Loading...

Pemangkasan Pada Tanaman Semangka

Pemangkasan Pada Tanaman Semangka
Pertumbuhan tanaman yang baik akan menghasilkan pembuahan yang baik pula. Apabila tanaman tumbuh leluasa dan tidak berdesakan, maka hasil yang diperoleh pun bisa optimal. Oleh karena itu, perlu dilakukan penjarangan, pada setiap lubang disisakan 2-3 tanaman saja. Penjarangan ini biasanya dilakukan setelah tanaman tumbuh kuat, setelah mempunyai 2-3 helai daun. Pembentukan tanaman atau pemangkasan cabang-cabang tanaman semangka sebaiknya tidak dilakukan. Selain menambah pekerjaan, juga akan menimbulkan kerusakan bila tidak dilakukan secara benar. Luka pemangkasan ini dapat merupakan tempat infeksi penyakit. Para petani semangka di Jepang, dalam usahanya mendapatkan buah yang besar, melakukan pemangkasan cabang tanaman. P emangkasan ini akan mengurangi pertumbuhan vegetatif yang berlebihan serta memudahkan lebah melakukan penyerbukan bunga semangka. Pemangkasan dilakukan bila cabang utama telah tumbuh sepanjang 40-60 cm. Dipilih 3-A cabang lateral yang kuat untuk ditinggalkan, selebihnya dipangkas. Kemudian cabang- cabang sisa pangkasan diatur pertumbuhannya: ke segala arah, kedua arah atau ke satu arah saja. Tanaman semangka mulai berbunga pada umur ± 40 hari. Bunga betina pertama biasanya muncul di antara ruas ke-8 dan ke-13 pada batang utama. Bunga ini sebaiknya dibuang (tidak dijadikan buah) dengan cara memangkasnya karena tumbuhnya kurang bagus dan batangnya belum kuat. Pembuahan pada batang utama sebaiknya diatur mulai ruas ke-20. Pada cabang lateral, pembuahan dapat dimulai pada ruas ke-15 sampai ruas ke-18. Bunga semangka akan mekar pada pagi hari antara pukul 05.00-06.00 dan akan layu pada siang hari antara pukul 11.00-13.00. Penyerbukan bunga dilakukan oleh lebah. Bila semua bunga dijadikan buah, maka akan diperoleh buah-buah yang berukuran kecil. Untuk mendapatkan buah-buah yang berukuran besar, pembuahan di setiap pohon hams diatur. Bila di setiap pohon dipelihara satu buah saja, maka beratnya bisa mencapai 8-10 kg. Sebaiknya di setiap pohon dipelihara 4-6 buah, calon-calon buah lainnya dipangkas atau dibuang saja. Pemangkasan buah ini dilakukan pada saat tangkai buah dalam keadaan kening. Pisau yang digunakan hams tipis dan tajam serta dijaga supaya tidak melukai batang tanaman. Pembuahan yang terjadi pada ketiak daun yang lebih awal maupun ketiak daun yang lebih ujung kurang baik (bentuk buahnya kurang sempuma). Sebab, pembuahan yang terjadi pada ketiak daun yang lebih awal, berarti tanaman masih muda dan belum kuat. Sedangkan bila terjadi pada ketiak daun yang lebih ujung, berarti tanaman sudah tua dan berpenyakit Para petani semangka di Jepang biasanya hanya memelihara satu buah saja pada setiap cabang. Jadi, dari setiap pohon hanya akan diperoleh 3-4 buah. Pembuahannya diatur pada ketiak daun yang sama, kira-kira 1,5 m dari lubang tanam. Apabila buah sudah mulai terbentuk, sebaiknya dialasi jerami kering. Alas jerami ini untuk menghindari percikan air hujan sebab bila buah terkena air menjadi mudah busuk. Buah yang dihasilkan oleh semangka bervarietas baik mencapai 8-10 ton buah setiap hektar. Sumber : Mochd Baga Kalie, Bertanam Semangka, 1993, Depok