Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 Tujuan Pemangkasan: Membentuk kerangka dasar (frame) tanaman kakao yang baik. Mengatur agar sinar matahari masuk ke dalam tajuk secara merata, sehingga daun lebih produktif dalam menghasilkan makanan. Meningkatkan kemampuan tanaman menghasilkan buah Mendorong tanaman membentuk daun baru yang kemampuan menghasilkan makanannya lebih tinggi Membuang bagian tanaman yang tidak dikehendaki (cabang yang sakit, tunas air) Mengurangi resiko serangan hama dan penyakit . 1. Pemangkasan bentuk Pemangkasan ini dilakukan agar tanaman memiliki bentuk/kerangka yang baik sehingga pertumbuhannya seimbang dan semua daun terkena sinar matahari secara merata. Pemangkasan dilakukan saat berumur 8-12 bulan dan saat berumur 18-24 bulan. Cara Pemangkasan: Hilangkan cabang-cabang primer yang lemah, biarkan hanya tersisa 3-4 cabang yang sehat dengan arah pertumbuhan merata ke segala arah. Atur agar jarak cabang sekunder tidak terlalu dekat satu sama lain (dijarangkan) dengan arah sebaran berbentuk zig-zag. Potong cabang-cabang yang menggantung dan batasi pertumbuhannya agar tidak terlalu tinggi (± 3-4 m) 2. Pemangkasan Pemeliharaan Pemangkasan ini bertujuan untuk memelihara tanaman dari gangguan hama dan penyakit, mempertahankan kerangka tanaman yang sudah terbentuk baik, Juga untuk memacu pembentukan organ-organ tanaman seperti daun, bunga, dan buah. Cara Pemangkasan: Kurangi sebagian daun pada tajuk tanaman yang terlalu rimbun, dengan memotong ranting yang sangat ternaungi. Pangkas cabang yang tumbuh >3,5 m Buang daun yang menggantung agar tidak menghalangi pertumbuhan cabang-cabangnya. Cabang yang menghadap ke bawah di buang karena buah pada kakao adalah buah batang bukan buah pucuk. Cabang yang ujungnya masuk ke dalam tajuk tanaman di dekatnya dan diameternya kurang dari 2,5 cm juga di buang. Dalam pemangkasan pemeliharaan dikenal istilah wiwilan, yaitu membuang tunas air. Tunas air (cabang wiwilan) adalah semua cabang yang tegak lurus dan di luar cabang pembentukan. Pemangkasan dilakukan setiap 2-3 bulan sekali. 3. Pemangkasan Produksi Pemangkasan produksi bertujuan untuk memacu pertumbuhan bunga dan buah untuk memaksimalkan produktifitas tanaman. Pemangkasan produksi dilakukan dua kali setahun, yaitu pada akhir musim kemarau dan awal musim hujan. Cara Pemangkasan: Dengan memangkas daun agar tidak terlalu rimbun sehingga sinar matahari dapat merata ke seluruh organ daun sehingga fotosintesis dapat berjalan lancar dan sirkulasi makanan juga akan berjalan lancar. Setelah pemangkasan tanaman akan bertunas intensif setelah daun tunasnya menua, dan tanaman akan segera berbunga dan dapat berproduksi secara optimal. Hal Yang Diperhatikan Dalam Pemangkasan Tidak memotong cabang yang terlalu besar (diameter > 2,5 cm) karena beresiko cabang mati, lapuk, dan menjalar ke pangkal tanaman. Selain itu juga dapat menyebabkan tanaman bertunas intensif terus menerus sehingga tanaman menjadi lemah karena energi banyak digunakan untuk pertumbuhan tunas baru. Tidak melakukan pemangkasan saat tanaman berbunga atau sebagian buah masih berukuran kecil (< 10 cm) Cabang primer selalu terlindung dari penyinaran langsung karena bantalan bunga dapat mati. Tidak menggunakan alat pangkas yang tumpul karena bisa merusak kulit batang dan bantalan bunga. by. Rahmi Yulia, SP /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}