Sungkai Jaya — Dalam upaya menekan serangan hama pada tanaman padi, khususnya Penggerek Batang Padi, Penyuluh Pertanian dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sungkai Jaya melakukan pendampingan pemasangan Light Trap bertenaga surya di Kelompok Tani Tunas Jaya, Desa Cempaka Timur.
Pemasangan alat ini merupakan penerapan teknologi ramah lingkungan dalam sistem pengendalian hama terpadu (PHT). Light Trap berfungsi sebagai perangkap serangga dengan menggunakan cahaya lampu LED untuk menarik perhatian hama pada malam hari, seperti ngengat penggerek batang padi, yang menjadi salah satu organisme pengganggu tumbuhan (OPT) utama pada tanaman padi.
Penyuluh Pertanian BPP Sungkai Jaya menjelaskan bahwa Light Trap ini dilengkapi dengan panel surya (solar cell) yang berfungsi mengisi daya baterai di siang hari, sehingga alat dapat bekerja secara otomatis — menyala pada sore menjelang malam dan mati pada pagi hari tanpa memerlukan sumber listrik tambahan. Teknologi ini dinilai sangat efisien dan cocok digunakan di wilayah pedesaan, terutama di area pertanaman padi yang jauh dari jaringan listrik.
Setelah dilakukan pemasangan dan pengamatan awal, hasil tangkapan Light Trap di lahan Kelompok Tani Tunas Jaya menunjukkan hasil yang beragam. Beberapa jenis serangga yang tertangkap antara lain Ngengat Penggerek Batang Padi, Orong-Orong, serta Wereng Batang Coklat. Hasil ini menunjukkan bahwa Light Trap mampu menarik berbagai jenis serangga yang berpotensi sebagai hama utama pada tanaman padi.
Menurut Agung Crisdhianthoro Rhaharjo, S,T.P., selaku penyuluh pertanian yang mendampingi kegiatan, penggunaan Light Trap bertenaga surya ini tidak hanya membantu menekan populasi hama, tetapi juga berfungsi sebagai alat monitoring populasi hama di lapangan. Dengan mengetahui jenis dan jumlah serangga yang tertangkap, petani dapat melakukan tindakan pengendalian lebih dini dan tepat sasaran.
Salah satu anggota Kelompok Tani Tunas Jaya, yaitu Bapak Dukut turut menyambut baik penerapan teknologi ini. Beliau berharap penggunaan Light Trap dapat terus dikembangkan dan diperbanyak di lahan pertanian Desa Cempaka Timur untuk menjaga pertanaman padi tetap sehat dan produktif.
Melalui kegiatan ini, diharapkan petani di Desa Cempaka Timur semakin memahami pentingnya penerapan teknologi inovatif dan ramah lingkungan dalam pengendalian hama, sehingga produksi padi dapat meningkat dan keberlanjutan ekosistem pertanian tetap terjaga.