumbuhan cabang primer yang terlalu panjang, sehingga dapat menghasilkan buah yang banyak dan kontinyu. Cara pemangkasan cabang primer: Dilakukan dengan system kapstok dan system seleksi. Sistem kapstok umumnya hanya dilakukan untuk tanaman berbatang tunggal, sedangkan system seleksi dapat untuk tanaman berbatang tunggal maupun ganda. Pemangkasan peremajaan: Dilakukan terhadap tanaman yang sudah tua dan tidak produktif (produk kurang dari 400 kg/ha/th dan bentuk tajuk sudah tidak menentu. Pemangkasan ini bertujuan untuk mengganti tajuk tanaman lama dengan tajuk baru yang masih muda dan produktif. Peremajaan dilakukan setelah panen raya atau pada akhir musim kemarau mejelang musim hujan. Sekitar dua minggu sebelum pemangkasan harus diberi pupuk agar batang baru tumbuh sempurna. Pelaksanaan peremajaan: Peremajaan dapat dilakukan terhadap seluruh tanaman di kebun atau tanaman tertentu saja. Peremajaan menyeluruh dilakukan apabila minimum 50% tanaman di kebun sudah rusak atau tua. Peremajaan menyeluruh ini dapat dilakukan secara serentak atau secara bertahap. Apabila dilakukan secara bertahap, maka peremajaan tahap pertama dilakukan terhadap 50% tanaman yang tua dan tahap kedua dilakukan terhadap sisanya pada tahun berikutnya. Metode pemangkasan peremajaan: terdapat dua cara yaitu pemangkasan batang dan pemangkasan cabang. Cara pemangkasan peremajaan pada batang: 1) bumbun tanaman setinggi 30-40 cm sebelum dipangkas agar bagian bawah tidak tumbuh wiwilan.; 2)pangkas batang 5 cm di atas bumbunan. Namun bila peremajaan hanya selektif, maka pangkas batang pada ketinggian sekitar 100 cm agar tinggi tanaman dapat menyamai tanaman yang lain; 3) wiwilan yang dibiarkan tumbuh hanya sekitar 3 wiwilan yang tumbuhnya berhadapan , letaknya paling atas, dan paling kuat. Untuk membentuk tanaman berbatang tunggal, pelihara satu wiwilan, sedangkan untuk membentuk tanaman berbatang ganda, pelihara 2 wiwilan; 4) sambung wiwilan yang dipelihara dengan klon kopi lain yang lebih unggul atau dibiarkan tumbuh agar menjadi batang baru yang lebih muda. Pemangkasan peremajaan pada cabang (siwingan):1)pangkas seluruh cabang primer pada satu sisi hingga ke pangkal, dan cabang yang masih tersisa dibiarkan berbuah2) Pada sisi tanaman yang dipangkas akan tumbuh wiwilan baru, pilihlah 1-2 wiwilan yang terbaik yang terletak pada ketinggian 30-40 cm;3) Setelah buah pada cabang primer dipanen, pangks batang primer 5 cm di atas wiwilan yang dipelihara. Wiwilan yang tumbuh setelah pemangkasan harus segera dipangkas lagi; 4) wiwilan yang dipelihara dapat disambung dengan klon kopi lain yang lebih unggul atau dibiarkan tumbuh menjadi batang baru yang lebih muda. Oleh : Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian Madya Sumber: KOPI, BUDIDAYA & PENANGANAN PASCA PANEN. Oleh Ir. Sri Najiyati dan Ir. Danarti. 2004.